Kesempatan Emas! Alfamidi & Alfamart Buka Lowongan Kerja Khusus Difabel di Medan!

Table of Contents

Kesempatan Emas! Alfamidi & Alfamart Buka Lowongan Kerja Khusus Difabel di Medan!

Suasana begitu hidup dan ramai di Hall Universitas Prima Medan hari itu. Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan lagi ngadain yang namanya bursa kerja atau job fair. Acara ini emang selalu ditunggu-tunggu, dan kali ini antusiasmenya luar biasa. Baru dibuka sebentar aja, udah ada ribuan pencari kerja yang datang memadati lokasi. Mereka datang dari berbagai latar belakang, membawa harapan dan berkas lamaran, siap buat mencari kesempatan baru.

Keramaian ini nunjukkin satu hal penting: kebutuhan akan pekerjaan di Medan masih tinggi banget. Banyak warga yang lagi berjuang buat dapetin posisi di sektor formal. Makanya, acara job fair kayak gini jadi momen yang sangat berarti buat mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan yang lagi buka lowongan. Ini effort nyata dari pemerintah kota buat ngebantu masyarakatnya.

Wali Kota Turun Langsung: Dukungan Penuh untuk Pencari Kerja

Wali Kota Medan, Rico Waas, nggak ketinggalan buat nengok langsung acara ini. Beliau didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ilyan Chandra Simbolon. Saat tinjauan, Rico Waas ngasih info yang bikin semangat. Ada 56 perusahaan ikutan dalam job fair ini, dan mereka nyediain total 2.149 lowongan kerja. Jenis lowongannya juga beragam, mencakup 203 posisi jabatan yang berbeda. Peluangnya dibagi buat 928 laki-laki dan sisanya buat perempuan.

Wali Kota Rico Waas juga ngomongin soal pentingnya meningkatkan investasi di Kota Medan. Menurut beliau, buat ngebuka lebih banyak lapangan kerja, investasi tuh kuncinya. Makanya, pemerintah kota berusaha keras buat mastiin Medan ini jadi tempat yang aman dan nyaman buat berinvestasi. Proses pengurusan izin juga diupayakan biar cepet dan mudah. Semua ini dilakuin demi menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Selain investasi, Rico Waas juga negasin soal pentingnya keterampilan dan keahlian buat para pencari kerja. Pemerintah Kota Medan nggak cuma ngadain job fair, tapi juga kerja sama sama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas. Mereka nyelenggarain berbagai pelatihan biar skill para pencari kerja makin mantap. Soalnya, skill yang bagus tuh jadi daya tarik tersendiri di mata perusahaan. Jadi, ibaratnya, job fair ini pintunya, pelatihannya itu kuncinya biar bisa masuk.

Sorotan Spesial: Peluang Kerja untuk Difabel

Ada satu hal yang bikin Wali Kota Rico Waas happy banget di job fair kali ini. Beliau ngasih apresiasi khusus buat perusahaan yang membuka diri dan nyediain lowongan kerja buat teman-teman difabel. Ini langkah yang luar biasa dan patut dicontoh. Ketenagakerjaan yang inklusif itu penting banget, karena semua orang, tanpa terkecuali, punya hak dan potensi buat berkontribusi di dunia kerja.

“Menariknya, ada perusahaan yang menerima kawan-kawan difabel. Kami apresiasi perusahaan yang melakukan hal tersebut. Semoga mereka yang hadir di sini, langsung diterima,” kata Rico Waas dengan semangat. Ini bukan cuma soal angka, tapi juga soal pengakuan dan kesempatan yang setara. Ketika perusahaan membuka pintu buat difabel, itu artinya mereka ngeliat potensi, bukan keterbatasan.

Salah satu pencari kerja difabel yang hadir dan sempat ngobrol sama Wali Kota adalah Ummu Aina Lubis. Cewek 24 tahun ini tuna daksa sejak lahir, tapi semangatnya buat dapetin kerja nggak kalah sama yang lain. Dia tahu info job fair ini dari media sosial Dinas Ketenagakerjaan Medan. Tanpa ragu, Ummu datang dengan surat lamaran di tangan, tujuannya satu: Alfamidi.

Ummu ngaku pengen banget diterima jadi kasir di Alfamidi. Pengalaman kerja udah dia punya sebelumnya, pernah jadi operator di perusahaan swasta lewat biro jasa, tapi kontraknya udah selesai. Jadi, sekarang dia lagi berjuang lagi buat nyari kerja. “Saya melamar sebagai kasir,” katanya penuh harap. Cerita Ummu ini jadi representasi dari banyak teman difabel lain yang juga ngebet pengen punya pekerjaan tetap dan mandiri.

Harapan Ummu Aina Lubis:

“Semoga saya diterima, semoga banyak peluang untuk difabel,” harap Ummu. Harapan ini bukan cuma buat dirinya sendiri, tapi juga buat semua teman difabel di Medan dan di seluruh Indonesia. Semakin banyak perusahaan yang sadar dan membuka diri, semakin besar juga kesempatan buat mereka. Inklusivitas di dunia kerja bukan cuma tanggung jawab pemerintah, tapi juga tanggung jawab kita semua, termasuk sektor swasta.

Siapa Aja Perusahaan yang Buka Lowongan Difabel?

Nah, buat teman-teman difabel di Medan yang lagi nyari kerja, ada kabar baik nih! Di job fair ini, ada dua perusahaan retail raksasa yang buka lowongan khusus buat kalian. Mereka adalah Alfamidi dan Alfamart. Dua nama besar ini udah dikenal banget di masyarakat.

Masing-masing perusahaan ini nyediain lima lowongan kerja yang emang diperuntukkan buat para difabel. Posisi yang ditawarin tuh di toko dan di gudang. Ini jadi kesempatan emas buat teman-teman difabel buat nunjukkin kalo mereka punya skill dan bisa berkontribusi di lingkungan kerja retail modern.

  • Alfamidi: 5 lowongan difabel (Posisi di Toko & Gudang)
  • Alfamart: 5 lowongan difabel (Posisi di Toko & Gudang)

Ini total ada 10 lowongan khusus difabel dari dua perusahaan gede. Angka ini mungkin terlihat kecil, tapi ini langkah awal yang signifikan dan patut diapresiasi.

Rizki Kartika, salah satu tenaga rekruitmen dari Alfamidi, ngejelasin kenapa perusahaannya buka lowongan khusus difabel. Menurut dia, Alfamidi punya kewajiban buat menerima karyawan difabel sebanyak satu persen dari total jumlah karyawan mereka. Kuota ini sebelumnya udah terpenuhi, tapi karena jumlah karyawan terus bertambah seiring perkembangan perusahaan, otomatis kuota satu persen itu jadi harus ditambah lagi. Makanya, mereka buka rekrutmen lagi khusus buat teman-teman difabel.

Ini ngasih gambaran kalo program inklusi ini emang udah jadi bagian dari kebijakan perusahaan, bukan cuma acara sesaat. Ini juga nunjukkin pertumbuhan perusahaan yang ngarepnya bisa terus beriringan sama pertumbuhan kesempatan kerja buat semua kalangan, termasuk difabel.

Pentingnya Program Inklusi di Dunia Kerja

Program penerimaan karyawan difabel kayak yang dilakuin Alfamidi dan Alfamart ini punya banyak manfaat. Buat perusahaan, ini bukan cuma pemenuhan kewajiban, tapi juga bisa memperkaya diversity dan perspektif di lingkungan kerja. Karyawan difabel seringkali punya ketangguhan, kreativitas, dan sudut pandang yang unik.

Buat para difabel sendiri, punya pekerjaan tuh penting banget. Ini bukan cuma soal dapet penghasilan, tapi juga soal harga diri, kemandirian, dan kesempatan buat bersosialisasi serta mengembangkan potensi diri. Pekerjaan ngasih mereka sense of belonging dan bukti kalo mereka adalah bagian aktif dari masyarakat.

Sayangnya, aksesibilitas dan kesempatan kerja buat difabel masih jadi tantangan di banyak tempat. Masih ada aja stigma atau keraguan dari beberapa perusahaan. Makanya, langkah Alfamidi dan Alfamart ini bener-bener jadi angin segar dan harapannya bisa diikuti sama perusahaan lain. Pemerintah juga udah punya undang-undang yang mengatur soal kuota difabel ini (minimal 1% di swasta dan 2% di instansi pemerintah), jadi perusahaan memang sebaiknya memenuhi kewajiban ini.

Proses dan Harapan ke Depan

Buat para pencari kerja difabel yang kemarin dateng ke job fair ini, ngarepnya proses seleksi berjalan lancar. Mereka udah nunjukkin keberanian dan kemauan buat berjuang. Sekarang tinggal nunggu respon dari perusahaan. Pengalaman Ummu Aina yang langsung ngelamar jadi kasir nunjukkin kalo teman-teman difabel tuh punya keinginan dan target yang jelas.

Job fair ini juga jadi pengingat buat semua pihak. Pemerintah perlu terus ngadain acara serupa dan ningkatin pelatihan vokasi. Perusahaan perlu makin membuka diri dan ngasih kesempatan yang setara. Masyarakat juga perlu support dan nggak lagi mandang sebelah mata kemampuan teman-teman difabel.

Kisah Ummu Aina yang datang dengan percaya diri dan harapan besar adalah representasi dari semangat juang para pencari kerja difabel. Mereka cuma butuh kesempatan. Semoga Alfamidi dan Alfamart bisa jadi pintu masuk yang baik buat Ummu Aina dan teman-teman difabel lainnya. Dan semoga, job fair ini bukan cuma acara sesaat, tapi jadi awal dari lebih banyak kesempatan inklusif di dunia kerja Medan.

Gimana pendapat kalian soal job fair dan kesempatan kerja buat difabel ini? Udah punya pengalaman atau cerita terkait? Share di kolom komentar ya!

Posting Komentar