Ngiler! 16 Resep Kue Basah Jualan Ramadan, Gampang Bikinnya!

Table of Contents

Ramadan sebentar lagi tiba! Salah satu yang paling ditunggu saat bulan puasa adalah momen berburu takjil untuk berbuka. Nah, kalau ngomongin takjil, kue basah itu ibarat primadona yang nggak pernah absen. Teksturnya yang lembut, rasanya yang manis atau gurih, bikin siapapun ketagihan. Ini dia kesempatan emas buat kamu yang pengen nambah cuan selama Ramadan!

Baik kamu masih pemula banget di dapur atau sudah jago masak, daftar resep kue basah ini gampang banget diikuti. Cocok banget buat ide jualan laris manis di pasar takjil. Yuk, langsung kita intip 16 resep kue basah tradisional yang bisa kamu coba!

16 Resep Kue Basah Jualan Ramadan

1. Klepon

Siapa sih yang nggak kenal klepon? Kue bulat hijau ini hits banget dengan isian gula merah lumer di mulut dan balutan kelapa parut yang gurih. Perpaduan manis dan gurihnya pas banget buat takjil.

Bahan-bahan:

  • 200 gram tepung ketan kualitas bagus
  • 100 ml air hangat, sesuaikan sampai adonan kalis
  • Beberapa tetes pewarna hijau alami (dari pandan) atau pewarna makanan
  • Secukupnya garam halus
  • 50 gram gula merah, sisir halus atau potong kecil-kecil biar gampang meleleh
  • 100 gram kelapa parut setengah tua, kukus sebentar dengan sedikit garam

Cara Membuat:

  1. Siapkan wadah, campur tepung ketan dengan garam. Tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk. Beri beberapa tetes pewarna hijau, uleni lagi sampai warnanya merata.
  2. Ambil sedikit adonan, pipihkan. Isi bagian tengahnya dengan potongan gula merah. Tutup dan bulatkan sampai rapat, pastikan gula merah nggak bocor ya!
  3. Didihkan air dalam panci. Masukkan bulatan klepon ke dalam air mendidih. Rebus hingga klepon mengapung, tandanya sudah matang. Angkat klepon dengan saringan.
  4. Segera gulingkan klepon yang masih panas ke dalam kelapa parut kukus. Pastikan semua permukaan klepon terbalut rata dengan kelapa. Sajikan. Tips jualan: Sajikan dalam kemasan mika kecil berisi beberapa butir klepon agar lebih menarik.

2. Nagasari

Kue nagasari ini lembut banget di lidah. Terbuat dari adonan tepung beras dan santan yang dikukus dengan irisan pisang di dalamnya, dibungkus daun pisang. Aromanya harum, rasanya manis legit dari pisang.

Bahan-bahan:

  • 150 gram tepung beras
  • 400 ml santan kental dari 1 butir kelapa
  • 100 gram gula pasir (bisa ditambah atau dikurangi sesuai selera)
  • Sejumput garam
  • 2-3 lembar daun pandan, potong-potong
  • 2 buah pisang raja atau pisang tanduk yang matang, kukus sebentar lalu iris serong atau memanjang
  • Daun pisang secukupnya untuk membungkus, layukan di atas api sebentar agar tidak mudah sobek

Cara Membuat:

  1. Campur tepung beras, gula pasir, dan garam dalam panci. Aduk rata.
  2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga tidak ada gumpalan tepung. Masukkan potongan daun pandan.
  3. Panaskan adonan di atas api kecil sambil terus diaduk menggunakan spatula kayu atau whisk. Masak hingga adonan mengental seperti bubur sumsum. Angkat dan dinginkan sebentar.
  4. Ambil selembar daun pisang yang sudah dilayukan. Letakkan 1-2 sendok makan adonan di tengah daun, pipihkan sedikit. Letakkan sepotong pisang di atas adonan, lalu tutup lagi dengan sedikit adonan.
  5. Lipat rapi daun pisang seperti membungkus pepes atau tum. Lakukan sampai semua adonan habis.
  6. Susun bungkusan nagasari dalam kukusan yang sudah dipanaskan sebelumnya. Kukus selama kurang lebih 30-40 menit hingga matang sempurna dan adonan padat. Sajikan setelah agak dingin. Tips jualan: Pastikan bungkusan rapi dan padat agar kue tidak buyar saat diambil pembeli.

3. Lapis Legit

Kalau yang satu ini memang ‘naik level’, butuh kesabaran ekstra karena prosesnya berlapis-lapis. Tapi jangan salah, lapis legit punya penggemar setia lho! Rasanya manis legit dengan aroma rempah yang kuat, teksturnya padat tapi lembut.

Bahan-bahan:

  • 250 gram mentega/butter (gunakan kualitas bagus agar harum)
  • 200 gram tepung terigu protein rendah, ayak
  • 10 butir kuning telur ukuran besar
  • 150 gram gula pasir halus
  • 1 sdt bumbu spekuk (campuran kayu manis, pala, cengkeh)
  • ½ sdt vanili bubuk

Cara Membuat:

  1. Panaskan oven pada suhu 160-170 derajat Celcius. Siapkan loyang persegi ukuran 18x18 cm atau 20x20 cm, olesi mentega dan alasi kertas roti.
  2. Kocok mentega dan gula pasir hingga mengembang, pucat, dan lembut. Gunakan mixer dengan kecepatan tinggi.
  3. Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok hingga tercampur rata dan adonan mengembang sempurna.
  4. Masukkan tepung terigu, bumbu spekuk, dan vanili bubuk yang sudah diayak. Aduk rata menggunakan spatula dengan teknik aduk balik hingga tercampur sempurna, jangan overmix.
  5. Bagi adonan menjadi beberapa bagian sama rata (sekitar 10-12 bagian untuk 10-12 lapisan).
  6. Tuang satu bagian adonan ke dalam loyang, ratakan. Panggang menggunakan api atas saja selama 5-7 menit hingga permukaannya berwarna kuning kecoklatan.
  7. Keluarkan loyang sebentar, tekan permukaan kue yang sudah matang dengan penekan kue atau dasar gelas agar padat dan rata. Tuang lapisan adonan kedua, ratakan kembali.
  8. Panggang kembali dengan api atas hingga matang. Ulangi proses ini sampai adonan habis. Untuk lapisan terakhir, panggang menggunakan api atas dan bawah selama sekitar 10-15 menit agar seluruh kue matang sempurna.
  9. Dinginkan lapis legit di atas rak kawat sebelum dipotong. Potong sesuai selera dan kemas rapi. Tips jualan: Potong ukuran mini agar harganya terjangkau, cocok untuk takjil satuan.

4. Kue Lumpur

Kue lumpur identik dengan teksturnya yang super lembut, lumer di mulut, dan rasa gurih santan berpadu dengan manis. Versi klasik biasanya menggunakan kentang sebagai bahan utama, yang memberikan tekstur khas.

Bahan-bahan:

  • 200 gram kentang, kukus hingga empuk lalu haluskan selagi panas
  • 100 gram tepung terigu protein sedang
  • 400 ml santan sedang kentalnya
  • 100 gram gula pasir
  • 2 butir telur ayam
  • Sejumput garam
  • Secukupnya vanili bubuk atau ekstrak vanila
  • Toping sesuai selera (misalnya kismis, nangka, atau kelapa muda)

Cara Membuat:

  1. Dalam wadah besar, campurkan kentang halus selagi masih hangat dengan gula pasir, aduk hingga gula larut.
  2. Masukkan telur satu per satu sambil dikocok ringan hingga tercampur rata.
  3. Masukkan tepung terigu, garam, dan vanili. Aduk rata.
  4. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil. Bisa juga disaring agar lebih halus.
  5. Panaskan cetakan kue lumpur (biasanya dari besi atau teflon) di atas api kecil. Olesi tipis dengan minyak atau margarin jika perlu.
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga sekitar ¾ penuh.
  7. Tutup cetakan dan masak hingga permukaan kue setengah set. Beri topping sesuai selera (kismis, potongan nangka, dll).
  8. Tutup kembali dan masak hingga kue matang sempurna (permukaannya tidak basah lagi).
  9. Angkat kue lumpur dengan bantuan sendok atau garpu. Dinginkan sebentar di atas rak kawat sebelum dikemas. Tips jualan: Kue lumpur paling enak disajikan hangat, tapi untuk jualan bisa disajikan dalam suhu ruang. Kemas satu per satu dalam cup kertas.

5. Kue Putu Ayu

Kue putu ayu ini warnanya hijau cantik, teksturnya lembut berpori, dan ada topping kelapa parut yang gurih di atasnya. Aroma pandan dan kelapanya bikin ngiler!

Bahan-bahan:

  • 200 gram tepung terigu protein sedang
  • 150 gram gula pasir
  • 200 ml santan sedang kentalnya
  • 2 butir telur ayam
  • 1 sdt emulsifier (SP/TBM)
  • Sejumput garam
  • Beberapa tetes pewarna hijau dan pasta pandan
  • 100 gram kelapa parut setengah tua, beri sedikit garam lalu kukus sebentar

Cara Membuat:

  1. Siapkan cetakan kue putu ayu (biasanya berbentuk bunga atau bergelombang), olesi tipis dengan minyak.
  2. Tekan-tekan kelapa parut kukus di dasar cetakan hingga padat.
  3. Dalam wadah lain, kocok telur, gula pasir, dan emulsifier menggunakan mixer kecepatan tinggi hingga mengembang, kental, dan berjejak.
  4. Turunkan kecepatan mixer hingga paling rendah. Masukkan tepung terigu secara bertahap bergantian dengan santan sambil terus dikocok hingga rata. Jangan overmix.
  5. Tambahkan pewarna hijau dan pasta pandan, aduk rata dengan spatula.
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan yang sudah berisi kelapa parut, isi hingga penuh.
  7. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih dan beruap banyak. Bungkus tutup kukusan dengan kain bersih agar air tidak menetes ke kue.
  8. Kukus kue putu ayu selama kurang lebih 20-25 menit hingga matang.
  9. Angkat cetakan, biarkan agak dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan. Sajikan. Tips jualan: Pilih kelapa parut yang segar dan tidak terlalu tua agar hasilnya lebih enak dan tahan lama.

6. Kue Cucur

Kue cucur punya bentuk unik, bagian tengahnya mengembang seperti gunung dan pinggirannya berserat renyah. Rasanya manis legit karena pakai gula merah. Cocok banget buat teman ngopi atau ngeteh saat berbuka.

Bahan-bahan:

  • 150 gram tepung beras
  • 50 gram tepung terigu protein sedang
  • 150 gram gula merah, sisir halus
  • 200 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • Sejumput garam
  • Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng

Cara Membuat:

  1. Masak air, gula merah, daun pandan, dan garam hingga gula larut. Saring larutan gula dan biarkan hangat atau dingin.
  2. Dalam wadah, campur tepung beras dan tepung terigu. Tuang larutan gula merah sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga licin dan tidak ada gumpalan.
  3. Pukul-pukul adonan menggunakan tangan atau whisk selama sekitar 10-15 menit hingga adonan terasa ringan dan lentur. Ini penting untuk menghasilkan serat yang bagus.
  4. Diamkan adonan selama minimal 30 menit (lebih lama lebih baik, bisa 1-2 jam) pada suhu ruang agar ragi alami terbentuk.
  5. Panaskan sedikit minyak goreng (kira-kira 2-3 sendok sayur) dalam wajan cekung atau wajan khusus cucur di atas api sedang cenderung kecil.
  6. Setelah minyak cukup panas, aduk adonan sebentar, lalu tuang satu sendok sayur adonan tepat di tengah minyak panas.
  7. Biarkan adonan mengembang dan membentuk serat di pinggirannya. Siram-siram bagian tengah kue dengan minyak panas agar matang merata.
  8. Setelah bagian tengah mengeras dan pinggirannya kecoklatan, balik sebentar hingga kedua sisi matang.
  9. Angkat dan tiriskan. Ulangi hingga adonan habis. Gunakan api kecil-sedang agar kue tidak gosong di luar tapi mentah di dalam. Tips jualan: Goreng saat pagi hari menjelang waktu jualan agar kue masih renyah saat dibeli.

7. Kue Serabi

Serabi adalah kue tradisional yang dimasak di atas cetakan khusus. Ada serabi manis dengan saus kinca (gula merah dan santan) dan serabi asin dengan taburan oncom atau sosis. Untuk takjil, serabi manis lebih populer.

Bahan-bahan:

  • 200 gram tepung beras
  • 50 gram tepung terigu protein sedang (opsional, agar tekstur lebih lembut)
  • 400 ml santan sedang kentalnya, hangat (jangan mendidih)
  • 100 gram gula pasir (untuk adonan, bisa dilewatkan jika hanya disajikan dengan kinca)
  • ½ sdt ragi instan atau 1 sdt tape singkong matang, lumatkan
  • Sejumput garam
  • 1 lembar daun pandan

Bahan Saus Kinca:

  • 200 gram gula merah, sisir halus
  • 200 ml santan sedang kentalnya
  • 1 lembar daun pandan
  • Sejumput garam

Cara Membuat Serabi:

  1. Campur tepung beras, tepung terigu (jika pakai), gula pasir (jika pakai), ragi instan/tape, dan garam. Aduk rata.
  2. Tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga adonan licin. Diamkan adonan selama 30-60 menit hingga muncul gelembung-gelembung.
  3. Panaskan cetakan serabi di atas api kecil. Olesi sedikit minyak jika cetakan bukan anti lengket.
  4. Setelah cetakan panas, aduk adonan sebentar lalu tuang satu sendok sayur ke cetakan. Biarkan adonan menyebar sendiri membentuk pinggiran.
  5. Tutup cetakan (jika ada tutupnya) dan masak hingga permukaan serabi berlubang-lubang dan matang.
  6. Angkat serabi. Lakukan sampai adonan habis.

Cara Membuat Saus Kinca:

  1. Campur gula merah, santan, daun pandan, dan garam dalam panci.
  2. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga gula larut dan saus mengental. Saring jika perlu.
  3. Sajikan serabi hangat dengan siraman saus kinca. Tips jualan: Kemas serabi terpisah dari kinca, kinca dimasukkan dalam wadah kecil atau plastik klip.

8. Kue Dadar Gulung

Kue dadar gulung ini simpel tapi selalu bikin kangen. Kulit dadarnya lembut, warnanya hijau cantik (atau bisa warna lain!), dan isiannya kelapa parut manis legit yang dimasak dengan gula merah.

Bahan Kulit Dadar:

  • 150 gram tepung terigu protein sedang
  • 1 butir telur ayam
  • 300 ml santan sedang kentalnya
  • Sejumput garam
  • Beberapa tetes pewarna hijau dan pasta pandan

Bahan Isian (Unti Kelapa):

  • 100 gram kelapa parut setengah tua, buang bagian kerasnya
  • 100 gram gula merah, sisir halus
  • 50 ml air
  • 1 lembar daun pandan

Cara Membuat Unti Kelapa:

  1. Campur kelapa parut, gula merah sisir, air, dan daun pandan dalam wajan.
  2. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga air mengering dan adonan unti menjadi kalis (tidak basah lagi). Angkat dan biarkan dingin.

Cara Membuat Kulit Dadar:

  1. Campur tepung terigu dan garam dalam wadah. Masukkan telur, aduk rata.
  2. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga adonan licin dan tidak bergerindil. Saring jika perlu.
  3. Tambahkan pewarna hijau dan pasta pandan, aduk rata.
  4. Panaskan wajan anti lengket datar (atau teflon biasa) di atas api kecil-sedang. Tidak perlu dioles minyak.
  5. Tuang satu sendok sayur adonan kulit, putar wajan agar adonan menyebar tipis dan rata membentuk lingkaran.
  6. Masak hingga permukaan dadar mengering dan pinggirannya terlepas dari wajan. Tidak perlu dibalik. Angkat.
  7. Ambil satu lembar kulit dadar, letakkan satu sendok teh unti kelapa di salah satu sisi. Lipat bagian sampingnya, lalu gulung dari bawah ke atas dengan rapi.
  8. Lakukan sampai semua kulit dan isian habis. Tips jualan: Buat kulit dadar dengan ukuran seragam agar hasilnya terlihat rapi dan menarik.

9. Kue Bingka

Bingka adalah kue khas Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan. Teksturnya lembut, padat, dan rasanya manis khas. Ada berbagai varian bingka, seperti bingka kentang, bingka tapai, atau bingka pandan. Versi paling dasar terbuat dari tepung dan santan.

Bahan-bahan:

  • 200 gram tepung terigu protein sedang
  • 400 ml santan kental
  • 150 gram gula pasir
  • 2 butir telur ayam
  • Sejumput garam
  • 1 sdt vanili bubuk atau ekstrak vanila
  • Beberapa tetes pewarna kuning (opsional)

Cara Membuat:

  1. Campur semua bahan (tepung terigu, santan, gula pasir, telur, garam, vanili, pewarna jika pakai) dalam wadah besar.
  2. Aduk rata menggunakan whisk hingga semua bahan tercampur sempurna dan tidak ada gumpalan. Bisa juga diblender atau dimixer sebentar agar lebih halus dan tercampur rata.
  3. Siapkan loyang bingka khas (biasanya bentuk bunga) atau loyang persegi biasa. Olesi dengan margarin dan taburi tepung atau alasi kertas roti.
  4. Panaskan loyang di atas kompor dengan api kecil hingga cukup panas (ini penting agar bingka matang sempurna dan permukaannya cantik).
  5. Tuang adonan ke dalam loyang yang sudah panas. Kecilkan api sekecil mungkin.
  6. Panggang di atas kompor (api bawah) hingga bagian bawah kue set dan mengeras.
  7. Kemudian, pindahkan loyang ke dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya pada suhu 160-170 derajat Celcius. Panggang hingga permukaan bingka berwarna kecoklatan dan matang sempurna (sekitar 30-45 menit tergantung ketebalan). Atau bisa juga dimasak sepenuhnya di atas kompor dengan ditutup rapat dan diberi pemberat di atas tutupnya.
  8. Angkat bingka, biarkan dingin sebelum dipotong. Tips jualan: Bingka cukup mengenyangkan, potong ukuran kecil-kecil agar lebih pas untuk takjil.

10. Kue Lumpur Kentang

Nah, ini dia si kue lumpur klasik yang pakai kentang. Kentang memberikan tekstur yang sangat lembut dan sedikit ‘berat’, bikin kue ini makin istimewa dan lumer di mulut. Cocok banget buat yang suka kue basah dengan cita rasa gurih manis.

Bahan-bahan:

  • 200 gram kentang, kukus hingga benar-benar empuk, haluskan selagi panas hingga licin
  • 100 gram tepung terigu protein sedang
  • 400 ml santan sedang kentalnya
  • 100 gram gula pasir (sesuaikan selera)
  • 2 butir telur ayam
  • Sejumput garam
  • 1 sdt vanili bubuk atau pasta vanila
  • Toping: Kismis atau potongan nangka kecil

Cara Membuat:

  1. Campurkan kentang halus dengan gula pasir dalam wadah, aduk rata hingga gula larut.
  2. Masukkan telur satu per satu, kocok rata menggunakan whisk atau mixer speed rendah.
  3. Masukkan tepung terigu, garam, dan vanili. Aduk rata dengan spatula.
  4. Tuang santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak bergerindil. Saring jika perlu agar adonan benar-benar halus.
  5. Panaskan cetakan kue lumpur di atas api kecil. Olesi tipis dengan minyak atau margarin.
  6. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga ¾ penuh.
  7. Tutup cetakan dan masak hingga permukaan kue mulai set. Beri topping kismis atau nangka di atasnya.
  8. Tutup kembali dan masak hingga kue matang sempurna (permukaan padat).
  9. Angkat kue, dinginkan di rak kawat. Kemas setelah dingin. Tips jualan: Gunakan kentang yang bagus kualitasnya (misal kentang Dieng) agar hasil halus dan enak.

11. Kue Talam

Kue talam ini punya ciri khas dua lapisan, biasanya lapisan bawah berwarna hijau dari pandan dan lapisan atas berwarna putih gurih dari santan. Teksturnya kenyal-kenyal lembut, manis di bawah dan gurih di atas. Cantik dan menggugah selera!

Bahan Lapisan Hijau (Bawah):

  • 100 gram tepung beras
  • 50 gram tepung sagu/tapioka
  • 100 gram gula pasir (sesuaikan selera)
  • 300 ml santan sedang kentalnya
  • 100 ml air perasan pandan (dari 5-7 lembar pandan blender dengan sedikit air, saring)
  • Sejumput garam

Bahan Lapisan Putih (Atas):

  • 100 gram tepung beras
  • 50 gram tepung sagu/tapioka
  • 400 ml santan kental
  • ½ sdt garam

Cara Membuat:

  1. Siapkan cetakan kue talam atau loyang persegi. Olesi tipis dengan minyak goreng.
  2. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih dan beruap banyak. Bungkus tutup kukusan dengan kain bersih.
  3. Buat lapisan hijau: Campur semua bahan lapisan hijau dalam panci. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan sedikit mengental (jangan sampai mendidih). Matikan api.
  4. Tuang adonan lapisan hijau ke dalam cetakan atau loyang hingga sekitar ¾ penuh.
  5. Kukus lapisan hijau selama 10-15 menit hingga set (agak padat permukaannya).
  6. Buat lapisan putih: Campur semua bahan lapisan putih dalam panci. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan sedikit mengental. Matikan api.
  7. Tuang adonan lapisan putih di atas lapisan hijau yang sudah setengah matang dalam cetakan. Isi hingga penuh.
  8. Kukus kembali selama 20-30 menit hingga kue talam matang sempurna dan permukaannya padat.
  9. Angkat cetakan, biarkan kue talam benar-benar dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan atau dipotong. Potong menggunakan pisau plastik yang dioles minyak agar tidak lengket. Tips jualan: Potong ukuran sekali lahap agar mudah dikemas dan menarik pembeli takjil.

12. Kue Apem

Kue apem punya tekstur yang spongy dan berlubang-lubang karena proses fermentasi. Rasanya manis legit dan ada aroma tape singkong yang khas. Biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut.

Bahan-bahan:

  • 200 gram tepung beras
  • 100 gram tape singkong matang, buang seratnya, lumatkan hingga halus
  • 100 gram gula pasir
  • 250 ml santan sedang hangat
  • ½ sdt ragi instan
  • Sejumput garam
  • Beberapa tetes pewarna sesuai selera (merah muda, hijau, putih)
  • Kelapa parut kukus untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Campur tepung beras, gula pasir, ragi instan, dan garam dalam wadah. Aduk rata.
  2. Masukkan tape singkong halus, aduk rata.
  3. Tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga adonan licin dan tidak bergerindil. Pastikan santan hangat ya, jangan panas agar ragi aktif.
  4. Saring adonan agar benar-benar halus. Beri pewarna sesuai selera, aduk rata.
  5. Diamkan adonan selama minimal 1 jam pada suhu ruang, tutup dengan serbet bersih. Adonan akan mengembang dan muncul gelembung-gelembung.
  6. Setelah adonan mengembang, aduk sebentar untuk membuang gas.
  7. Panaskan kukusan hingga airnya mendidih. Siapkan cetakan apem, olesi minyak tipis.
  8. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga penuh.
  9. Kukus apem selama 20-25 menit hingga matang dan mengembang.
  10. Angkat apem, dinginkan. Sajikan dengan taburan kelapa parut kukus. Tips jualan: Kemas apem dan kelapa parut terpisah agar kelapa tidak cepat basi.

13. Kue Pancong

Kue pancong mirip dengan serabi tapi teksturnya lebih padat dan gurih karena menggunakan campuran tepung beras dan kelapa parut dalam adonannya. Biasa disajikan hangat dengan taburan gula pasir di atasnya.

Bahan-bahan:

  • 200 gram tepung beras
  • 100 gram kelapa parut setengah tua, parut memanjang
  • 400 ml santan sedang, hangat
  • 1 sdm gula pasir (untuk adonan)
  • ½ sdt garam
  • Gula pasir secukupnya untuk taburan

Cara Membuat:

  1. Campur tepung beras, kelapa parut, gula pasir (untuk adonan), dan garam dalam wadah. Aduk rata.
  2. Tuang santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan whisk hingga adonan licin dan tidak bergerindil.
  3. Diamkan adonan selama 30 menit.
  4. Panaskan cetakan kue pancong (biasanya seperti cetakan pukis) di atas api kecil-sedang. Olesi tipis dengan minyak.
  5. Setelah cetakan panas, aduk adonan sebentar. Tuang adonan ke dalam lubang cetakan hingga penuh.
  6. Tutup cetakan dan masak hingga matang (bagian bawah kecoklatan dan bagian atas padat).
  7. Angkat kue pancong dari cetakan. Sajikan selagi hangat dengan taburan gula pasir di atasnya. Tips jualan: Jual pancong yang baru matang agar tekstur luarnya masih renyah. Sediakan taburan gula terpisah jika pembeli mau.

14. Kue Wajik

Wajik adalah kue basah legit yang terbuat dari beras ketan dan gula merah. Teksturnya lengket, padat, dan rasanya manis legit dengan aroma pandan yang wangi. Biasanya dipotong bentuk belah ketupat.

Bahan-bahan:

  • 200 gram beras ketan putih, rendam minimal 1 jam, tiriskan
  • 200 ml santan kental
  • 150 gram gula merah, sisir halus
  • 50 gram gula pasir (opsional, jika suka lebih manis)
  • 200 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • Sejumput garam

Cara Membuat:

  1. Kukus beras ketan yang sudah direndam selama sekitar 20-25 menit hingga setengah matang.
  2. Sementara itu, masak santan kental dan garam hingga mendidih. Siramkan santan panas ke dalam ketan yang sudah setengah matang, aduk rata. Diamkan sebentar hingga santan meresap.
  3. Kukus kembali ketan selama 20-25 menit hingga benar-benar matang dan pulen.
  4. Dalam wajan terpisah, masak air, gula merah, gula pasir (jika pakai), dan daun pandan hingga gula larut dan mendidih. Saring larutan gula.
  5. Tuang larutan gula yang sudah disaring ke dalam wajan berisi ketan yang sudah matang.
  6. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk-aduk hingga santan dan gula meresap sempurna ke dalam ketan, adonan menjadi kalis, lengket, dan mengkilap. Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran.
  7. Setelah adonan wajik kalis, angkat dan segera tuang ke dalam loyang persegi yang sudah dialasi plastik atau diolesi minyak tipis.
  8. Padatkan permukaan wajik dengan spatula atau punggung sendok yang diolesi minyak.
  9. Biarkan wajik benar-benar dingin dan set sebelum dipotong menggunakan pisau yang dialasi plastik atau dioles minyak. Potong bentuk belah ketupat atau persegi. Tips jualan: Wajik cukup tahan lama, bisa jadi pilihan takjil yang praktis.

15. Kue Ongol-Ongol

Kue ongol-ongol ini kenyal-kenyal legit, terbuat dari tepung sagu atau tapioka dan gula merah. Setelah dipotong, digulingkan di atas kelapa parut. Warnanya coklat transparan dan rasanya manis kenyal.

Bahan-bahan:

  • 100 gram tepung sagu atau tapioka
  • 150 gram gula merah, sisir halus
  • 400 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • Sejumput garam
  • 100 gram kelapa parut setengah tua, beri sedikit garam lalu kukus sebentar

Cara Membuat:

  1. Larutkan gula merah, air, daun pandan, dan garam dalam panci. Masak hingga gula larut dan mendidih. Saring larutan gula, buang daun pandan.
  2. Larutkan tepung sagu/tapioka dengan sedikit air dingin (ambil dari 400 ml air tadi) dalam mangkuk terpisah.
  3. Didihkan kembali larutan gula yang sudah disaring. Kecilkan api.
  4. Tuang larutan tepung sagu/tapioka ke dalam larutan gula panas sambil terus diaduk cepat menggunakan whisk atau spatula hingga adonan mengental dan menjadi bening/transparan.
  5. Masak terus sambil diaduk hingga adonan kalis, licin, dan tidak ada bagian tepung yang masih putih.
  6. Angkat adonan ongol-ongol, segera tuang ke dalam loyang persegi atau cetakan kecil yang sudah diolesi minyak.
  7. Biarkan ongol-ongol benar-benar dingin dan set sebelum dikeluarkan dari loyang dan dipotong.
  8. Potong ongol-ongol bentuk dadu atau persegi. Gulingkan potongan ongol-ongol ke dalam kelapa parut kukus hingga terbalut rata.
  9. Sajikan. Tips jualan: Kemas ongol-ongol dalam wadah tertutup agar tidak kering.

16. Kue Ku atau Kue Tok

Kue ku atau kue tok punya bentuk yang khas menyerupai cangkang kura-kura, warnanya merah cerah, dan dicetak menggunakan cetakan khusus. Kulitnya terbuat dari tepung ketan yang kenyal dan isiannya biasanya kacang hijau kupas yang manis legit.

Bahan Kulit:

  • 200 gram tepung ketan
  • 50 gram tepung beras (opsional, agar tidak terlalu lembek)
  • 100 ml air hangat (bisa lebih atau kurang, sesuaikan)
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 sdm minyak sayur
  • Sejumput garam
  • Beberapa tetes pewarna merah
  • Daun pisang yang dipotong kotak kecil, olesi minyak (untuk alas)

Bahan Isian (Kacang Hijau):

  • 100 gram kacang hijau kupas, rendam 2-3 jam, kukus hingga empuk
  • 50 gram gula pasir (sesuaikan selera)
  • 50 ml santan kental
  • Sejumput garam
  • 1 lembar daun pandan

Cara Membuat Isian:

  1. Haluskan kacang hijau kukus selagi panas.
  2. Campur kacang hijau halus, gula pasir, santan, garam, dan daun pandan dalam wajan.
  3. Masak di atas api kecil sambil terus diaduk hingga adonan isian kalis dan bisa dipulung. Biarkan dingin.
  4. Ambil sedikit isian, pulung bulat-bulat kecil.

Cara Membuat Kulit:

  1. Campur tepung ketan, tepung beras (jika pakai), gula pasir, dan garam dalam wadah. Aduk rata.
  2. Tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis dan bisa dibentuk. Masukkan minyak sayur dan pewarna merah, uleni lagi hingga warna merata.
  3. Ambil sedikit adonan kulit (lebih banyak dari isian), pipihkan. Letakkan bulatan isian kacang hijau di tengahnya. Tutup dan bulatkan kembali hingga rapi.
  4. Ambil cetakan kue ku, taburi sedikit tepung ketan agar tidak lengket. Masukkan bulatan kue ku ke dalam cetakan, tekan-tekan agar padat dan motifnya tercetak sempurna.
  5. Keluarkan kue ku dari cetakan, letakkan di atas potongan daun pisang yang sudah diolesi minyak.
  6. Panaskan kukusan hingga air mendidih dan beruap banyak.
  7. Kukus kue ku selama 10-15 menit dengan api sedang. Setiap 5 menit, buka tutup kukusan sebentar agar permukaan kue tidak pecah.
  8. Angkat kue ku, olesi permukaannya dengan sedikit minyak agar mengkilap dan tidak lengket. Sajikan. Tips jualan: Jaga kelembaban saat mengukus agar kulit tidak pecah, dan olesi minyak setelah matang biar makin cantik.

Gimana, tertarik mencoba resep-resep kue basah ini? Dengan sedikit sentuhan dan pengemasan yang menarik, kue-kue tradisional ini bisa jadi ide jualan takjil yang menguntungkan selama Ramadan.

Yuk, jangan ragu buat berkreasi di dapur! Punya pengalaman jualan kue basah atau punya tips lain? Bagikan cerita dan tips kamu di kolom komentar di bawah ya! Selamat mencoba dan semoga lancar jualannya!

Posting Komentar