Siap Upacara Pancasila 2025? Ini 5 Contoh Pidato Pembina Resmi dari BPIP!

Table of Contents

Siap Upacara Pancasila 2025? Ini 5 Contoh Pidato Pembina Resmi dari BPIP!

Setiap tanggal 1 Juni, kita sebagai bangsa Indonesia punya momen penting nih, yaitu Hari Kelahiran Pancasila. Ini adalah waktu buat kita mengenang lagi fondasi utama negara kita yang tercinta ini. Nah, biasanya dalam upacara peringatan itu, ada yang namanya amanat atau pidato dari Pembina upacara.

Pidato ini punya peran penting banget, lho. Isinya pesan-pesan moral dan nilai-nilai kebangsaan yang disampaikan buat semua yang ikut upacara. Biar kita makin paham dan semangat lagi menghayati Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Biar nggak bingung nyiapin pidato, kita lihat yuk contoh teks amanat resmi dari BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) dan beberapa contoh pidato lain yang bisa jadi inspirasi!

Teks Amanat Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila 2025 Resmi dari BPIP

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Salam Pancasila!

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Hari ini, tanggal 1 Juni 2025, kita kembali berkumpul untuk memperingati momen bersejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Ini adalah Hari Lahir Pancasila, hari di mana kita mengenang kembali rumusan dasar negara kita yang lahir dari buah pikiran dan perjuangan para pendiri bangsa. Peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi adalah momen untuk meneguhkan kembali komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi kokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila itu lebih dari sekadar dokumen sejarah atau teks yang tertulis di Pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa kita, kompas moral dalam menjalani hidup bersama, dan bintang penuntun untuk mewujudkan cita-cita luhur Indonesia. Cita-cita untuk menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, seperti yang dicita-citakan oleh para founding fathers kita.

Hadirin yang saya hormati,

Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, mari kita sama-sama merenungkan bahwa Pancasila adalah rumah besar yang menyatukan keberagaman Indonesia. Bayangkan saja, lebih dari 270 juta jiwa dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa bisa hidup rukun di bawah naungan Pancasila. Di sinilah kita belajar bahwa perbedaan itu bukan alasan untuk terpecah belah, justru menjadi kekuatan luar biasa untuk bersatu dan saling melengkapi.

Setiap sila dalam Pancasila, dari sila pertama sampai kelima, mengandung prinsip-prinsip yang luar biasa. Prinsip-prinsip ini membimbing kita untuk membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, mewujudkan keadilan sosial bagi semua, dan selalu menghormati martabat setiap manusia. Mengamalkan Pancasila berarti mewujudkan nilai-nilai ini dalam setiap aspek kehidupan kita.

Memperkokoh Pancasila dalam Pembangunan Nasional

Dalam konteks pembangunan nasional kita saat ini, pemerintah punya agenda prioritas yang dikenal sebagai Asta Cita. Ini adalah delapan program utama yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang di tahun 2045, yang sering kita sebut sebagai Indonesia Emas. Salah satu poin paling fundamental dalam Asta Cita adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Kenapa penguatan ideologi Pancasila ini jadi sangat penting? Karena kita sadar, kemajuan tanpa pijakan ideologis yang kuat itu mudah goyah dan kehilangan arah. Kemajuan ekonomi yang tidak berlandaskan nilai-nilai Pancasila bisa saja menciptakan jurang ketidaksetaraan yang lebar. Begitu juga dengan kemajuan teknologi yang luar biasa, jika tidak dibimbing oleh moralitas Pancasila, bisa menjerumuskan kita pada kondisi yang kurang manusiawi atau dehumanisasi.

Memperkokoh ideologi Pancasila lewat Asta Cita artinya kita menegaskan kembali bahwa setiap langkah pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai inilah yang menjadi jiwa dari setiap program dan kebijakan pembangunan.

Tantangan dan Revitalisasi Pancasila di Era Modern

Era globalisasi dan digitalisasi yang makin pesat ini juga membawa tantangan baru bagi Pancasila. Kita bisa lihat sendiri bagaimana paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, dan berita bohong atau disinformasi menyebar begitu cepat dan berpotensi merusak keutuhan sosial kita. Internet dan media sosial, meskipun membawa banyak manfaat, juga bisa menjadi celah masuknya paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila jika kita tidak waspada.

Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita semua diajak untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila di semua lini kehidupan. Mulai dari dunia pendidikan, sistem birokrasi pemerintahan, sektor ekonomi, sampai ruang-ruang digital yang kita gunakan setiap hari.

  1. Di Dunia Pendidikan: Kita perlu menanamkan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Bukan cuma diajarkan di kelas, tapi juga dipraktikkan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Sekolah dan universitas harus jadi tempat yang mencetak generasi cerdas secara ilmu pengetahuan, punya karakter yang kuat, dan berintegritas moral sesuai Pancasila.
  2. Di Lingkungan Pemerintahan dan Birokrasi: Nilai Pancasila wajib tercermin dalam pelayanan publik yang adil, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. Setiap keputusan dan program pemerintah harus selaras dengan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, jauh dari kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
  3. Di Bidang Ekonomi: Kita harus memastikan pembangunan ekonomi itu dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir orang. Keadilan sosial, seperti amanat sila kelima, harus jadi orientasi utama. Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan, dan koperasi itu penting banget biar nggak ada warga yang ketinggalan dari kemajuan bangsa.
  4. Di Ruang Digital: Kita perlu membangun kesadaran bersama bahwa dunia maya itu bukan area bebas nilai. Etika, toleransi, dan saling menghargai tetap harus dijunjung tinggi. Pancasila harus jadi panduan kita dalam berinteraksi di media sosial dan platform digital lainnya. Mari kita lawan bersama-sama hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi dengan meningkatkan literasi digital dan memperkuat semangat gotong-royong di dunia maya.

Peran BPIP dan Kita Semua

Hadirin yang saya banggakan,

BPIP, sebagai lembaga yang punya tugas khusus membina dan memperkuat ideologi Pancasila, terus bekerja keras menghadirkan berbagai program strategis. Ada program pembinaan ideologi di sekolah dan kampus, pelatihan khusus untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparat keamanan, penguatan kurikulum berbasis Pancasila, sampai kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan Pancasila dihayati oleh seluruh lapisan masyarakat. Semua ini dilakukan biar Pancasila nggak cuma dihafal, tapi benar-benar hidup dan dijalankan dalam tindakan nyata sehari-hari.

Tapi ingat, tugas besar ini nggak bisa diemban sendirian oleh BPIP atau pemerintah saja. Kita semua, seluruh elemen bangsa dari Sabang sampai Merauke, dari pejabat tinggi sampai masyarakat biasa, dari tokoh agama sampai anak-anak muda, punya peran penting untuk menjadi ‘pelaku utama’ dalam membumikan nilai-nilai Pancasila.

Mari kita jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar acara seremonial yang lewat begitu saja. Ini harus jadi momen pengingat yang kuat untuk memperbarui komitmen kita pada nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah kita, setiap keputusan yang kita ambil, setiap kata yang kita ucapkan, dan setiap tindakan yang kita lakukan sebagai cerminan dari semangat Pancasila.

Kita semua mendambakan Indonesia yang maju, bukan cuma canggih teknologinya, tapi juga luhur budinya. Kita ingin Indonesia yang sejahtera, bukan cuma tinggi angka statistiknya, tapi juga terasa keadilan dan persaudaraannya. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia, bukan cuma karena kekuatan ekonominya, tapi karena keluhuran moral dan kebijaksanaan rakyatnya. Semua impian ini bisa terwujud jika kita teguh berpegang pada Pancasila.

Saudara-saudari sekalian,

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa masa depan bangsa ada di tangan kita. Jika kita benar-benar ingin mewujudkan Indonesia Raya yang kita impikan, maka satu-satunya jalan adalah memastikan bahwa Pancasila terus menjadi jiwa yang menggerakkan setiap denyut nadi pembangunan dan kehidupan berbangsa kita.

Akhir kata, marilah kita terus bergotong-royong, menjaga erat persatuan meskipun banyak perbedaan, menghargai setiap individu, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan kita. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi tanpa henti dalam berkarya, berbangsa, dan bernegara.

Dirgahayu Pancasila!
Jayalah Indonesiaku!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om santi santi santi om,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan.
Salam Pancasila!

Contoh Pidato 1: Membangun Persatuan dengan Semangat Pancasila

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi, Shalom
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru dan staf sekolah sekalian,
Dan anak-anakku semua yang saya cintai dan banggakan,

Hari ini, kita bersama-sama memperingati Hari Kelahiran Pancasila, sebuah hari yang punya makna mendalam bagi perjalanan bangsa kita. Tanggal 1 Juni ini selalu kita rayakan dengan penuh kekhidmatan sebagai pengingat akan lahirnya dasar negara yang mempersatukan kita. Pancasila adalah landasan yang sangat kokoh untuk menjalankan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejak pertama kali diresmikan pada 1 Juni 1945, Pancasila sudah membuktikan dirinya sebagai jiwa dan semangat yang kuat. Ia mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman. Kita punya berbagai suku, agama, ras, dan golongan, tapi semua bisa bersatu berkat nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Keberagaman itu indah jika disatukan oleh Pancasila.

Anak-anakku yang saya banggakan,

Sebagai generasi yang akan membawa Indonesia menuju masa depan, khususnya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, kalian punya peran penting. Kita semua dituntut untuk semakin memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara kita. Caranya? Tentu saja dengan menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam diri kita masing-masing.

Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila, kita sedang membangun fondasi untuk Indonesia yang lebih baik. Kita bisa menciptakan negara yang lebih maju, lebih sejahtera, dan benar-benar merasakan keadilan sosial untuk semua warganya. Ini adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari diri sendiri.

Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, keadilan sosial, dan rasa kemanusiaan itu bukan sekadar teori di buku pelajaran. Itu semua harus kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat. Marilah kita tunjukkan semangat Pancasila dengan belajar giat, bekerja keras, dan memberikan kontribusi positif sekecil apapun bagi bangsa dan negara.

Semoga apa yang saya sampaikan hari ini bisa memberikan semangat baru bagi kita semua. Mari kita jaga persatuan dan terus berusaha mengamalkan Pancasila dalam setiap langkah. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkahi kita semua dalam upaya kita membangun Indonesia Emas.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Contoh Pidato 2: Pancasila sebagai Dasar Pembangunan Karakter Bangsa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua, Shalom
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang terhormat Bapak dan Ibu guru serta seluruh staf sekolah,
Dan yang saya banggakan, siswa-siswi sekalian,

Pagi yang cerah ini, kita berkumpul untuk memperingati sebuah momen yang sangat bersejarah dan penting bagi identitas kita sebagai bangsa Indonesia: Hari Kelahiran Pancasila. Ini bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tapi pengingat akan lahirnya panduan hidup yang luar biasa bagi kita semua. Pancasila itu bukan hanya dasar negara yang tertulis di konstitusi kita.

Lebih dari itu, Pancasila adalah kompas moral, penuntun bagi kita dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan sehari-hari. Dengan memahami, meresapi, dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kita akan punya bekal yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan yang mungkin datang menghampiri bangsa kita. Pancasila memberikan kita kekuatan karakter.

Anak-anak sekalian yang saya kasihi,

Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman yang benar-benar hidup dalam keseharian kita. Memulai mengamalkan Pancasila itu tidak harus dari hal-hal besar, kok. Bisa dimulai dari tindakan sederhana dan kecil di lingkungan terdekat kita. Misalnya, bersikap adil kepada teman, saling tolong menolong tanpa memandang perbedaan, atau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain.

Dengan membiasakan diri melakukan hal-hal baik yang sesuai nilai Pancasila, kita sedang membangun karakter diri yang tangguh. Kita akan tumbuh menjadi generasi yang berintegritas, punya kepedulian sosial tinggi, dan siap menyongsong masa depan Indonesia dengan penuh keyakinan. Karakter yang kuat inilah modal utama kita.

Ingatlah, kita semua punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga keluhuran Pancasila dan mengamalkannya. Mulai dari diri sendiri, di rumah, di sekolah, sampai nanti ketika kalian terjun ke masyarakat luas. Dengan bersatu padu, mengamalkan nilai Pancasila, dan bekerja keras, saya yakin kita bisa membawa Indonesia mencapai puncak kejayaan yang kita impikan bersama.

Terima kasih banyak atas perhatiannya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melindungi dan membimbing setiap langkah kita dalam mengamalkan Pancasila.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Contoh Pidato 3: Pancasila sebagai Landasan Menuju Kemajuan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Bapak/Ibu guru dan staf sekolah yang saya hormati,
Serta anak-anakku semua yang saya cintai,

Hari ini kita berdiri bersama dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Momen ini mengingatkan kita akan pentingnya dasar negara kita dalam membimbing langkah kita menuju masa depan yang lebih baik. Sebagai generasi penerus bangsa, tugas utama kita adalah memastikan nilai-nilai Pancasila tidak hanya dihafal, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.

Nilai-nilai seperti keadilan sosial yang harus dirasakan semua warga, pentingnya persatuan di tengah perbedaan, dan semangat gotong royong untuk membangun bersama, itu semua harus menjadi landasan kuat dari setiap tindakan yang kita ambil. Pancasila memberikan kita arah dan tujuan yang jelas dalam membangun bangsa.

Anak-anakku sekalian,

Perjalanan kita menuju Indonesia Emas itu bukan jalan yang mudah. Akan ada banyak tantangan dan rintangan di depan. Namun, dengan bersatu padu dan mengesampingkan segala bentuk perbedaan yang ada, serta mau bekerja sama demi kemajuan bangsa, kita pasti bisa melaluinya. Pancasila hadir untuk memberi kita pedoman bagaimana merajut kebersamaan dan menghindari segala hal yang bisa memecah belah persatuan kita.

Mari kita terus semangat belajar, kembangkan bakat dan kreativitas, berinovasi, dan jangan ragu untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini, sekecil apapun itu. Dengan menjadikan semangat Pancasila sebagai kekuatan pendorong, saya optimis kita pasti bisa mewujudkan Indonesia yang kita impikan, yaitu Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Sekian pidato singkat dari saya, semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi kita semua. Terima kasih banyak atas perhatian dan kehadiran Bapak/Ibu serta anak-anakku sekalian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Contoh Pidato 4: Menggali Nilai Pancasila untuk Masa Depan Gemilang

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati Bapak/Ibu guru dan seluruh staf sekolah,
Serta anak-anakku sekalian yang saya banggakan,

Pada pagi yang penuh makna ini, kita kembali bersama untuk memperingati Hari Kelahiran Pancasila di tahun 2025. Peringatan ini harus menjadi momentum penting bagi kita semua untuk lebih dalam menggali dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, di setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.

Pancasila bukan sekadar kumpulan kata-kata, melainkan adalah pedoman hidup yang mengajarkan kita banyak hal penting. Ia mengajarkan tentang urgensi menjaga persatuan di tengah keberagaman, pentingnya keadilan bagi setiap individu, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dalam perjalanan panjang menuju terwujudnya Indonesia Emas, Pancasila harus kita jadikan sebagai sumber inspirasi utama dan semangat yang tak pernah padam dalam setiap langkah kita.

Anak-anakku yang tercinta,

Dengan bekal pemahaman yang kuat dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin kalian akan mampu menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan. Dunia terus berubah, tantangan makin kompleks, tetapi dengan berpegang pada Pancasila, kita punya fondasi yang kuat. Mari kita praktikkan saling menghargai satu sama lain, membangun kerja sama yang solid, dan terus menjaga persatuan demi masa depan bangsa yang jauh lebih baik dan gemilang.

Pancasila bukan hanya sekadar semboyan yang diteriakkan saat upacara, tetapi ia harus menjadi nafas dan jiwa yang menggerakkan setiap tindakan dan keputusan kita. Mulai dari hal kecil di lingkungan sekolah hingga nanti kalian berkontribusi di tengah masyarakat. Bersama-sama, dengan semangat Pancasila yang menyala, kita pasti bisa membawa Indonesia mencapai kejayaan yang selama ini kita impikan bersama.

Terima kasih banyak atas perhatian dan partisipasi aktif Bapak/Ibu dan anak-anakku semua dalam upacara ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkahi kita semua dan memberikan kekuatan untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Contoh Pidato 5: Pancasila dan Peran Generasi Muda dalam Pembangunan Bangsa

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Shalom, Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang terhormat Bapak/Ibu guru dan seluruh staf sekolah,
Dan yang saya banggakan, siswa-siswi sekalian,

Hari ini kita merayakan bersama Hari Kelahiran Pancasila tahun 2025. Momen ini adalah kesempatan yang tepat bagi kita untuk merenungkan dan kembali mengingatkan diri akan betapa pentingnya peran Pancasila dalam membentuk karakter setiap individu dan menjaga integritas bangsa kita yang besar ini. Pancasila adalah pilar utama yang menopang keutuhan Indonesia.

Pancasila adalah landasan yang kokoh dan tak tergantikan dalam upaya kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah kemajemukan. Nah, khusus untuk kalian, para generasi muda, saya ingin tegaskan bahwa kalian adalah harapan terbesar bangsa ini. Kalianlah yang akan memegang estafet kepemimpinan dan membawa Indonesia menuju kemajuan serta kejayaan di masa depan. Masa depan bangsa ada di tangan kalian.

Anak-anak sekalian,

Oleh karena itu, mari kita junjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila dalam setiap sendi kehidupan kita sehari-hari. Di sekolah, di rumah, di lingkungan pergaulan, dan bahkan di media sosial. Dengan berpegang teguh pada Pancasila, kita punya modal sosial dan moral yang kuat untuk menciptakan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera, sesuai dengan cita-cita bangsa kita.

Kalian, para siswa-siswi, adalah agen perubahan yang paling potensial. Kalianlah yang akan mengantarkan Indonesia mencapai era Indonesia Emas. Dengan semangat Pancasila yang membara di dada, marilah kita bersama-sama bekerja keras tanpa kenal lelah, belajar dengan tekun untuk menggali ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi positif terbaik yang bisa kita berikan bagi bangsa ini.

Demikian pidato yang bisa saya sampaikan pada hari yang bersejarah ini. Semoga kita semua senantiasa diberikan kekuatan, semangat, dan petunjuk oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.


Semoga contoh-contoh pidato di atas bisa membantu dalam persiapan upacara Hari Lahir Pancasila 2025 nanti ya! Nilai-nilai Pancasila itu bukan cuma untuk upacara, tapi harus kita praktikkan setiap hari.

Ada pengalaman menarik saat mengamalkan nilai Pancasila? Atau punya ide kegiatan seru untuk merayakan Hari Lahir Pancasila di sekolah atau lingkunganmu? Yuk, share di kolom komentar!

Posting Komentar