Gak Mau Ketipu? Ini Lho Tips Pilih Hewan Kurban Sehat dari Ahli UGM!

Table of Contents

Idul Adha sebentar lagi tiba nih! Pasti kamu udah lihat kan, di mana-mana sekarang mulai banyak lapak penjual hewan ternak dadakan, mulai dari domba, kambing, sampai sapi. Mau di pinggir jalan atau di area khusus, semuanya siap menawarkan calon-calon hewan kurban buat kamu.

Banyak yang udah nyicil beli dari sekarang, ada juga yang nunggu mepet-mepet hari H. Nah, buat kamu yang belum beli atau masih bingung gimana milihnya, penting banget lho buat tahu tips memilih hewan kurban yang sehat. Jangan sampai niat ibadah kita malah nggak sempurna karena salah pilih hewan.

Biar nggak ketipu atau salah pilih, yuk simak panduan lengkap memilih hewan kurban yang sehat. Tips ini datang langsung dari ahlinya, yaitu Dosen Fakultas Peternakan UGM!

Tips Pilih Hewan Kurban Sehat

Kenapa Pilih Hewan Kurban yang Sehat Itu Penting?

Sebelum kita bahas tips detailnya, penting buat kita sadar kenapa memilih hewan kurban yang sehat itu jadi syarat utama.

1. Syarat Sah Ibadah: Dalam ajaran agama, hewan yang dijadikan kurban itu ada syarat-syaratnya lho. Salah satunya adalah hewan harus dalam kondisi sehat dan tidak cacat yang parah. Kalau hewannya sakit atau cacat fatal, ibadah kurban kita bisa jadi nggak sah. Ini kan kita lagi menjalankan perintah agama, jadi sudah sepantasnya kita kasih yang terbaik, kan?

2. Kualitas Daging: Hewan yang sehat pasti menghasilkan daging yang berkualitas baik. Dagingnya aman dikonsumsi, gizinya optimal, dan rasanya juga lebih enak. Bayangin kalau hewannya sakit, bisa jadi dagingnya nggak layak makan atau bahkan menularkan penyakit. Niatnya berbagi kebaikan, jangan sampai malah menimbulkan masalah kesehatan buat yang menerima dagingnya.

3. Bentuk Syukur: Memilih hewan yang terbaik adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Ibadah kurban itu intinya adalah pengorbanan dan keikhlasan. Memberikan yang terbaik yang kita punya adalah cerminan dari keikhlasan itu sendiri. Sama seperti kalau kita mau kasih hadiah ke orang yang kita sayangi, pasti kita pilih yang paling bagus, kan? Apalagi ini buat ibadah kepada Sang Pencipta.

Syarat Utama: Usia Hewan Kurban yang Cukup

Salah satu syarat sah hewan kurban yang ditekankan oleh ahli UGM adalah usia hewan. Gimana cara cek usianya? Ahli dari Fakultas Peternakan UGM, Bapak Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., MP., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menjelaskan kalau cara paling umum dan akurat buat cek usia hewan kurban itu adalah dengan melihat kondisi giginya, atau yang sering disebut kondisi “poel”.

Gigi poel itu maksudnya gigi susu hewan sudah diganti dengan gigi permanen. Nah, kalau giginya sudah poel, itu tandanya hewan sudah cukup umur untuk dikurbankan.

  • Untuk Kambing dan Domba: Pergantian gigi atau poel biasanya dimulai saat usianya sekitar 1 tahun.
  • Untuk Sapi: Gigi poel biasanya muncul saat usia sapi sekitar 2 tahun.
  • Untuk Unta: Unta baru dianggap cukup umur kalau sudah berusia 5 tahun dan giginya poel.

Gimana cara cek poelnya? Gampang! Hewan ternak seperti kambing, domba, dan sapi itu nggak punya gigi seri di rahang atas. Semua gigi seri mereka ada di rahang bawah, jumlahnya total ada 8 gigi, atau 4 pasang.

Proses poel itu dimulai dari sepasang gigi seri yang paling tengah di rahang bawah. Jadi, kalau sepasang gigi tengah itu sudah copot dan diganti dengan gigi permanen yang ukurannya biasanya lebih besar, itu namanya sudah Poel 1.

Kalau sudah dua pasang gigi seri yang tengah (total 4 gigi) sudah berganti, namanya Poel 2. Begitu seterusnya. Untuk syarat kurban, umumnya hewan harus sudah minimal Poel 1.

Hati-hati Praktik Curang!

Sayangnya, ada lho pedagang nakal yang sengaja mencabut gigi hewan ternak supaya kelihatan sudah poel dan layak kurban, padahal usianya masih muda. Nah, ini yang perlu diwaspadai banget!

Gigi yang dicabut paksa itu biasanya meninggalkan bekas atau lukanya terlihat nggak alami. Beda sama gigi poel yang copot dengan sendirinya karena tumbuh gigi permanen. Makanya, penting banget buat kamu periksa langsung gigi hewan kurban yang mau dibeli. Kalau ragu atau nggak yakin cara ngeceknya, jangan sungkan buat minta bantuan atau konsultasi sama ahli hewan ternak atau dokter hewan. Lebih baik teliti di awal daripada nyesel di akhir, kan?

Cek Fisik Langsung: Lebih dari Sekadar Tampang!

Selain usia, kondisi fisik hewan secara keseluruhan itu krusial banget. Bapak Nanung juga menekankan beberapa hal yang wajib kamu periksa saat milih hewan kurban:

1. Kondisi Mata: Mata hewan yang sehat itu biasanya terlihat cerah, bening, dan nggak ada kotoran (belekan) atau cairan berlebihan di sudut mata. Kelopak matanya juga normal. Kalau matanya terlihat keruh, ada selaput putih, atau belekan parah, bisa jadi hewan itu lagi sakit. Hewan yang buta juga tidak sah untuk kurban.

2. Kondisi Hidung: Hidung hewan yang sehat itu biasanya lembap, tapi nggak mengeluarkan cairan kental atau busa. Kalau hidungnya kering, ada cairan kental berwarna (hijau, kuning, atau bahkan darah), atau ada luka di sekitar hidung, ini bisa jadi tanda penyakit.

3. Kondisi Mulut: Periksa area sekitar mulut. Pastikan nggak ada luka, sariawan, atau busa yang berlebihan. Air liur yang menetes terus-menerus atau busa yang banyak bisa jadi gejala penyakit tertentu, seperti PMK.

4. Kondisi Bulu dan Kulit: Bulu hewan sehat biasanya terlihat bersih, nggak kusam, dan mengkilap. Kalau bulunya berdiri, kotor, rontok parah, atau ada benjolan-benjolan di bawah kulit, ini bisa jadi tanda penyakit kulit atau penyakit lain yang menyerang tubuh hewan. Penyakit LSD, misalnya, cirinya muncul benjolan-benjolan di kulit.

5. Pergerakan dan Postur Tubuh: Amati cara hewan itu bergerak. Hewan sehat biasanya aktif, lincah, dan jalannya nggak pincang. Postur tubuhnya juga tegak, nggak membungkuk atau terlihat lemas. Kalau hewan terlihat lesu, lemas, susah berdiri, atau jalannya pincang, sebaiknya jangan dipilih ya.

6. Nafsu Makan: Hewan yang sehat punya nafsu makan yang baik. Coba tawarkan sedikit rumput atau pakan, apakah dia mau makan dengan lahap atau malah cuek? Hewan yang nggak mau makan sama sekali atau makannya sedikit banget itu pertanda ada yang nggak beres sama kesehatannya.

7. Kondisi Tubuh (Tidak Kurus Kering): Nah, ini juga penting. Jangan cuma lihat ukuran badan, tapi rasakan juga. Hewan kurban itu idealnya punya daging yang cukup, nggak kurus kering sampai kelihatan tulang belulang. Raba bagian punggung dan rusuknya. Kalau terasa berdaging dan nggak cuma kulit sama tulang, itu bagus. Memilih hewan yang kurus kering juga termasuk cacat yang membuat kurban tidak sah.

Bapak Nanung mengingatkan, “Jangan sampai memilih hewan yang kelihatan murah karena cacat atau sakit. Memilih hewan terbaik adalah bentuk penghormatan kita kepada Allah, sebagaimana kita ingin memberikan yang terbaik dalam ibadah.” Prinsipnya, beri yang terbaik untuk ibadah kita.

Waspada Penyakit yang Lagi Ramai!

Selain cek kondisi fisik umum, kamu juga perlu waspada terhadap penyakit menular yang akhir-akhir ini sempat merebak di beberapa daerah. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai pada hewan ternak antara lain:

  • PMK (Penyakit Mulut dan Kuku): Penyakit ini sangat menular antar hewan ternak berkuku belah (sapi, kambing, domba, kerbau). Gejalanya antara lain demam, muncul luka melepuh di mulut, lidah, gusi, hidung, dan di sekitar kuku. Hewan jadi pincang, susah makan, air liur keluar berlebihan, dan produksi susu turun. Penyakit ini tidak menular ke manusia, tapi bisa menyebabkan hewan jadi lemah dan kurus, bahkan mati. Pastikan hewan yang kamu pilih tidak menunjukkan gejala PMK.
  • LSD (Lumpy Skin Disease): Penyakit ini juga menyerang sapi dan kerbau, disebabkan oleh virus. Cirinya muncul benjolan-benjolan di kulit seluruh tubuh, terutama di kepala, leher, punggung, dan kaki. Hewan jadi demam, nafsu makan turun, dan kurus. LSD tidak menular ke manusia, tapi menyebabkan kerugian ekonomi karena kualitas kulit hewan jadi rusak dan hewan bisa jadi lemah.
  • Antraks: Nah, kalau yang satu ini SANGAT BERBAHAYA karena bisa menular ke manusia (bersifat zoonosis). Antraks disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Gejala pada hewan bisa sangat cepat, kadang hewan tiba-tiba mati tanpa menunjukkan gejala sebelumnya. Jika ada gejala, bisa berupa demam tinggi, sesak napas, kejang, dan keluar darah kental dari lubang-lubang alami tubuh (mulut, hidung, anus) yang tidak membeku. Jika menemukan hewan dengan ciri-ciri seperti ini, JANGAN DEKATI APALAGI MENYEMBELIHNYA SENDIRI! Segera laporkan ke petugas peternakan atau dokter hewan setempat. Area yang terkontaminasi spora antraks juga berbahaya.

Pemerintah dan dinas terkait biasanya melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan kurban dan memberikan vaksinasi. Tapi sebagai pembeli, kita juga punya tanggung jawab untuk memilih hewan yang sehat dan berasal dari lokasi yang aman. Tanya ke penjual apakah hewan mereka sudah divaksin atau diperiksa kesehatannya oleh dokter hewan.

Lokasi Jual Beli Juga Penting!

Selain kondisi hewannya, perhatikan juga kondisi tempat penjualannya. Tempat yang bersih, tidak terlalu padat, dan sirkulasi udaranya baik akan mengurangi risiko hewan stres atau tertular penyakit dari hewan lain.

Lebih baik beli di peternak langsung atau di lapak/pasar hewan yang memang resmi dan diawasi dinas terkait. Penjual di pinggir jalan mungkin harganya lebih murah, tapi kadang kebersihan dan riwayat kesehatan hewan kurang terjamin. Pastikan penjual punya surat keterangan kesehatan hewan kalau ada.

Perawatan Setelah Beli Sampai Hari H

Setelah kamu berhasil memilih dan membeli hewan kurban, bukan berarti tugasmu selesai lho. Hewan tersebut perlu dirawat dengan baik sampai tiba waktunya disembelih.

  • Sediakan tempat yang bersih, teduh, dan nyaman buat hewan. Jangan biarkan kepanasan atau kehujanan.
  • Beri pakan yang cukup dan berkualitas, seperti rumput segar, konsentrat, atau pakan tambahan sesuai jenis hewannya.
  • Sediakan air minum bersih yang cukup, jangan sampai hewan dehidrasi.
  • Pantau terus kondisi kesehatannya setiap hari. Kalau ada tanda-tanda sakit, segera hubungi dokter hewan.
  • Hindari membiarkan hewan kurban bercampur terlalu dekat dengan hewan lain yang tidak jelas riwayat kesehatannya.

Merawat hewan kurban dengan baik adalah bagian dari ibadah kita juga. Ini menunjukkan kepedulian kita terhadap makhluk hidup.

Ringkasan: Tanda-Tanda Hewan Kurban Sehat vs. Tidak Sehat

Biar lebih gampang diingat, nih tabel ringkasan poin-poin penting dalam memilih hewan kurban sehat:

Tanda-Tanda Hewan Kurban Sehat vs. Tidak Sehat

Kriteria Hewan Sehat Hewan Tidak Sehat
Usia (Gigi) Sudah Poel 1 (Domba/Kambing ~1 th, Sapi ~2 th) Belum Poel atau gigi dicabut paksa
Mata Cerah, bening, tidak belekan Keruh, belekan, ada selaput putih, buta
Hidung Lembap, tidak ada cairan kental/busa Kering, ada cairan kental/busa, ada luka
Mulut Bersih, tidak ada luka/sariawan, tidak berbusa Ada luka/sariawan, busa berlebihan
Bulu & Kulit Bersih, mengkilap, tidak rontok, tidak benjol Kusam, kotor, rontok parah, ada benjolan (curiga LSD)
Gerakan Aktif, lincah, tidak pincang Lesu, lemas, pincang, sulit berdiri
Nafsu Makan Baik, lahap Berkurang atau tidak mau makan sama sekali
Postur Tegak, tidak membungkuk Bungkuk, lemas
Badan Berdaging, tidak kurus kering sampai terlihat tulang Kurus kering, tulang terlihat jelas
Kotoran Padat, normal Cair (diare) atau sangat lembek
Suhu Tubuh Normal (tidak demam tinggi) Demam tinggi (bisa diraba/menggunakan termometer hewan)

Memilih hewan kurban memang butuh ketelitian, tapi percayalah, ini bagian dari proses ibadah yang akan menambah makna kurbanmu. Dengan memilih hewan yang sehat dan terbaik sesuai syariat, semoga ibadah kurban kita diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita dan sesama.

Sudah siap berburu hewan kurban? Punya tips lain saat memilih hewan kurban? Share di kolom komentar dong!

Posting Komentar