Ramadhan Sananta GO Internasional: Duet Bareng Aguero di Liga Malaysia?!

Table of Contents

Kabar mengejutkan datang dari penyerang andalan Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta. Striker muda ini dilaporkan resmi menyeberang ke luar negeri, bergabung dengan klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC. Transfer ini tentu saja menarik perhatian publik sepak bola Tanah Air, mengingat Sananta adalah salah satu talenta lokal terbaik saat ini. Keputusan ini diambil setelah Sananta menolak beberapa tawaran dari klub-klub besar di Indonesia, termasuk Persija Jakarta, menunjukkan tekadnya untuk mencari tantangan baru di kancah internasional.

Menariknya, kepindahan Sananta ke DPMM FC membuka peluang baginya untuk berduet dengan pemain bernama Sergio Aguero. Namun, jangan salah sangka dulu. Sergio Aguero yang dimaksud di sini bukanlah legenda Manchester City atau eks tandem Lionel Messi di timnas Argentina. Sergio Aguero ini adalah seorang pemain yang kini telah menjadi warga negara Malaysia. Jadi, Ramadhan Sananta berpeluang besar akan bermain bersama striker naturalisasi Malaysia tersebut di lini depan DPMM FC dalam kompetisi Liga Super Malaysia musim depan.

Resmi Gabung DPMM FC

Pengumuman resmi mengenai kepindahan Ramadhan Sananta ke DPMM FC dilakukan oleh klub asal Brunei tersebut pada Senin (19/5/2025) malam. DPMM FC mengonfirmasi bahwa mereka telah mengamankan tanda tangan Sananta untuk mengisi kuota pemain asing dari zona ASEAN. Ini adalah langkah strategis bagi DPMM FC untuk memperkuat skuad mereka menjelang bergulirnya musim kompetisi yang baru.

Dalam rilis resminya, DPMM FC secara eksplisit menyebutkan bahwa Ramadhan Sananta sempat diminati oleh beberapa klub top di Indonesia. Salah satu nama besar yang disebut adalah Persija Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu klub dengan basis suporter terbesar dan kekuatan finansial yang mumpuni di Liga 1. Namun, menurut pernyataan klub Brunei tersebut, pilihan pertama Sananta selalu tertuju pada DPMM FC. Keputusan ini menunjukkan kematangan Sananta dalam memilih jalur karier, di mana ia tampaknya memprioritaskan pengalaman bermain di liga luar negeri meskipun itu adalah liga negara tetangga, ketimbang bertahan di kompetisi domestik yang sudah ia kenal.

Sananta direkrut untuk jangka waktu satu musim, yakni untuk kompetisi musim 2025-2026. Musim tersebut diperkirakan akan mulai bergulir sekitar pertengahan Agustus 2025. Bergabung lebih awal memungkinkan Sananta untuk beradaptasi dengan tim, lingkungan, dan gaya bermain di Liga Super Malaysia sebelum kompetisi resmi dimulai. Ini adalah kesempatan emas bagi Sananta untuk membuktikan kualitasnya di panggung yang berbeda dan mengasah kemampuannya lebih jauh sebagai seorang penyerang.

“DPMM FC telah mengamankan pemain kuota ASEAN. Ramadhan Sananta telah setuju untuk bergabung dengan tim asal Brunei tersebut untuk musim 2025/2026,” demikian pernyataan resmi klub. “Ramadhan mendapatkan beberapa tawaran dari beberapa klub besar Indonesia termasuk Persija. Namun pilihan pertamanya selalu jatuh kepada DPMM FC Brunei Darussalam.” Pernyataan ini menegaskan bahwa kepindahan Sananta adalah keputusan yang diambilnya sendiri dengan penuh pertimbangan.

DPMM FC sendiri saat ini masih memiliki agenda pertandingan sisa di musim yang sedang berjalan, termasuk di semifinal Piala Singapura yang akan dimainkan pada 21 Mei, diikuti pertandingan liga terakhir pada 24 Mei. Sananta kemungkinan akan bergabung dengan tim setelah musim ini berakhir dan memulai persiapan untuk musim 2025-2026.

Petualangan di Liga Super Malaysia

DPMM FC adalah klub yang berbasis di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. Meskipun berasal dari Brunei, klub ini telah lama berpartisipasi dalam sistem kompetisi sepak bola Malaysia, khususnya di Liga Super Malaysia, kasta tertinggi liga profesional di negara tersebut. Keterlibatan DPMM FC di Liga Malaysia memberikan warna tersendiri bagi kompetisi tersebut dan juga memberikan kesempatan bagi pemain-pemain dari Brunei, serta pemain asing lainnya yang direkrut, untuk merasakan atmosfer kompetisi yang lebih kompetitif di kawasan ASEAN.

Liga Super Malaysia dikenal sebagai salah satu liga yang cukup kompetitif di Asia Tenggara. Level persaingan antarklubnya cukup ketat, dengan beberapa tim yang memiliki kekuatan finansial dan kualitas pemain yang merata. Bermain di liga ini akan memberikan tantangan yang berbeda bagi Ramadhan Sananta dibandingkan bermain di Liga 1 Indonesia. Ia akan menghadapi gaya permainan yang mungkin sedikit berbeda, atmosfer pertandingan di stadion lawan, serta beradaptasi dengan rekan-rekan setim dan staf pelatih yang baru.

Keputusan Sananta untuk bermain di luar negeri, meskipun ‘hanya’ di liga tetangga, tetap patut diapresiasi. Ini menunjukkan ambisinya untuk berkembang dan mencari pengalaman di luar zona nyamannya. Banyak pemain top dari negara-negara ASEAN lain yang juga memilih berkarier di liga-liga tetangga, dan pengalaman tersebut seringkali terbukti positif untuk perkembangan karier mereka. Diharapkan, Sananta bisa menampilkan performa terbaiknya di Liga Super Malaysia dan terus mengasah ketajamannya sebagai seorang striker.

Bukan Aguero yang Itu! Klarifikasi soal Sergio Aguero DPMM FC

Ketika nama “Sergio Aguero” muncul dalam konteks kemungkinan duet dengan Ramadhan Sananta, tak sedikit penggemar sepak bola yang mungkin terkejut atau bahkan terkecoh. Nama Sergio Aguero memang sangat identik dengan legenda sepak bola Argentina, eks bintang Manchester City dan Timnas Argentina. Namun, DPMM FC telah mengonfirmasi bahwa Sergio Aguero yang akan mereka rekrut adalah sosok yang berbeda.

Sergio Aguero yang dimaksud adalah penyerang kelahiran Argentina yang kini telah resmi menjadi warga negara Malaysia. Ia mendapatkan status kewarganegaraan Malaysia melalui jalur naturalisasi. Ini adalah praktik yang umum dilakukan oleh beberapa negara di Asia Tenggara untuk memperkuat tim nasional mereka dengan pemain-pemain yang memiliki akar atau kualifikasi tertentu.

“DPMM FC mengonfirmasi perekrutan Sergio Aguero,” tulis klub tersebut melalui situs resminya. “Sergio Aguero telah sepakat untuk bergabung dengan DPMM FC untuk Liga Super Malaysia musim 2025/2026 mendatang.” Pernyataan ini memastikan bahwa Sergio Aguero versi Malaysia ini akan menjadi rekan setim Ramadhan Sananta di lini serang DPMM FC.

Lebih lanjut, DPMM FC juga memberikan sedikit latar belakang mengenai Sergio Aguero (Malaysia). “Sergio Aguero memperoleh kewarganegaraan Malaysia pada tahun 2022 dan melakoni debut internasionalnya di kejuaraan Piala AFF 2022 di Malaysia,” lanjut klub yang berbasis di Bandar Seri Begawan itu. Ini menunjukkan bahwa Sergio Aguero ini bukanlah nama asing di kancah sepak bola Asia Tenggara, setidaknya bagi para pengikut Piala AFF. Ia telah memiliki pengalaman bermain di level internasional bersama Harimau Malaya.

Sergio Ezequiel Aguero, demikian nama lengkap pemain ini, lahir di Argentina pada 14 April 1994. Sebelum dinaturalisasi, ia sudah berkarier di Malaysia sejak tahun 2017, bermain untuk beberapa klub seperti Melaka United, Sri Pahang, dan Perak FC. Posisinya sama dengan Sananta, yaitu penyerang. Pengalaman bermain di Liga Malaysia selama bertahun-tahun memberinya pemahaman mendalam tentang atmosfer dan gaya bermain di kompetisi tersebut.

Potensi Duet Sananta-Aguero

Melihat fakta bahwa Ramadhan Sananta dan Sergio Aguero (Malaysia) sama-sama berposisi sebagai penyerang, terbuka lebar kemungkinan bagi pelatih DPMM FC untuk menduetkan mereka di lini depan. Duet ini bisa menjadi tumpuan serangan tim untuk mengarungi ketatnya Liga Super Malaysia.

Ramadhan Sananta dikenal sebagai striker dengan insting gol yang tajam di dalam kotak penalti. Ia memiliki penempatan posisi yang bagus, finishing yang mematikan dengan kaki kanan, dan juga cukup kuat dalam duel udara berkat posturnya yang ideal (182 cm). Kemampuannya dalam menjadi target man atau penyerang lubang yang menunggu bola di area berbahaya lawan adalah aset utamanya.

Sementara itu, Sergio Aguero (Malaysia) juga memiliki pengalaman sebagai ujung tombak. Berdasarkan rekam jejaknya di klub-klub Malaysia sebelumnya, ia adalah penyerang yang cukup produktif. Pengalamannya bermain di Liga Malaysia selama bertahun-tahun memberinya keunggulan dalam hal adaptasi dan pemahaman terhadap lingkungan kompetisi. Gaya bermainnya mungkin sedikit berbeda dengan Sananta, dan kombinasi keduanya bisa menciptakan variasi serangan yang sulit diantisipasi lawan.

Jika pelatih berhasil meramu strategi yang tepat, duet Sananta dan Aguero bisa menjadi kombinasi yang menarik. Sananta bisa berperan sebagai poacher atau striker murni yang fokus di dalam kotak, sementara Aguero bisa bermain sedikit lebih ke dalam atau melebar untuk mencari ruang dan menciptakan peluang. Atau sebaliknya, Aguero bisa menjadi target man dengan pengalamannya di liga lokal, sementara Sananta memanfaatkan kecepatan dan pergerakannya untuk mencari celah.

Namun, keberhasilan duet ini tentu saja sangat bergantung pada banyak faktor, termasuk taktik pelatih, kekompakan tim, dan adaptasi masing-masing pemain. Sananta harus beradaptasi dengan gaya bermain rekan-rekannya di DPMM FC dan lingkungan Liga Malaysia, sementara Aguero juga harus menemukan chemistry yang pas dengan striker anyar asal Indonesia ini. Potensi di atas kertas memang ada, tinggal bagaimana eksekusinya di lapangan.

Jejak Karier Ramadhan Sananta

Untuk lebih mengenal Ramadhan Sananta, mari kita telaah kembali perjalanan karier sepak bolanya sebelum memutuskan hijrah ke Brunei Darussalam. Pria bernama lengkap Muhammad Ramadhan Sananta ini lahir di Daik, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, pada 27 November 2002. Dari usia yang masih muda, Sananta sudah menunjukkan bakat dan potensi besar sebagai seorang penyerang.

Sananta mengawali karier profesionalnya dari jenjang terbawah kompetisi sepak bola Indonesia, yaitu Liga 3. Pada musim 2021-2022, ia bergabung dengan PS Harjuna Putra. Meskipun bermain di kasta ketiga, Sananta sudah menunjukkan ketajamannya dengan mencetak sembilan gol dari 12 pertandingan. Performa apiknya di Liga 3 menarik perhatian klub-klub dari kasta yang lebih tinggi.

Pada Januari 2022, Sananta mendapatkan kesempatan untuk naik kasta dan bergabung dengan Persikabo 1973 yang berlaga di Liga 1. Ini adalah lonjakan signifikan dalam kariernya. Namun, masa-masanya di Persikabo 1973 tidak berjalan mulus. Ia jarang mendapatkan kesempatan bermain dan hanya tercatat tampil dalam empat pertandingan Liga 1 bersama tim asal Bogor tersebut. Minimnya menit bermain tentu menjadi tantangan bagi pemain muda yang sedang membutuhkan jam terbang.

Titik balik dalam karier Sananta terjadi ketika ia memutuskan untuk pindah ke PSM Makassar pada 24 Mei 2022. Di bawah asuhan pelatih Bernardo Tavares, Sananta mendapatkan kepercayaan lebih besar dan berhasil menunjukkan potensi sesungguhnya. Bersama Juku Eja, julukan PSM Makassar, Sananta tampil “ganas” di lini depan. Ia menjadi salah satu mesin gol utama tim dan berkontribusi besar terhadap kesuksesan PSM.

Musim 2022-2023 menjadi musim pembuktian bagi Ramadhan Sananta. Ia berhasil mencetak banyak gol di Liga 1 dan menjadi penyerang lokal tersubur. Performanya yang cemerlang turut membantu PSM Makassar meraih gelar juara Liga 1 Indonesia musim tersebut. Keberhasilan ini tidak hanya mengangkat namanya di level klub, tetapi juga membawanya ke panggung internasional.

Sananta di Mata Shin Tae-yong

Performa impresif Ramadhan Sananta di level klub bersama PSM Makassar tak luput dari pantauan pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu dikenal jeli dalam melihat potensi pemain muda dan tidak ragu memberikan kesempatan kepada mereka yang menunjukkan kualitas.

Pada September 2022, untuk kali pertama dalam kariernya, Ramadhan Sananta mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Sebuah kebanggaan besar bagi Sananta yang saat itu masih berusia 19 tahun, langsung dipercaya menembus skuad senior. Debut internasionalnya terjadi saat Timnas Indonesia menghadapi Curacao dalam ajang FIFA Matchday September 2022.

Sejak saat itu, Sananta menjadi salah satu pemain langganan di Timnas Indonesia, baik di level senior maupun U-23. Ia turut berkontribusi dalam berbagai ajang, termasuk menjadi salah satu pilar penting Timnas U-23 Indonesia yang meraih medali emas SEA Games 2023 Kamboja. Di ajang tersebut, Sananta tampil memukau dan menjadi salah satu top skor turnamen.

Shin Tae-yong kerap memuji kerja keras dan potensi Sananta. Sananta sering menjadi pilihan utama di lini depan Timnas Indonesia, bersaing dengan penyerang-penyerang lain. Kepercayaaan dari pelatih sekaliber Shin Tae-yong tentu menjadi motivasi tambahan bagi Sananta untuk terus meningkatkan permainannya. Pengalaman bermain bersama timnas melawan tim-tim kuat di level internasional juga turut membentuk mental dan pengalamannya.

Ramadhan Sananta pernah mencatatkan diri sebagai top skor PSM Makassar di Liga 1 2022/2023 dengan koleksi 11 gol, perolehan yang sama dengan pemain terbaik liga saat itu, Wiljan Pluim. Prestasi ini menempatkannya sebagai salah satu striker lokal paling produktif di Liga 1. Kemampuannya mencetak gol dari berbagai situasi menunjukkan kualitas finishing yang mumpuni. Dengan pindah ke Liga Malaysia, Sananta diharapkan bisa terus mempertahankan bahkan meningkatkan produktivitasnya.

Harapan dan Tantangan di Malaysia

Kepindahan Ramadhan Sananta ke DPMM FC dan bermain di Liga Super Malaysia membuka babak baru dalam kariernya. Ini adalah kesempatan untuk keluar dari zona nyaman Liga 1 dan menguji kemampuannya di lingkungan yang berbeda. Ada banyak harapan yang menyertai langkah ini, baik dari penggemar sepak bola Indonesia maupun dari manajemen DPMM FC.

Harapan terbesar tentu saja adalah Sananta bisa beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan ketajamannya di Liga Malaysia. Ia diharapkan bisa menjadi penyerang utama yang produktif bagi DPMM FC dan membantu tim meraih prestasi. Kesuksesan Sananta di Malaysia tidak hanya akan mengharumkan namanya pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi sepak bola Indonesia, membuktikan bahwa talenta lokal kita mampu bersaing di level regional.

Selain itu, bermain di liga luar negeri, meskipun levelnya mungkin setara atau sedikit di bawah Liga 1 (ini perdebatan yang panjang di kalangan pengamat), tetap memberikan pengalaman berharga. Sananta akan menghadapi lawan-lawan yang berbeda, taktik yang beragam, dan atmosfer yang mungkin unik di setiap pertandingan. Pengalaman ini bisa membentuknya menjadi pemain yang lebih matang, tangguh, dan cerdas di lapangan.

Namun, tentu saja ada tantangan yang harus dihadapi. Adaptasi dengan tim baru, rekan setim, staf pelatih, dan gaya hidup di negara lain bisa menjadi hambatan awal. Persaingan di lini depan DPMM FC, termasuk dengan Sergio Aguero (Malaysia), juga akan menjadi tantangan tersendiri. Sananta harus bekerja keras untuk mendapatkan posisi utama dan mempertahankan performanya.

Selain itu, standar kompetisi di Liga Malaysia juga tidak bisa diremehkan. Sananta akan menghadapi bek-bek yang tangguh dan strategi tim yang berbeda-beda setiap pekannya. Konsistensi dalam mencetak gol dan berkontribusi bagi tim akan menjadi kunci keberhasilannya.

Semoga Ramadhan Sananta bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, menampilkan performa terbaiknya di Liga Super Malaysia, dan kembali ke Timnas Indonesia sebagai pemain yang semakin matang dan berpengalaman. Petualangan internasionalnya ini patut didukung.

Berikut adalah salah satu gol Ramadhan Sananta di Timnas Indonesia:

Contoh video gol Sananta untuk Timnas Indonesia (URL placeholder)

Langkah Sananta ke DPMM FC ini adalah bukti bahwa pemain Indonesia mulai berani mengambil langkah ke luar negeri. Meskipun bukan ke Eropa atau liga top Asia lainnya, bermain di Liga Malaysia adalah awal yang bagus untuk mendapatkan pengalaman internasional.

Apa pendapat kalian tentang kepindahan Ramadhan Sananta ke DPMM FC? Apakah ini langkah yang tepat untuk kariernya? Bagaimana potensi duetnya dengan Sergio Aguero (Malaysia) di lini depan? Yuk, bagikan komentar kalian di bawah!

Posting Komentar