Latihan Soal ANBK Numerasi SMP Biar Gak Kaget Pas Ujian!

Table of Contents

Halo, adik-adik SMP! Siapa di sini yang udah mulai deg-degan nungguin Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK)? Tenang aja, nggak perlu panik berlebihan. Kunci utamanya adalah persiapan yang matang, dan salah satu cara terbaiknya adalah dengan berlatih soal-soal, khususnya untuk materi numerasi.

ANBK itu sendiri rencananya bakal digelar antara tanggal 25 sampai 28 Agustus 2025. Ujian ini mencakup beberapa materi uji penting, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Nah, di AKM inilah ada dua komponen utama yang diuji, yaitu literasi dan numerasi.

AKM literasi itu menguji kemampuan kalian dalam memahami teks dan informasi, sedangkan AKM numerasi ini yang nggak kalah penting, yaitu mengukur kemampuan berhitung dan logika berpikir kalian. Jadi, bukan cuma sekadar matematika biasa, tapi lebih ke arah bagaimana kalian menerapkan konsep-konsep angka dan data dalam kehidupan sehari-hari.

Kalau kalian pengen latihan langsung, pemerintah sudah menyediakan simulasi AKM yang bisa diakses secara online. Kalian bisa coba-coba di laman https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/simulasi_akm/. Latihan di sana bisa bantu kalian kenalan sama format soalnya dan juga ngerasain suasana ujiannya.

Supaya lebih mantap lagi, di artikel ini kita bakal bedah beberapa contoh soal ANBK materi numerasi yang mirip banget sama yang ada di simulasi resmi. Yuk, langsung aja kita intip soal-soalnya dan gimana cara berpikir untuk menyelesaikannya!

Latihan Soal ANBK Numerasi SMP

Contoh Soal AKM Numerasi dan Cara Memahaminya

Memahami soal numerasi itu kuncinya bukan cuma hafal rumus, tapi juga paham konteks masalahnya. Setiap soal didesain untuk menguji kemampuan berpikir logis dan analitis kalian dalam menyelesaikan persoalan yang mirip dengan situasi nyata. Mari kita telaah satu per satu.

Soal Konteks Pembagian Sembako

Soal-soal seperti ini sering muncul karena menguji kemampuan kalian dalam memahami konsep pembagian dan sisa. Ini seringkali melibatkan pemahaman tentang Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) atau Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dalam konteks masalah sehari-hari.

1. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun, sebuah perusahaan bermaksud membagikan paket sembako kepada sejumlah warga di sekitar perusahaan tersebut.

Banyak sembako masing-masing jenis sembako pada tiap paket sama. Artinya banyak mie instan tiap paket sama. Begitu pula susu dan minyak goreng.

Perusahaan akan membagikan paket sembako kepada 40 warga di sekitar dengan jumlah barang setiap paket yang diterima masing-masing sama banyak. Namun, barang yang akan dibagikan ternyata masih kurang jika harus dibagi rata. Barang yang harus dibeli lagi oleh perusahaan adalah …

A. Susu sebanyak 10 kaleng
B. Susu 10 kaleng dan minyak goreng 20 plastik
C. Mie instan 30 bungkus
D. Mie instan 30 bungkus dan susu 10 kaleng

Untuk menyelesaikan soal ini, kalian perlu membayangkan situasi di mana barang harus dibagi rata ke 40 paket. Jika ada barang yang “kurang”, itu berarti jumlah barang yang tersedia tidak habis dibagi 40 atau tidak cukup untuk 40 paket. Misalnya, jika mie instan yang tersedia ada 170 bungkus, dan kita butuh membaginya ke 40 paket, berarti setiap paket akan dapat 4 bungkus (40 x 4 = 160) dan masih ada sisa 10 bungkus. Jika targetnya adalah 5 bungkus per paket, berarti kita butuh 40 x 5 = 200 bungkus, sehingga masih kurang 30 bungkus. Soal ini meminta kita mencari barang yang jumlahnya masih kurang agar bisa dibagi rata kepada 40 warga.

2. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun, sebuah perusahaan bermaksud membagikan paket sembako kepada sejumlah warga di sekitar perusahaan tersebut.

Banyak sembako masing-masing jenis sembako pada tiap paket sama. Artinya banyak mie instan tiap paket sama. Begitu pula susu dan minyak goreng.

Berikut adalah beberapa pernyataan terkait pembagian paket sembako. Klik pada setiap pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

A. Jika setiap paket berisi ketiga jenis sembako, maka jumlah minimal susu yang dapat diberikan adalah 9 kaleng.
B. Jika dalam satu paket tidak berisi minyak goreng, maka jumlah paket maksimal yang dapat diberikan adalah 30 paket.
C. Jika dalam satu paket hanya terdiri dari mie instan dan minyak goreng, maka jumlah minimal mie instan dalam setiap paket tidak lebih dari 2 bungkus.

Soal kedua ini mengajak kalian untuk menganalisis skenario pembagian yang berbeda-beda. Kalian harus hati-hati dalam membaca setiap pernyataan dan memikirkan implikasi dari kondisi yang diberikan, seperti “jumlah minimal” atau “jumlah maksimal” paket. Ini menguji pemahaman kalian tentang kelipatan dan faktor dari jumlah barang yang tersedia untuk mencari tahu berapa paket yang mungkin terbentuk. Misalnya, jika ada 60 mie instan, 45 susu, dan 75 minyak goreng, maka untuk setiap paket berisi ketiga jenis, kalian harus mencari FPB dari 60, 45, dan 75 untuk menentukan jumlah maksimal paket dan berapa isi minimal per paket.

Soal Konteks Usaha Tani Buah Jeruk Pak Dian

Soal ini menguji kemampuan kalian dalam memahami dan mengolah informasi numerik dari teks panjang. Ada banyak angka dan satuan yang perlu diperhatikan, serta pola pertumbuhan yang harus diidentifikasi. Kalian akan berlatih konversi satuan dan perhitungan persentase atau perbandingan.

3. Pak Dian memiliki dua kebun jeruk dengan luas masing-masing 1 ha. Setiap enam bulan sekali Pak Dian selalu memanen kebun jeruk miliknya. Pada panen pertama di tahun 2015, masing-masing kebun menghasilkan jeruk sekitar 25 kuintal. Sementara pada panen kedua, masing-masing kebun menghasilkan jeruk sekitar 50 kuintal. Hasil panen jeruk selalu meningkat dua kali lipat di panen-panen berikutnya.

Karena melimpahnya buah jeruk di setiap panen, seorang reporter berita tertarik untuk mewawancarai Pak Dian menanyakan strategi rahasia yang dilakukan oleh Pak Dian. Didapatkan informasi bahwa setiap bulan Pak Dian selalu memberi pupuk pohon jeruk sebanyak ¼ kg pada masing-masing kebun.

Hal tersebut Pak Dian lakukan agar setiap panen menghasilkan jeruk dengan kualitas yang bagus dan segar. Dalam satu kebun, jumlah pohon jeruk Pak Dian diperkirakan mencapai 150 pohon.

Keterangan:
1 ha = 104 m2
1 kuintal = 102 kg
1 kg = 1000 gram

Berdasarkan informasi mengenai usaha tani buah jeruk tersebut, Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Pupuk yang diperlukan untuk merawat satu pohon jeruk setiap satu bulan sekali adalah sekitar 16 x 10-10 gram
B. Jumlah pohon jeruk yang dimiliki Pak Dian diperkirakan mencapai 300 pohon
C. Pada panen ke 2, satu kebun mampu menghasilkan jeruk sebanyak 200 kuintal

Soal ini adalah tipe True/False yang mengharuskan kalian memverifikasi setiap pernyataan berdasarkan data yang diberikan. Kalian perlu jeli dalam membaca informasi, melakukan perhitungan sederhana, dan memastikan konversi satuan dilakukan dengan benar. Misalnya, untuk mengecek pernyataan A, kalian harus menghitung total pupuk per kebun per bulan, lalu membaginya dengan jumlah pohon di satu kebun, kemudian mengkonversi hasilnya ke gram. Untuk pernyataan B, kalian cukup menjumlahkan pohon dari kedua kebun Pak Dian. Sedangkan untuk C, kalian perlu melihat pola peningkatan hasil panen yang disebutkan dalam teks.

4. Pak Dian memiliki dua kebun jeruk dengan luas masing-masing 1 ha. Setiap enam bulan sekali Pak Dian selalu memanen kebun jeruk miliknya. Pada panen pertama di tahun 2015, masing-masing kebun menghasilkan jeruk sekitar 25 kuintal. Sementara pada panen kedua, masing-masing kebun menghasilkan jeruk sekitar 50 kuintal. Hasil panen jeruk selalu meningkat dua kali lipat di panen-panen berikutnya.

Karena melimpahnya buah jeruk di setiap panen, seorang reporter berita tertarik untuk mewawancarai Pak Dian menanyakan strategi rahasia yang dilakukan oleh Pak Dian.

Didapatkan informasi bahwa setiap bulan Pak Dian selalu memberi pupuk pohon jeruk sebanyak ¼ kg pada masing-masing kebun. Hal tersebut Pak Dian lakukan agar setiap panen menghasilkan jeruk dengan kualitas yang bagus dan segar. Dalam satu kebun, jumlah pohon jeruk Pak Dian diperkirakan mencapai 150 pohon.

Keterangan:
1 ha = 104 m2
1 kuintal = 102 kg
1 kg = 1000 gram

Berapa gram kah total pupuk yang sudah dihabiskan Pak Dian untuk kebun jeruk miliknya?

Pertanyaan ini memerlukan kalian untuk menghitung total pupuk yang dihabiskan Pak Dian. Kalian harus menentukan periode waktu yang dimaksud (apakah dari awal panen sampai saat ini?) dan berapa banyak pupuk yang diberikan per bulan per kebun. Setelah itu, jangan lupa untuk mengkonversi total pupuk dari kilogram ke gram sesuai dengan yang ditanyakan.

Soal Konteks Pembelahan Bakteri Hanif

Soal-soal tentang pertumbuhan bakteri seringkali melibatkan konsep pertumbuhan eksponensial atau deret geometri. Kalian perlu memahami bagaimana jumlah bakteri berubah seiring waktu dengan laju pembelahan yang konstan.

5. Pada suatu hari Hanif diminta mengamati perkembangan pertumbuhan sebuah bakteri sebagai tugas praktikum sekolah untuk mata pelajaran IPA. Ia diminta mengamati pertumbuhan bakteri selama 180 menit untuk melihat secara langsung pembelahan biner pada bakteri. Mula-mula bakteri yang diamati berjumlah 2.

Kemudian, setiap 20 menit bakteri tersebut membelah diri. Bakteri tersebut terus membelah diri hingga 180 menit kedepan. Hanif diminta membuat laporan terkait pembelahan biner pada bakteri tersebut.

Selang 100 menit kemudian, Hanif mengamati perubahan jumlah bakteri dalam wadah pengamatan. Ada berapa banyak bakteri yang dilihat Hanif pada wadah tersebut? Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Dan jawaban benar lebih dari satu!

A. 25 Bakteri
B. 26 Bakteri
C. 42 Bakteri
D. 43 Bakteri

Untuk soal ini, kalian harus menghitung berapa kali bakteri membelah diri dalam 100 menit. Karena setiap pembelahan terjadi setiap 20 menit, kalian bisa menghitung jumlah siklus pembelahan. Setelah itu, gunakan rumus pertumbuhan eksponensial (jumlah awal dikalikan 2 pangkat jumlah pembelahan) untuk menemukan total bakteri.

6. Pada suatu hari Hanif diminta mengamati perkembangan pertumbuhan sebuah bakteri sebagai tugas praktikum sekolah untuk mata pelajaran IPA. Ia diminta mengamati pertumbuhan bakteri selama 180 menit untuk melihat secara langsung pembelahan biner pada bakteri.
Mula-mula bakteri yang diamati berjumlah 2.

Kemudian, setiap 20 menit bakteri tersebut membelah diri. Bakteri tersebut terus membelah diri hingga 180 menit kedepan. Hanif diminta membuat laporan terkait pembelahan biner pada bakteri tersebut.

Setelah pengamatan berjalan selama 2 jam, Hanif memisahkan bakteri-bakteri yang sedang diamati ke dalam dua wadah berbeda dengan perbandingan banyak bakteri 1 : 3. Lalu, pengamatan kembali dilanjutkan.

Di akhir waktu pengamatan, Hanif mencatat banyak bakteri di kedua wadah.

Terkait dengan banyaknya bakteri di akhir waktu pengamatan Hanif, klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Ada sebanyak 256 bakteri di salah satu wadah.
B. Banyak bakteri menjadi lebih dari 1.000 bakteri.
C. Selisih banyak bakteri di kedua wadah adalah sebanyak 27 bakteri.

Soal ini lebih kompleks karena ada beberapa tahapan. Pertama, kalian perlu menghitung jumlah bakteri setelah 2 jam (120 menit). Kemudian, bagi jumlah tersebut berdasarkan perbandingan 1:3 ke dua wadah. Setelah itu, hitung lagi pertumbuhan bakteri di masing-masing wadah dari sisa waktu pengamatan (180 menit - 120 menit = 60 menit) dengan laju pembelahan yang sama. Akhirnya, verifikasi setiap pernyataan True/False berdasarkan hasil perhitungan total.

mermaid graph TD A[Waktu 0 menit: 2 Bakteri] --> B{Siklus Pembelahan: Setiap 20 menit} B --> C[20 menit: 4 Bakteri] C --> D[40 menit: 8 Bakteri] D --> E[60 menit: 16 Bakteri] E --> F[80 menit: 32 Bakteri] F --> G[100 menit: 64 Bakteri] G --> H[120 menit (2 jam): 128 Bakteri] H --> I{Pemisahan 1:3} I -- Wadah 1 --> J[32 Bakteri] I -- Wadah 2 --> K[96 Bakteri] J --> L{Lanjutan Pembelahan: 60 menit} K --> M{Lanjutan Pembelahan: 60 menit} L --> N[Jumlah Bakteri Wadah 1 di akhir] M --> O[Jumlah Bakteri Wadah 2 di akhir]

Diagram di atas membantu memvisualisasikan alur pertumbuhan dan pemisahan bakteri.

Soal Konteks Penerimaan Siswa Baru Universitas X

Jenis soal ini menguji kemampuan kalian dalam menginterpretasi data dan menerapkan sistem penilaian untuk menentukan kelulusan. Ini melibatkan perhitungan skor dengan aturan tertentu dan membandingkannya dengan kriteria minimal.

7. Dalam penerimaan siswa baru di Universitas X ditentukan berdasarkan nilai atau skor yang diperoleh oleh peserta seleksi. Soal berbentuk pilihan ganda berjumlah 50 butir dengan ketentuan sebagai berikut.

Jawaban benar mendapatkan skor 4
Jawaban salah mendapatkan skor -2
Soal tidak dijawab mendapatkan skor -1

Untuk diterima di sekolah tersebut peserta seleksi minimal harus mendapatkan skor minimal 162. Berikut hasil akhir peserta seleksi.

Nama Peserta Jumlah Soal Benar Jumlah Soal Salah Soal Tidak Dijawab Total Skor
Ryan 45 3 2 172
Dicky 42 5 3 155
Arman 40 7 3 143
Rudi 44 4 2 166
Keyla 43 5 2 160
Priska 41 6 3 149
Cintya 39 8 3 137

Berdasarkan nilai tersebut, siapa sajakah yang lolos seleksi? Klik pada setiap pilihan jawaban benar! Dan jawaban benar lebih dari satu!

A. Ryan
B. Dicky
C. Arman
D. Rudi

Untuk menjawab soal ini, kalian hanya perlu melihat tabel hasil akhir peserta seleksi yang diberikan. Kemudian, bandingkan ‘Total Skor’ masing-masing peserta dengan skor minimal kelulusan, yaitu 162. Siapa pun yang skornya 162 atau lebih tinggi, berarti lolos seleksi.

8. Dalam penerimaan siswa baru di Universitas X ditentukan berdasarkan nilai atau skor yang diperoleh oleh peserta seleksi. Soal berbentuk pilihan ganda berjumlah 50 butir dengan ketentuan sebagai berikut.

Jawaban benar mendapatkan skor 4
Jawaban salah mendapatkan skor -2
Soal tidak dijawab mendapatkan skor -1

Untuk diterima di sekolah tersebut peserta seleksi minimal harus mendapatkan skor minimal 162. Berikut hasil akhir peserta seleksi.

(Data tabel sama dengan soal nomor 7)

Dari data tersebut, diketahui jumlah mahasiswa yang memenuhi syarat untuk diterima di Universitas X masih belum memenuhi kuota penerimaan.

Oleh karena itu, Universitas X melakukan tes ulang bagi satu orang peserta yang gagal pada tes seleksi sebelumnya dengan syarat memiliki skor tertinggi diantara rentang nilai 156-161.

Peserta yang memiliki kesempatan untuk mengikuti tes ulang adalah Dalam penerimaan siswa baru di Universitas X ditentukan berdasarkan nilai atau skor yang diperoleh oleh peserta seleksi. Soal berbentuk pilihan ganda berjumlah 50 butir dengan ketentuan sebagai berikut.

Jawaban benar mendapatkan skor 4
Jawaban salah mendapatkan skor -2
Soal tidak dijawab mendapatkan skor -1

Untuk diterima di sekolah tersebut peserta seleksi minimal harus mendapatkan skor minimal 162. Berikut hasil akhir peserta seleksi.

Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Meskipun Keyla mampu menjawab soal yang salah dengan benar, ia tetap belum bisa dipastikan mendapatkan nilai tertinggi.
B. Jika Priska mampu menjawab 2 soal dari yang salah dengan benar, maka ia akan lolos seleksi.
C. Jika Cintya mampu menjawab benar seluruh soal yang salah dengan benar, maka ia akan lolos seleksi.

Soal ini menguji kemampuan kalian dalam melakukan simulasi perubahan skor dan juga pemahaman terhadap kriteria seleksi tambahan. Pertama, kalian harus mengidentifikasi siapa peserta yang memenuhi syarat untuk tes ulang (skor di antara 156-161 dan gagal). Setelah itu, untuk setiap pernyataan A, B, dan C, kalian perlu menghitung skenario perubahan skor jika kondisi yang disebutkan terjadi. Misalnya, jika satu jawaban salah diubah menjadi benar, skor akan bertambah (dari -2 menjadi +4, artinya ada penambahan 6 poin). Dengan melakukan perhitungan ini, kalian bisa menentukan apakah pernyataan tersebut benar atau salah.

Soal Konteks Kebutuhan Air Mineral Anak

Soal ini menguji kemampuan kalian dalam membaca dan menginterpretasi data dari tabel, serta melakukan perhitungan sederhana berdasarkan informasi tersebut. Ini menekankan pentingnya akurasi dalam menarik informasi dari sumber data.

9. Tahukah kamu, berbeda usia berbeda juga kebutuhan airnya? Air itu dapat berasal dari makanan ataupun minuman. Jika kekurangan air kita bisa dehidrasi. Dehidrasi rentan terjadi pada anak. Tabel berikut ini menunjukkan kebutuhan air pada anak:

Tabel Kebutuhan Air Mineral per Hari

Usia Kebutuhan Air Total (mL/hari) Dari Makanan (mL/hari) Dari Minuman (mL/hari)
Laki-laki
9-13 tahun 2200 700 1500
14-18 tahun 2500 800 1700
Perempuan
9-13 tahun 2000 600 1400
14-18 tahun 2300 750 1550

Berdasarkan tabel di atas, kebutuhan air yang berasal dari minuman pada anak laki-laki usia 14 tahun yaitu ______ mL/Hari.

Tahukah kamu, berbeda usia berbeda juga kebutuhan airnya? Air itu dapat berasal dari makanan ataupun minuman. Jika kekurangan air kita bisa dehidrasi. Dehidrasi rentan terjadi pada anak.

Tabel berikut ini menunjukkan kebutuhan air pada anak:

(Tabel yang sama)

Untuk memenuhi kebutuhan air mineral anak laki-laki dan perempuan yang berumur 13 tahun selama 2 hari dari makanan berupa buah-buahan maka diberikan pilihan sebagai berikut:

1 Timun mengandung 200 mL air
1 Tomat mengandung 150 mL air
1 Jeruk mengandung 100 mL air

Klik pada pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Anak laki-laki memilih mengkonsumsi 4 timun, 2 tomat, dan 1 jeruk
B. Anak perempuan memilih mengkonsumsi 2 timun, 2 tomat, dan 2 jeruk

Soal ini memiliki dua bagian. Bagian pertama adalah mengisi titik-titik, yang sangat mudah jika kalian bisa membaca tabel dengan benar. Cukup temukan baris yang sesuai dengan “anak laki-laki usia 14 tahun” dan lihat kolom “Dari Minuman”. Bagian kedua adalah True/False yang lebih menantang. Kalian harus menghitung total kebutuhan air dari makanan selama 2 hari untuk anak laki-laki dan perempuan usia 13 tahun, lalu menghitung total air dari kombinasi buah-buahan yang diberikan dalam pernyataan. Setelah itu, bandingkan hasil hitungan kalian dengan kebutuhan yang ada di tabel.

Soal Konteks Lampu Strobe Pesawat

Soal ini menguji pemahaman kalian tentang pola berulang dan perhitungan waktu. Kalian harus mampu mengidentifikasi siklus, menghitung berapa kali sebuah kejadian terjadi dalam periode waktu tertentu, dan membandingkan dua kejadian yang memiliki waktu mulai berbeda.

10. Pesawat memiliki lampu strobe di bagian sayapnya. Lampu strobe adalah lampu yang berkelap-kelap saat malam hari sebagai penanda adanya pesawat. Lampu strobe menyala dan mati secara bergantian sehingga membentuk suatu pola, seperti yang terlihat pada diagram berikut:

Lampu strobe menyala selama 2 detik kemudian mati selama 1 detik. Pola yang sama berlaku untuk detik berikutnya.

Pesawat pertama sudah diangkasa selama 123 detik.

Lampu strobe pesawat pertama sudah menyala sebanyak 92 kali.

Dua pesawat dijadwalkan terbang pada hari yang sama. Pesawat pertama terbang 75 detik lebih cepat dari pesawat kedua. Lampu strobe pesawat kedua sudah menyala sebanyak 16 kali.

Klik pada pilihan benar atau salah untuk pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Pesawat pertama sudah di angkasa selama 123 detik.
B. Lampu strobe pesawat pertama sudah menyala sebanyak 92 kali.

Untuk soal ini, kalian perlu memahami siklus lampu strobe: 2 detik nyala + 1 detik mati = total 3 detik per siklus. Dalam setiap siklus 3 detik, lampu menyala selama 2 detik.
Kalian perlu memverifikasi apakah informasi yang diberikan di dalam pernyataan sesuai dengan data yang sudah tercantum di bagian narasi soal. Perhatikan kalimat “Pesawat pertama sudah diangkasa selama 123 detik” dan “Lampu strobe pesawat pertama sudah menyala sebanyak 92 kali” – ini adalah data yang perlu kalian bandingkan dengan pernyataan A dan B. Soal ini sepertinya menguji ketelitian kalian dalam membaca dan memverifikasi informasi yang diberikan secara langsung.


Gimana, makin kebayang kan jenis-jenis soal numerasi ANBK itu seperti apa? Kuncinya adalah rajin berlatih, pahami konsep dasarnya, dan jangan takut dengan soal cerita yang panjang. Setiap detail dalam soal itu penting, jadi bacalah dengan teliti.

Semoga latihan soal ini bisa bikin kalian makin pede menghadapi ANBK nanti, ya! Kalau ada soal yang bikin pusing, jangan sungkan bertanya atau diskusikan dengan teman dan guru. Semangat belajar!

Posting Komentar