Yuk, Puasa Senin Kamis! Ini Jadwal & Niat di Bulan Juni 2025

Table of Contents

Puasa Senin Kamis adalah salah satu amalan sunnah yang pahalanya berlimpah. Rasulullah SAW sendiri sering mengerjakan puasa ini semasa hidupnya. Amalan ini punya tempat spesial di hati umat Muslim karena keutamaannya yang luar biasa. Sebelum memulai puasa sunnah ini, ada baiknya kita memahami niat dan tahu jadwalnya, apalagi sebentar lagi kita akan masuk bulan Juni 2025.

Mengapa niat itu penting dalam beribadah? Dalam Islam, niat adalah rukun ibadah. Artinya, ibadah kita nggak akan sah tanpa niat yang benar. Niat ini membedakan antara kebiasaan sehari-hari dengan amalan ibadah yang tulus karena Allah SWT. Seperti sabda Rasulullah SAW yang terkenal:

“Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan betapa krusialnya niat. Puasa Senin Kamis yang kita kerjakan harus diniatkan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT, bukan karena ikut-ikutan, diet, atau alasan duniawi lainnya. Niat inilah yang mengubah aktivitas menahan lapar dan haus menjadi amalan berpahala besar.

Kapan Sebaiknya Niat Puasa Senin Kamis Dibaca?

Untuk puasa sunnah seperti Senin Kamis, niatnya bisa dibaca pada malam hari setelah salat Isya sampai sebelum masuk waktu zawal (sekitar 15-20 menit sebelum Dzuhur) pada hari puasa tersebut. Ini beda dengan puasa wajib Ramadhan yang niatnya harus di malam hari. Jadi, kalau pagi bangun dan belum makan atau minum, serta belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, kamu masih bisa berniat untuk puasa sunnah Senin atau Kamis di hari itu. Tapi, lebih utama kalau niatnya dibaca di malam hari sebelum tidur atau setelah salat Isya.

Niat Puasa Senin Kamis

Nah, ini dia lafadz niat untuk puasa Senin dan Kamis yang bisa kamu amalkan.

1. Niat Puasa Senin

Bacaan niat puasa sunnah hari Senin:

Ù†َÙˆَÙŠْتُ صَÙˆْÙ…َ ÙŠَÙˆْÙ…َ الاِØ«ْÙ†َÙŠْÙ†ِ سُÙ†َّØ©ً Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ تَعَالَÙ‰

Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Niat ini diucapkan dalam hati, tapi melafadzkannya juga dianjurkan untuk memantapkan hati. Kata sunnatan menunjukkan bahwa puasa ini adalah sunnah, bukan wajib. Dan frasa lillahi ta’ala menegaskan bahwa puasa ini dilakukan semata-mata karena Allah SWT.

2. Niat Puasa Kamis

Bacaan niat puasa sunnah hari Kamis:

Ù†َÙˆَÙŠْتُ صَÙˆْÙ…َ ÙŠَÙˆْÙ…َ الخَÙ…ِÙŠْسِ سُÙ†َّØ©ً Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ تَعَالَÙ‰

Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta’ala.”

Sama seperti niat puasa Senin, niat puasa Kamis ini juga dibaca dengan khusyuk, membulatkan tekad untuk beribadah kepada Allah. Hari Kamis juga merupakan hari istimewa di mana amal perbuatan kita diangkat dan dilaporkan kepada Allah, seperti hadits yang sudah disebutkan di awal. Berpuasa di hari tersebut berarti kita ingin amal kita dilaporkan saat kita sedang dalam kondisi taat.

Jadwal Puasa Senin Kamis Bulan Juni 2025

Bulan Juni 2025 akan menjadi momen yang pas untuk rutin mengerjakan puasa Senin Kamis. Berdasarkan Kalender Hijriah Tahun 2025 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI, berikut adalah jadwal lengkap puasa Senin Kamis selama bulan Juni 2025.

Hari, Tanggal Masehi Tanggal Hijriah Keterangan
Senin, 2 Juni 2025 6 Zulhijah 1446 H Puasa Sunnah Senin
Kamis, 5 Juni 2025 9 Zulhijah 1446 H Puasa Arafah
Kamis, 12 Juni 2025 16 Zulhijah 1446 H Puasa Sunnah Kamis
Senin, 16 Juni 2025 20 Zulhijah 1446 H Puasa Sunnah Senin
Kamis, 19 Juni 2025 23 Zulhijah 1446 H Puasa Sunnah Kamis
Senin, 23 Juni 2025 27 Zulhijah 1446 H Puasa Sunnah Senin
Kamis, 26 Juni 2025 30 Zulhijah 1446 H Puasa Sunnah Kamis
Senin, 30 Juni 2025 4 Muharram 1447 H Puasa Sunnah Senin

Penting untuk Diperhatikan: Pada tanggal 5 Juni 2025, bertepatan dengan 9 Zulhijah 1446 H. Tanggal ini adalah hari Arafah. Puasa pada hari Arafah adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan luar biasa, yaitu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang bagi yang mengerjakannya (bagi yang tidak sedang berhaji). Jadi, tanggal 5 Juni 2025 itu adalah puasa Kamis sekaligus puasa Arafah. Niatnya bisa diniatkan kedua-duanya (puasa Kamis dan puasa Arafah) atau cukup niat puasa Arafah saja karena puasa Arafah memiliki keutamaan yang lebih besar dan sudah mencakup keutamaan puasa di hari Kamis.

Setelah tanggal 10 Zulhijah (Hari Raya Idul Adha) dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Zulhijah), kita memasuki bulan Muharram. Bulan Muharram adalah salah satu bulan haram (bulan yang dimuliakan) dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di dalamnya, termasuk puasa sunnah. Puasa sunnah di bulan Muharram yang paling utama adalah puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) dan Tasu’a (tanggal 9 Muharram). Tanggal 30 Juni 2025 bertepatan dengan 4 Muharram 1447 H, ini masuk dalam periode yang baik untuk berpuasa.

Yuk, Puasa Senin Kamis!

Tata Cara Puasa Senin Kamis

Tata cara puasa Senin Kamis sama persis dengan puasa pada umumnya. Dimulai dari terbit fajar shadiq hingga terbenam matahari.

  • Makan Sahur: Dianjurkan untuk makan sahur meskipun hanya seteguk air. Sahur memberikan berkah dan kekuatan untuk menjalankan puasa sehari penuh.
  • Menahan Diri: Selama waktu puasa, kita menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa seperti berhubungan suami istri.
  • Menjaga Perilaku: Selain menahan lapar dan haus, penting juga untuk menjaga lisan, pandangan, dan anggota tubuh lainnya dari perbuatan maksiat atau perkataan buruk. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari).
  • Berbuka Puasa: Berbuka dilakukan saat matahari terbenam. Dianjurkan untuk menyegerakan berbuka.

Keutamaan Puasa Senin Kamis

Puasa sunnah ini bukan sembarang puasa, lho! Ada banyak keutamaan dan hikmah di baliknya yang membuat Rasulullah SAW senantiasa mengerjakannya dan menganjurkan umatnya. Berikut beberapa keutamaan yang bisa kita raih dengan rutin berpuasa Senin Kamis:

  1. Amal Diangkat: Seperti hadits di awal, pada hari Senin dan Kamis, amal perbuatan manusia diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Berpuasa di hari itu menunjukkan kondisi taat saat amal kita diperiksa.
  2. Dihapusnya Fitnah: Puasa, termasuk puasa Senin Kamis, dipercaya dapat menghapus fitnah, baik fitnah dalam urusan agama maupun dunia. Ini karena puasa melatih diri untuk lebih dekat dengan Allah dan menjauhi hal-hal yang buruk.
  3. Zakat bagi Tubuh: Ada ulama yang menyebut puasa sebagai “zakat” bagi tubuh. Dengan berpuasa, tubuh kita “diistirahatkan” dari proses pencernaan yang terus-menerus, membantu membersihkan organ-organ dalam, dan secara fisik memberikan manfaat kesehatan. Ini juga bentuk syukur atas nikmat sehat yang diberikan Allah.
  4. Mendapat Syafaat: Puasa adalah salah satu amalan yang kelak di hari Kiamat akan memberikan syafaat (pertolongan) bagi pelakunya. Puasa akan berkata, “Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan syahwatnya di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafaat kepadanya.” (HR. Ahmad).
  5. Mendapat Pahala Berlipat: Setiap amalan baik di hari Senin dan Kamis memiliki potensi pahala yang berlipat ganda, apalagi amalan utama seperti puasa yang langsung dipersembahkan kepada Allah.
  6. Mendapat Gelar Takwa: Puasa melatih kesabaran, kedisiplinan, dan ketaatan. Seseorang yang istiqamah berpuasa Senin Kamis menunjukkan ketaatannya kepada perintah dan anjuran Allah serta Rasul-Nya, yang merupakan tanda-tanda orang bertakwa.
  7. Dijauhkan dari Api Neraka: Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah (karena-Nya) melainkan Allah akan menjauhkannya dengan hari itu dari api neraka sejauh (perjalanan) tujuh puluh musim.” (HR. Bukhari dan Muslim). Puasa Senin Kamis termasuk dalam puasa di jalan Allah.
  8. Mendapat Cinta dari Allah SWT: Melakukan amalan sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meraih cinta-Nya. Dalam hadits Qudsi, Allah berfirman, “…Dan senantiasa hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya…” (HR. Bukhari). Puasa Senin Kamis adalah amalan sunnah yang kuat (sunnah muakkadah), menjadikannya jalan pintas untuk meraih cinta Ilahi.
  9. Melatih Kesabaran dan Disiplin: Menahan diri dari makan dan minum seharian penuh melatih kesabaran dan kedisiplinan diri. Ini adalah pelajaran berharga yang bisa diterapkan dalam aspek kehidupan lainnya.
  10. Meningkatkan Empati: Dengan merasakan lapar dan haus, kita bisa lebih merasakan penderitaan orang-orang yang kurang beruntung dan tidak memiliki cukup makanan. Ini menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial.

Puasa Senin Kamis adalah investasi akhirat yang sangat menguntungkan dengan modal yang relatif ringan. Cukup niat tulus dan menahan diri sesuai syariat.

Semoga kita semua diberikan kekuatan dan keistiqamahan untuk bisa rutin mengerjakan puasa sunnah Senin Kamis di bulan Juni 2025 dan bulan-bulan berikutnya. Niatkan dengan tulus karena Allah, insya Allah banyak keberkahan dan keutamaan yang akan kita peroleh.

Gimana, sudah siap menyambut Juni 2025 dengan Puasa Senin Kamis? Share pendapat atau pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Posting Komentar