Ramadhan Sananta Terbang ke Brunei! Siap Merumput Musim Depan?
Kabar mengejutkan datang dari penyerang muda Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta. Pemain yang sebelumnya membela Persis Solo ini dipastikan tidak akan lagi berseragam Laskar Sambernyawa untuk musim depan. Tujuan Sananta selanjutnya ternyata berada di luar negeri, tepatnya di Brunei Darussalam. Dia telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan klub DPMM FC.
DPMM FC sendiri yang mengumumkan kepindahan Sananta ini lewat situs resmi mereka. Sananta sepakat untuk membela klub asal Brunei tersebut mulai musim 2025/2026. Kepindahannya ini juga sekaligus mengisi kuota pemain asing dari zona ASEAN di skuad DPMM FC. Ini tentu jadi langkah berani bagi Sananta untuk berkarier di luar Indonesia.
Keputusan Sananta bergabung dengan DPMM FC ini cukup mencuri perhatian, apalagi disebutkan bahwa dia menolak tawaran dari beberapa klub besar Liga 1 Indonesia, termasuk Persija Jakarta. Sananta diperkirakan akan segera bertolak ke Brunei pada pertengahan Juni mendatang. Dia tidak sendirian, rencananya keluarganya juga akan ikut menemani.
Perjalanan ke Brunei di pertengahan Juni ini dimaksudkan agar Sananta bisa langsung bergabung dengan tim untuk persiapan pramusim. Sesi pramusim DPMM FC dijadwalkan akan dimulai pada awal Juli. Tujuannya jelas, agar Sananta punya cukup waktu beradaptasi dan menyatu dengan tim sebelum kick-off Liga Super Malaysia.
Petualangan Baru di Liga Super Malaysia¶
Ya, Liga Super Malaysia akan menjadi panggung baru bagi Ramadhan Sananta. DPMM FC sendiri memang berkompetisi di Liga Malaysia. Menariknya, musim 2025/2026 nanti akan jadi momen kembalinya DPMM FC ke kasta tertinggi Liga Malaysia setelah sempat absen dan lebih lama berkompetisi di Liga Singapura. Ini tentu jadi tantangan tersendiri, baik bagi klub maupun bagi Sananta.
Sebelum menyambut musim baru di Malaysia, DPMM FC saat ini masih menyelesaikan sisa kompetisi mereka di Liga Singapura. Mereka masih berlaga di semifinal Piala Singapura yang dijadwalkan pada 21 Mei, serta melakoni laga terakhir liga pada 24 Mei. Ini menunjukkan bahwa tim yang akan dibela Sananta adalah tim yang aktif berkompetisi di level regional.
Di klasemen akhir Liga Singapura, DPMM FC menempati posisi keenam. Dari 31 pertandingan yang mereka jalani, DPMM FC berhasil mengumpulkan 41 poin. Jarak poin mereka cukup jauh dari juara Liga Singapura, Lion City Sailors, yang mengoleksi 71 poin. Meski begitu, pengalaman bertanding di Singapura tentu jadi modal berharga sebelum mengarungi ketatnya Liga Super Malaysia.
Pihak klub DPMM FC menyambut gembira kedatangan Sananta. Melalui situs resmi mereka, mereka menegaskan kembali kesepakatan ini. “Ramadhan Sinanta setuju menandatangani kontrak dengan DPMM FC untuk musim 2025/2026,” begitu pernyataan klub. Mereka juga menyebutkan pentingnya Sananta sebagai pemain yang mengisi kuota ASEAN.
“DPMM FC telah mengamankan pemain kuota ASEAN, setelah Ramadhan Sinanta setuju untuk bergabung dengan klub Brunei tersebut untuk musim 2025/2026,” tambah pernyataan dari DPMM FC. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa Sananta adalah pilihan utama mereka untuk slot pemain dari negara anggota ASEAN.
Sananta: Kilas Balik Karier Sebelum ke Brunei¶
Sebelum memutuskan berpetualang ke Brunei, Ramadhan Sananta adalah salah satu striker muda paling bersinar di Indonesia. Namanya mulai dikenal luas saat membela PSM Makassar di Liga 1. Di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares, Sananta menjelma menjadi penyerang haus gol dan turut membawa Juku Eja menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.
Penampilan gemilangnya bersama PSM Makassar membuat Persis Solo tertarik merekrutnya. Sananta bergabung dengan Persis Solo pada tahun 2023. Selama dua musim membela tim asal Solo tersebut, catatan statistiknya cukup baik. Ia berhasil mencetak total 13 gol dari 52 pertandingan yang dimainkannya di semua ajang bersama Persis Solo.
Di musim yang baru saja berakhir ini, Sananta mencatatkan lima gol untuk Persis Solo. Angka ini mungkin tidak sebanyak musim sebelumnya, namun kontribusinya tetap dirasakan oleh tim. Sananta juga menjadi andalan di lini depan Timnas Indonesia, baik di level junior maupun senior.
Di level Timnas Indonesia senior, Sananta telah mengoleksi 14 caps. Dari belasan penampilannya itu, ia berhasil mencetak lima gol. Salah satu momen paling diingat tentu adalah kontribusinya di SEA Games 2023 Kamboja, di mana ia menjadi salah satu aktor kunci keberhasilan Timnas U-22 meraih medali emas setelah penantian 32 tahun, bahkan menjadi topskor turnamen bersama dengan beberapa pemain lain.
Perjalanan karier Sananta yang relatif singkat namun meroket ini menunjukkan potensi besar dalam dirinya. Dari pemain yang kurang dikenal, ia mampu membuktikan diri sebagai striker yang patut diperhitungkan di level klub maupun internasional. Kini, ia memilih jalan berbeda dengan berkarier di luar negeri.
Mengapa DPMM FC? Sebuah Analisis Langkah Sananta¶
Keputusan Ramadhan Sananta untuk hijrah ke DPMM FC di Brunei Darussalam, apalagi setelah menolak tawaran klub besar Indonesia, tentu menimbulkan banyak pertanyaan. Apa yang membuat klub dari Brunei yang bermain di Liga Malaysia ini begitu menarik bagi striker berusia 22 tahun ini?
Salah satu faktor yang mungkin berperan adalah tawaran yang diberikan oleh DPMM FC. Bisa jadi, klub Brunei ini menawarkan paket yang menarik, baik dari segi finansial maupun dari segi jaminan bermain atau proyek jangka panjang. Berkarier di luar negeri, meski bukan di liga ‘top’ Asia, seringkali menawarkan pengalaman dan tantangan baru yang sulit didapatkan di liga domestik.
Bagi Sananta, ini bisa menjadi kesempatan untuk keluar dari zona nyaman Liga 1. Dia akan dihadapkan pada lingkungan baru, rekan setim baru, gaya bermain yang berbeda, dan kompetisi yang mungkin punya karakteristik lain dibanding Liga Indonesia. Adaptasi ini penting untuk perkembangannya sebagai pemain.
DPMM FC sendiri tampaknya serius dalam mempersiapkan diri kembali ke Liga Super Malaysia. Mereka membutuhkan pemain berkualitas untuk bisa bersaing di level tersebut. Mengamankan jasa Sananta, yang punya reputasi sebagai striker Timnas dan topskor SEA Games, menunjukkan ambisi mereka. Sananta kemungkinan besar diproyeksikan menjadi penyerang utama atau setidaknya salah satu tumpuannya di lini depan.
Liga Super Malaysia sendiri dikenal sebagai salah satu liga paling kompetitif di Asia Tenggara. Tim-tim seperti Johor Darul Ta’zim (JDT), Selangor FC, dan lainnya memiliki kualitas di atas rata-rata. Bermain melawan tim-tim ini secara rutin akan menguji kemampuan Sananta dan memberinya pelajaran berharga.
Kelebihan Berkarier di Luar Negeri (Bagi Sananta):
- Pengalaman Baru: Menghadapi lingkungan, budaya, dan gaya sepak bola yang berbeda.
- Tantangan Mental: Menguji kemampuan adaptasi dan kemandirian jauh dari rumah.
- Potensi Eksposur: Jika tampil gemilang, bisa saja menarik perhatian klub dari liga yang lebih tinggi.
- Fokus Penuh: Jauh dari hiruk pikuk media dan ekspektasi berlebihan di Indonesia, bisa lebih fokus pada permainan.
- Kemungkinan Finansial: Seringkali tawaran dari luar negeri lebih menarik.
Potensi Risiko/Tantangan:
- Adaptasi: Kesulitan beradaptasi dengan cuaca, makanan, budaya, dan rekan setim baru.
- Gaya Bermain: Liga Malaysia mungkin punya karakteristik fisik atau taktik yang berbeda.
- Menit Bermain: Persaingan ketat, tidak ada jaminan langsung jadi pilihan utama.
- Dampak ke Timnas: Perlu performa konsisten agar tetap dipanggil Timnas.
Peran Sananta di DPMM FC dan Dampaknya Bagi Timnas¶
Sebagai pemain yang didatangkan dengan kuota ASEAN dan memiliki reputasi sebagai striker tim nasional, Ramadhan Sananta kemungkinan besar akan diberi peran penting di lini depan DPMM FC. Dia diharapkan bisa menjadi sumber gol utama bagi tim tersebut di Liga Super Malaysia 2025/2026. Keberhasilan Sananta akan sangat bergantung pada seberapa cepat dia bisa beradaptasi dan menemukan chemistry dengan rekan-rekan barunya.
Tantangan terbesar bagi Sananta di Brunei adalah adaptasi. Tidak hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan. Tinggal di negara baru, dengan budaya yang berbeda, memerlukan mental yang kuat. Namun, kabar baiknya adalah ia akan ditemani keluarga, yang tentu akan sangat membantu proses adaptasi tersebut.
Bagaimana dampaknya bagi Timnas Indonesia? Bermain di liga yang lebih kompetitif dari Liga 1 (dalam beberapa aspek, terutama di tim papan atasnya) bisa menjadi nilai tambah bagi Sananta. Jika ia berhasil menunjukkan performa apik dan konsisten di Liga Super Malaysia, ini akan menjaga level permainannya atau bahkan meningkatkannya. Persaingan di luar negeri seringkali memaksa pemain untuk terus berkembang.
Namun, jika Sananta kesulitan mendapatkan menit bermain atau performanya menurun akibat sulit beradaptasi, ini bisa menjadi masalah bagi Timnas. Pemain yang berkarier di luar negeri diharapkan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar berkat pengalaman mereka. Pemilihan klub dan liga yang tepat sangat krusial. Dalam kasus Sananta, DPMM FC dan Liga Super Malaysia tampaknya dilihat sebagai langkah yang tepat untuk saat ini.
Ini juga menjadi sinyal positif bagi sepak bola Indonesia, bahwa pemain-pemain muda kita mulai berani mengambil langkah untuk berkarier di luar negeri. Semakin banyak pemain Indonesia yang bermain di liga-liga yang lebih baik, semakin bagus pula kualitas tim nasional kita di masa depan.
Bagaimana Persis Solo Tanpa Sananta?¶
Kepergian Ramadhan Sananta tentu menjadi kehilangan besar bagi Persis Solo. Selama dua musim terakhir, Sananta adalah salah satu tumpuan di lini depan Laskar Sambernyawa. Meskipun golnya di musim terakhir tidak sebanyak musim sebelumnya, kehadirannya tetap penting dalam skema permainan tim.
Pelatih Persis Solo dan manajemen kini harus bergerak cepat mencari pengganti yang sepadan. Kehilangan penyerang lokal berkualitas seperti Sananta bukanlah perkara mudah. Mereka mungkin harus mencari striker lokal lain yang sedang naik daun atau mengoptimalkan penyerang yang sudah ada.
Proses transisi ini akan menarik untuk disaksikan. Persis Solo harus memastikan bahwa kepergian Sananta tidak mengganggu kekuatan tim secara signifikan untuk menghadapi kompetisi musim depan. Siapa pun yang akan menggantikan perannya, beban ekspektasi tentu akan cukup besar.
Kepergian Sananta juga menunjukkan bahwa klub-klub Indonesia harus siap kehilangan pemain terbaiknya jika ada tawaran dari luar negeri yang menarik. Ini adalah bagian dari dinamika sepak bola profesional. Di satu sisi ini bagus untuk perkembangan pemain, di sisi lain jadi tantangan bagi klub Liga 1 untuk mempertahankan talenta terbaik.
Menanti Debut Sananta di Brunei¶
Semua mata kini akan tertuju pada Ramadhan Sananta saat ia memulai petualangan barunya di Brunei Darussalam bersama DPMM FC. Publik sepak bola Indonesia tentu berharap Sananta bisa sukses dan bersinar di Liga Super Malaysia. Keberhasilannya di sana akan menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia lainnya untuk mengikuti jejaknya.
Musim 2025/2026 memang masih terbilang cukup lama, mengingat pramusim baru dimulai Juli 2025 dan kompetisi dimulai Agustus 2025. Ini memberikan waktu yang cukup bagi Sananta untuk mempersiapkan diri. Namun, proses adaptasi harus dimulai sejak ia tiba di Brunei pada Juni 2025.
Menarik untuk melihat bagaimana Ramadhan Sananta akan berduet dengan pemain DPMM FC lainnya dan bagaimana ia akan menghadapi bek-bek tangguh di Liga Super Malaysia. Semoga saja keputusannya ini adalah langkah yang tepat untuk pengembangan kariernya dan bisa membawa dampak positif bagi Timnas Indonesia.
Mari kita saksikan bersama bagaimana kiprah Ramadhan Sananta di negeri Jiran nanti!
Cuplikan Gol Ramadhan Sananta (Sebagai Referensi):
Penting untuk melihat kembali beberapa aksi Sananta yang membuatnya menjadi incaran klub luar negeri. Berikut adalah salah satu cuplikan gol atau aksinya yang bisa memberikan gambaran potensinya:

Silakan ganti VIDEO_ID_EXAMPLE dengan ID video YouTube yang relevan dan tersedia untuk embedding, contohnya cuplikan gol atau highlight Sananta.
Ini hanya contoh, pastikan mencari video YouTube yang benar-benar relevan dan bisa disematkan.
Gimana menurut kalian soal kepindahan Sananta ini? Apakah ini langkah yang tepat? Bakal sukses nggak dia di Liga Super Malaysia bareng DPMM FC? Yuk, share pendapat kalian di kolom komentar!
Posting Komentar