Ramadhan Sananta Hengkang! Pilih Klub Brunei Darussalam untuk Musim Depan?
Bandar Seri Begawan – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola Indonesia. Salah satu penyerang muda paling bersinar, Ramadhan Sananta, dipastikan tidak akan lagi berseragam Persis Solo untuk musim depan. Tujuan berikutnya? Bukan klub besar di Liga 1 Indonesia seperti yang banyak dirumorkan, melainkan sebuah klub dari Brunei Darussalam, DPMM FC.
Kepastian transfer ini diumumkan langsung oleh pihak DPMM FC melalui situs resmi mereka. Sananta disebut sudah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan klub asal Brunei tersebut mulai musim kompetisi 2025/2026. Langkah ini terbilang berani, mengingat Sananta saat ini sedang berada di puncak performanya dan menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia U-23 maupun senior.
Arah Baru Sang Penyerang: Dari Solo ke Brunei¶
Sananta, yang dikenal dengan insting golnya yang tajam dan pergerakan lincahnya di kotak penalti, memilih untuk mengambil jalur berbeda dalam kariernya. Setelah dua musim membela Persis Solo sejak didatangkan dari PSM Makassar, ia kini siap menjajal atmosfer kompetisi di luar negeri. Liga Super Malaysia, tempat DPMM FC akan berlaga, menjadi panggung baru bagi penyerang berusia 22 tahun ini.
Kepindahan ini terasa lebih sensasional karena Sananta dikabarkan menolak pinangan dari beberapa klub besar di Indonesia. Nama-nama seperti Persija Jakarta sempat disebut-sebut tertarik untuk menggunakan jasanya. Namun, Sananta tampaknya punya visi lain. Ia memilih tantangan baru bersama DPMM FC, klub yang berbasis di Brunei namun berkompetisi di luar negeri.
Profil Klub Baru Sananta: DPMM FC¶
Siapa sebenarnya DPMM FC ini? DPMM FC, singkatan dari Duli Pengiran Muda Mahkota Football Club, adalah klub sepak bola profesional asal Brunei Darussalam. Klub ini dimiliki oleh Putra Mahkota Brunei, Pangeran Al-Muhtadee Billah. Uniknya, meskipun berasal dari Brunei, DPMM FC jarang berkompetisi di liga domestik Brunei. Sebaliknya, mereka punya sejarah panjang bermain di liga negara tetangga.
Sebelum era modern, DPMM FC pernah bermain di Liga Malaysia pada tahun 1990. Kemudian, selama bertahun-tahun, mereka menjadi kontestan reguler di Liga Singapura (Singapore Premier League) dan cukup sukses di sana, bahkan pernah menjuarai liga pada musim 2015 dan 2019. Kini, DPMM FC memutuskan untuk kembali ke kompetisi sepak bola Malaysia. Musim 2025/2026 menandai kembalinya mereka ke panggung Liga Super Malaysia setelah absen selama puluhan tahun.
Kembalinya DPMM FC ke Liga Super Malaysia disambut dengan antusiasme. Kehadiran klub dari luar Malaysia tentu akan menambah warna dan persaingan di liga. Bagi Sananta, ini artinya ia akan bermain di salah satu liga paling kompetitif di kawasan ASEAN. Liga Super Malaysia dihuni banyak pemain berkualitas, baik lokal maupun asing, serta beberapa klub dengan sejarah dan basis penggemar besar.
Mengapa DPMM FC? Mengupas Pilihan Sananta¶
Keputusan Sananta untuk bergabung dengan DPMM FC menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar sepak bola Indonesia. Mengapa menolak tawaran klub besar di tanah air demi berkompetisi di liga tetangga bersama klub yang mungkin belum sepopuler Persis Solo di telinga publik Indonesia? Ada beberapa kemungkinan faktor yang mendasari keputusan ini.
Pertama, mungkin ada tawaran finansial yang menggiurkan dari DPMM FC. Klub yang didukung oleh kerajaan Brunei ini bisa jadi menawarkan paket gaji dan fasilitas yang lebih menarik dibandingkan klub-klub Indonesia yang meminati Sananta.
Kedua, tantangan baru. Bermain di liga yang berbeda, menghadapi gaya permainan yang berbeda, dan beradaptasi dengan lingkungan baru bisa jadi daya tarik tersendiri bagi Sananta untuk mengembangkan kariernya. Liga Super Malaysia dikenal memiliki intensitas fisik yang tinggi dan taktik yang bervariasi. Ini bisa menjadi ajang pembelajaran yang bagus bagi penyerang muda seperti Sananta.
Ketiga, kuota pemain ASEAN. Liga Super Malaysia memiliki aturan kuota pemain asing, termasuk kuota khusus untuk pemain dari negara-negara ASEAN. Sananta akan mengisi kuota ini. Ini menunjukkan bahwa DPMM FC memang secara spesifik mencari pemain berkualitas dari kawasan Asia Tenggara, dan Sananta dianggap sebagai kandidat ideal untuk pos tersebut. Statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia yang memiliki reputasi internasional tentu menjadi nilai tambah.
Keempat, bisa jadi ada faktor non-teknis seperti kenyamanan atau rencana jangka panjang yang ditawarkan oleh DPMM FC. Brunei Darussalam dikenal sebagai negara yang tenang dan memiliki kualitas hidup yang baik. Mungkin lingkungan ini dirasa cocok bagi Sananta dan keluarganya. Sananta sendiri dijadwalkan akan tiba di Brunei bersama keluarganya pada pertengahan Juni 2025.
Perjalanan Karier Sananta Sebelum ke Brunei¶
Mari kita lihat kembali jejak langkah Ramadhan Sananta sebelum memutuskan hijrah ke Brunei. Karier profesional Sananta melesat bak roket. Ia memulai kariernya di level senior bersama Persikabo 1973, sebelum kemudian bergabung dengan PSM Makassar. Di bawah asuhan Bernardo Tavares di PSM, Sananta menjelma menjadi salah satu striker lokal paling mematikan di Liga 1.
Musim 2022/2023 menjadi panggung bagi Sananta. Ia tampil gemilang bersama PSM Makassar, turut membawa Juku Eja meraih gelar juara Liga 1. Kontribusinya sangat signifikan, mencetak banyak gol penting sepanjang musim. Penampilan apiknya ini membuatnya dipanggil ke Timnas Indonesia dan langsung memberikan dampak.
Setelah musim yang sukses bersama PSM, Sananta memutuskan untuk pindah ke Persis Solo pada tahun 2023. Di Persis, ia melanjutkan ketajamannya meski performa tim secara keseluruhan sempat naik turun. Selama dua musim membela Laskar Sambernyawa (hingga akhir musim 2024/2025), Sananta mencatatkan total 13 gol dari 52 penampilan.
Statistik ini menunjukkan konsistensi Sananta sebagai penyerang. Meskipun di musim terakhirnya bersama Persis (musim 2024/2025), ia baru mencetak 5 gol, angka ini masih terbilang baik mengingat persaingan di lini depan dan terkadang ia juga absen karena panggilan tim nasional.
Berikut adalah gambaran singkat statistik Sananta di level klub dan timnas (hingga data terakhir):
| Klub/Tim Nasional | Periode | Penampilan | Gol |
|---|---|---|---|
| PSM Makassar | 2022-2023 | Liga 1 | 11 |
| Persis Solo | 2023-2025 | 52 | 13 |
| Timnas Indonesia | Sejak … | 14 | 5 |
Catatan: Statistik di atas mungkin sedikit berbeda tergantung sumber, namun memberikan gambaran umum kontribusinya.
Menatap Liga Super Malaysia: Tantangan Baru Sananta¶
Liga Super Malaysia bukanlah kompetisi yang bisa dianggap remeh. Klub-klub seperti Johor Darul Ta’zim (JDT) telah mendominasi liga dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi kekuatan regional. Namun, ada juga klub-klub kuat lainnya seperti Selangor FC, Kedah Darul Aman FC, Terengganu FC, dan lain-lain yang siap memberikan perlawanan sengit.
Bagi DPMM FC, kembali ke Liga Super Malaysia adalah langkah besar. Mereka tentu ingin menunjukkan bahwa mereka layak bersaing di level tertinggi sepak bola Malaysia. Rekrutmen Sananta, seorang penyerang top dari negara tetangga dengan rekam jejak yang terbukti, jelas menunjukkan ambisi tersebut. Sananta diharapkan bisa menjadi tumpuan di lini depan DPMM FC, mencetak gol-gol penting, dan membantu tim meraih hasil maksimal.
Musim 2025/2026 Liga Super Malaysia dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan Agustus, didahului dengan sesi pramusim yang akan dimulai DPMM FC pada awal Juli. Sananta punya waktu sekitar satu bulan lebih untuk beradaptasi dengan rekan-rekan barunya, gaya permainan tim, dan lingkungan di Brunei sebelum kompetisi dimulai.
Adaptasi ini krusial. Perbedaan budaya, cuaca, dan gaya bermain di Liga Super Malaysia bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, Sananta dikenal sebagai pemain yang profesional dan memiliki mentalitas yang kuat. Pengalamannya bermain di level internasional bersama Timnas Indonesia seharusnya membantunya dalam proses adaptasi ini.
Implikasi Bagi Timnas Indonesia¶
Kepindahan Sananta ke Liga Super Malaysia juga menarik untuk dilihat dari sudut pandang Timnas Indonesia. Apakah bermain di Liga Super Malaysia akan meningkatkan kualitas permainannya atau justru sebaliknya?
Secara umum, bermain di luar negeri sering dianggap sebagai langkah positif untuk perkembangan pemain, terutama jika liganya memiliki standar yang baik. Liga Super Malaysia memiliki standar yang kompetitif, dan Sananta akan berhadapan dengan bek-bek berkualitas serta pemain-pemain asing yang mumpuni. Ini bisa memacu Sananta untuk terus meningkatkan kemampuannya.
Namun, ada juga kekhawatiran mengenai visibilitasnya bagi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Meskipun Malaysia dan Brunei tidak terlalu jauh, monitoring performa Sananta mungkin tidak sesering ketika ia bermain di Liga 1. Sananta harus memastikan performanya tetap konsisten dan menonjol agar terus mendapatkan panggilan ke Timnas.
Di sisi lain, pengalaman bermain di liga yang berbeda bisa memperkaya wawasannya dan membantunya menjadi pemain yang lebih komplit. Jika ia berhasil bersinar di Liga Super Malaysia, itu akan menjadi bukti bahwa ia adalah penyerang berkualitas yang mampu bersaing di level regional.
Reaksi Penggemar¶
Kabar kepindahan Sananta ini tentu menimbulkan beragam reaksi di kalangan penggemar sepak bola, terutama fans Persis Solo dan Timnas Indonesia.
Fans Persis Solo mungkin merasa sedih kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Sananta telah menjadi idola baru di kalangan suporter Laskar Sambernyawa berkat gol-gol dan semangat juangnya. Kehilangan striker utama tentu akan menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen Persis Solo untuk mencari pengganti yang sepadan.
Fans Timnas Indonesia mungkin terbagi pendapatnya. Ada yang mendukung langkah Sananta sebagai upaya mencari tantangan dan pengalaman baru di luar negeri. Ada pula yang mungkin khawatir kepindahan ini akan mengurangi jam terbangnya atau membuatnya kesulitan beradaptasi. Namun, mayoritas berharap Sananta bisa sukses di klub barunya dan terus menjadi andalan Timnas.
Berikut kutipan resmi dari DPMM FC yang mengumumkan transfer ini:
“Ramadhan Sananta setuju menandatangani kontrak dengan DPMM FC untuk musim 2025/2026,” ujar DPMM di situs resmi klub.
“DPMM FC telah mengamankan pemain kuota ASEAN, setelah Ramadhan Sinanta setuju untuk bergabung dengan klub Brunei tersebut untuk musim 2025/2026.”
Pengumuman ini menegaskan bahwa kesepakatan sudah terjalin dan Sananta akan menjadi bagian penting dari skuad DPMM FC untuk musim depan.
Masa Depan Ramadhan Sananta di Brunei¶
Dengan bergabungnya Sananta, DPMM FC kini memiliki amunisi baru yang menjanjikan di lini depan. Sananta diharapkan bisa berduet dengan pemain lain atau menjadi target man utama dalam skema permainan tim. Kemampuannya dalam positioning, finishing, dan duel udara bisa menjadi aset berharga bagi DPMM FC.
Selain Sananta, DPMM FC tentu juga akan merekrut pemain-pemain lain untuk memperkuat tim dalam menghadapi ketatnya persaingan Liga Super Malaysia. Fokus pada rekrutmen pemain berkualitas, baik lokal Brunei, regional ASEAN, maupun internasional, akan menjadi kunci kesuksesan mereka di musim mendatang.
Perjalanan Sananta di Brunei Darussalam bersama DPMM FC patut dinantikan. Ini adalah babak baru dalam karier penyerang muda berbakat Indonesia ini. Semoga ia bisa cepat beradaptasi, menampilkan performa terbaiknya, dan terus mencetak gol-gol yang membanggakan bagi klub barunya dan juga bagi Timnas Indonesia.
Mari kita dukung terus langkah Sananta di kancah sepak bola regional! Bagaimana pendapatmu tentang kepindahan Sananta ini? Apakah ini langkah yang tepat untuk kariernya? Bagikan pandanganmu di kolom komentar!
Posting Komentar