A Place Called Perfect: Buku yang Bikin Penasaran, Worth It Dibaca?

Table of Contents

Buku fiksi anak-anak emang selalu seru dan penuh imajinasi ya. Halamannya penuh gambar-gambar keren, bahasanya ringan, dan ceritanya bikin penasaran terus. Sekarang ini, buku anak-anak nggak cuma buat anak-anak aja lho, banyak juga orang dewasa yang baca buat refreshing dari kehidupan yang sibuk dan penat.

Salah satu penulis buku anak-anak yang karyanya wajib kamu baca adalah Helena Duggan. Dia ini jago banget bikin buku dengan tema fantasi. Nah, kali ini kita bakal bahas salah satu bukunya yang judulnya A Place Called Perfect. Ceritanya tentang anak perempuan bernama Violet dan sebuah kota yang aneh, di mana semua penduduknya harus pakai kacamata biar bisa melihat dengan sempurna.

A Place Called Perfect: Buku yang Bikin Penasaran, Worth It Dibaca?

Dari cover bukunya aja udah menarik banget ya, penuh ilustrasi dan warna-warna cerah. Tapi, gimana ya jalan ceritanya? Nah, sebelum kamu baca bukunya, yuk kita intip dulu sinopsis, kelebihan dan kekurangan buku ini, dan kenalan juga sama penulisnya. Siap? Yuk, lanjut baca!

Sinopsis Buku A Place Called Perfect

Cerita ini dimulai ketika ayah Violet, Dr. Eugene Brown, seorang ahli mata terkenal, dapat pekerjaan riset di kota Perfect. Katanya sih, dia dapat penghargaan OSCAR gitu deh buat pakar optik. Mau nggak mau, dia bawa seluruh keluarganya pindah ke sana, termasuk Violet dan ibunya.

Violet ini anak yang baru aja pindah ke kota Perfect. Namanya aja Perfect, ya kan? Kota ini emang kelihatan sempurna banget, tapi ada satu hal yang bikin aneh. Semua penduduknya jadi buta nggak lama setelah datang ke kota ini, dan mereka semua butuh kacamata khusus biar bisa lihat lagi. Aneh banget nggak sih?

Sinopsis Buku A Place Called Perfect

Violet penasaran dong. Dia coba pakai dan lepas kacamatanya berkali-kali. Dan ternyata, beda banget! Dia jadi nggak suka sama kota ini. Kota yang bikin orang buta, ada jam malamnya, terus setiap malam ada suara-suara aneh lagi. Ibunya juga jadi aneh sejak pindah ke sini. Dan yang paling penting, Violet nggak suka sama Archer bersaudara, siapa sih mereka ini?

Suatu hari, Violet ketemu sama Boy. Dari Boy ini, Violet sadar kalau ternyata bukan cuma ayahnya aja yang menghilang misterius. Rahasia Archer bersaudara pun perlahan mulai terungkap. Wah, makin penasaran kan?

Tentang Penulis Buku A Place Called Perfect

Kenalan yuk sama penulisnya, Helena Duggan! Dia ini penulis buku anak-anak, desainer grafis, dan juga ilustrator. Keren banget ya! Asalnya dari Kilkenny, sebuah kota abad pertengahan yang katanya angker di selatan Irlandia. Kota inilah yang jadi inspirasi buat kota Perfect di bukunya. Pantesan aja suasananya agak-agak misterius gitu ya.

Tentang Penulis Buku A Place Called Perfect

Helena bilang, dia suka nulis cerita petualangan karena dia orangnya gampang bosan. Oh, ternyata gitu! A Place Called Perfect ini adalah buku pertamanya lho. Terbitnya Agustus 2017 dan langsung jadi Buku Bulan Ini versi Waterstones. Keren banget kan? Buku ini juga menang banyak penghargaan, termasuk Crimefest Children’s Book of the Year, dan masuk nominasi Irish Book Awards dan Waterstones Children’s Prize. Wah, nggak main-main ya prestasinya.

Selain A Place Called Perfect, Helena juga punya serial buku lain judulnya The Light Thieves. Ini serial petualangan eko/teknologi baru yang baru aja diluncurin dan dapat sambutan hangat juga. Kayaknya seru juga nih!

Kalau lagi nggak nulis atau desain, Helena biasanya habisin waktu sama suaminya, Robbie, yang suka banget mendaki gunung. Mereka nikah di lumbung jerami punya orang tuanya Helena, romantis ya! Mereka punya anak perempuan namanya Jo, dan anjing penyelamat namanya Tinky. Cerita tentang Tinky ini lucu juga, katanya Helena nemu Tinky kecil jalan pincang di depan mobilnya suatu pagi, terus dia nggak tega ninggalin deh. So sweet!

Kelebihan dan Kekurangan Buku A Place Called Perfect

Setiap buku pasti punya kelebihan dan kekurangan ya. Biar kamu makin yakin buat baca buku ini, yuk kita bahas apa aja sih kelebihan dan kekurangannya A Place Called Perfect ini.

Kelebihan Buku A Place Called Perfect

Bahasa yang Mudah Dipahami: Penulisnya pinter banget milih kata dan gaya bahasa. Semuanya gampang banget dipahami, jadi pembaca kayak kebawa masuk ke dalam cerita. Kita jadi ikut merasakan apa yang dirasakan tokoh-tokohnya. Karena buku ini memang buat anak-anak dan remaja, bahasa yang dipakai sederhana dan nggak bertele-tele.

Meskipun buku ini terjemahan dari bahasa Inggris, bahasa Indonesianya juga enak dibaca dan nggak kaku. Dialog-dialognya juga ditulis kayak percakapan sehari-hari, jadi terasa lebih natural dan hidup.

Alur Cerita yang Menegangkan dan Imajinatif: Meskipun setiap babnya pendek-pendek, tapi di dalamnya tetep ada momen-momen yang bikin tegang dan bahkan agak seram. Ceritanya juga imajinatif banget, jadi kita bisa bebas membayangkan kota Perfect itu kayak gimana. Setiap babnya bikin penasaran, jadi nggak mau berhenti baca deh!

Penulisnya jago banget bikin suasana jadi menakutkan dan gelap, pas banget sama tema misteri di buku ini. Plotnya juga rapi dan nggak loncat-loncat, jadi cerita mengalir dengan baik.

Nilai Moral yang Positif: Buku ini nggak cuma sekadar cerita fiksi yang imajinatif aja lho. Ada nilai-nilai moral yang bisa dipetik anak-anak, bahkan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya dari tokoh Violet, yang awalnya berontak karena harus pindah ke kota aneh itu. Tapi ternyata, kehadiran Violet justru membantu warga kota dan ayahnya sendiri keluar dari misteri Archer bersaudara. Violet tumbuh jadi sosok yang dewasa dan berani. Persahabatannya dengan Boy juga keren, mereka saling membantu dan melengkapi meskipun latar belakang keluarga mereka beda. Meskipun kadang beda pendapat, mereka tetep bisa bersatu lagi.

Ilustrasi yang Menarik: Karena target pembacanya anak-anak dan remaja, buku ini dilengkapi dengan ilustrasi yang bikin tampilan buku jadi makin menarik. Di setiap bab ada hiasan gambar ilustrasi yang lucu-lucu, dan ada juga peta kota Perfect yang digambarkan. Jadi kita bisa lebih kebayang kota Perfect itu kayak apa. Selain ilustrasi di dalam buku, cover bukunya juga keren banget, penuh gambar dengan warna biru gelap yang mendukung tema cerita misteri ini.

Kekurangan Buku A Place Called Perfect

Suasana yang Agak Menyeramkan: Kekurangan buku ini sebenernya relatif sih, tergantung pembacanya. Meskipun ini buku anak-anak, tapi atmosfer dan jalan ceritanya lumayan misterius dan menegangkan.

Beberapa anak yang takut sama cerita horor mungkin ngerasa buku ini kurang cocok. Soalnya ada beberapa elemen yang agak seram, kayak perasaan diawasi saat tidur, orang-orang yang hilang misterius, tanaman yang tumbuhin mata asli dan berdarah kalau dicabut, kuburan berhantu, dan seluruh kota yang penduduknya kayak dicuci otaknya. Suasana kelam dan gelapnya juga bisa bikin sebagian pembaca merasa cemas. Jadi, mungkin buku ini lebih cocok buat anak remaja daripada anak-anak yang lebih kecil.

Penutup

Nah, itu dia ulasan lengkap tentang buku A Place Called Perfect. Buku ini cocok banget buat anak-anak dan remaja yang suka cerita misteri dan petualangan dengan sedikit sentuhan horor. Ditulis sama penulis terkenal, Helena Duggan, buku ini punya genre yang agak beda dari kebanyakan buku anak-anak, lebih gelap, penuh misteri, menegangkan, dan menakutkan. Tapi meskipun gitu, buku ini tetep punya banyak nilai positif yang bisa diambil, bahkan orang dewasa juga bisa nikmatin buat hiburan atau sekadar melepas penat.

Penutup Buku A Place Called Perfect

Buat kamu yang tertarik baca A Place Called Perfect, kamu bisa dapetin bukunya di Gramedia.com atau toko buku Gramedia terdekat di kota kamu. Jangan lupa, di Gramedia.com juga banyak buku-buku lain yang seru dan best seller lho. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu siap kasih informasi dan produk terbaik buat kamu! Yuk, mari kita #TumbuhBersama dengan Gramedia!

Penulis: Devina

Rekomendasi Buku Terkait

Kalau kamu suka banget sama A Place Called Perfect, nih ada beberapa buku lain yang mungkin kamu suka juga, masih dari seri yang sama atau tema yang mirip.

The Trouble With Perfect

The Trouble With Perfect

The Trouble with Perfect ini adalah buku kedua dari seri A Place Called Perfect. Ceritanya lanjutan dari buku pertama. Setelah kota Perfect bebas dari si kembar Archer yang jahat, semua penduduk kota akhirnya bisa hidup tenang dan bahagia. Tapi ternyata, masalah baru muncul. Barang-barang mulai hilang, bahkan anak-anak juga ada yang menghilang. Semua orang curiga sama Boy, teman Violet.

Anehnya, banyak saksi mata yang lihat Boy melakukan hal-hal aneh. Violet yang sahabatnya Boy tentu nggak percaya gitu aja. Meskipun sempat kesel sama Boy, Violet akhirnya berusaha cari tahu kebenarannya. Dia harus mengungkap rahasia masa lalu dan hadapi monster yang mengerikan. Kota Perfect lagi-lagi dalam bahaya, dan semuanya tergantung sama Violet! Wah, seru banget ya!

The Battle For Perfect

The Battle For Perfect

The Battle for Perfect ini adalah buku terakhir dari seri A Place Called Perfect. Jadi, ini nih penutup dari semua petualangan Violet dan Boy di kota Perfect. Violet dan Boy awalnya percaya kalau kota mereka bakal aman setelah Archer bersaudara dan kelompok preman Watchers dipenjarakan.

Tapi ternyata, kota Perfect tetep nggak aman! Siapa lagi ya dalangnya kali ini? Violet nemuin pesan aneh, dan dia curiga Tom, saudara kembar Boy, yang ngirim pesan itu. Tapi, apa maksudnya ya? Keadaan kota Perfect makin gawat karena lima ilmuwan hilang entah ke mana. Perfect juga terancam diserbu zombie! Violet dan Boy harus mengungkap semua misteri ini demi menyelamatkan kota Perfect. Tapi, sanggup nggak ya mereka? Apalagi mereka juga harus menyelamatkan diri sendiri. Ini pertaruhan hidup dan mati! Penasaran kan gimana kelanjutannya? Buruan baca bukunya!

Kisah Misteri Enola Holmes : Kasus Menghilangnya Sang Marquess

Kisah Misteri Enola Holmes : Kasus Menghilangnya Sang Marquess

The Case of the Missing Marquess an Enola Holmes Mystery ini ceritanya tentang Enola Holmes, adik bungsu dari detektif terkenal, Sherlock dan Mycroft Holmes. Pas ulang tahunnya, ibunya Enola tiba-tiba menghilang dan cuma ninggalin petunjuk buat dipecahin. Enola langsung hubungi kakak-kakaknya buat minta bantuan, tapi kakak-kakaknya malah mau masukin dia ke sekolah asrama karena dianggap merepotkan. Enola nggak setuju dong, terus dia kabur dari asrama dan mutusin buat mecahin kasus ini dan nyari ibunya sendirian.

Enola Holmes ini umurnya 14 tahun dan hidup di zaman yang aturannya ketat banget buat perempuan. Untungnya, ibunya Enola beda dari wanita lain. Lady Teodora Holmes ini janda yang nggak peduli sama aturan-aturan masyarakat. Keluarga mereka jadi sering digosipin orang. Apalagi Enola dianggap aib karena lahir pas ibunya udah tua. Makanya, umur Enola jauh banget sama kedua kakaknya.

Tapi, suatu hari ibunya Enola hilang. Enola yakin ada sesuatu yang terjadi sama ibunya. Dia kirim surat ke kakak-kakaknya di London, Sherlock dan Mycroft Holmes, buat minta tolong mecahin misteri ini. Tapi, kakak-kakaknya malah nganggep dia ganggu dan mau masukin dia ke asrama. Enola nggak setuju, terus dia kabur dan mutusin buat mecahin kasus ini sendirian! Keren banget ya Enola ini!

Gimana? Jadi makin penasaran kan sama buku A Place Called Perfect dan buku-buku rekomendasi di atas? Kalau kamu udah baca atau punya pendapat lain tentang buku ini, yuk share di kolom komentar di bawah! Kita diskusi bareng!

Posting Komentar