Lulus UTBK PPG 2025? Kuasai 15 Soal Ini + Kunci Jawaban!
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Pendidikan Profesi Guru (PPG) itu langkah penting banget, lho, buat kamu yang mau jadi guru profesional bersertifikasi. Ujian ini bukan cuma formalitas, tapi bagian dari evaluasi akademik yang wajib diikuti calon pendidik. Tujuannya jelas, untuk mengukur seberapa jauh kemampuan pedagogik, profesional, dan kesiapan kamu dalam mengelola proses belajar mengajar di kelas.
Intinya, lewat UTBK PPG ini, hanya calon guru yang benar-benar siap dan memenuhi standar kompetensi yang bisa melanjutkan ke tahap berikutnya. Makanya, penting banget untuk mempersiapkan diri secara maksimal! Salah satu cara paling ampuh adalah dengan latihan soal. Nah, biar persiapanmu makin mantap, yuk simak contoh soal UTBK PPG 2025 berikut ini. Ini bisa jadi panduan belajar yang oke banget buat kamu!
Contoh Soal UTBK PPG 2025¶
UTBK adalah salah satu komponen kunci dalam Uji Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) 2025. Tes ini dirancang untuk menilai berbagai aspek kemampuan seorang calon guru, mulai dari pedagogi hingga profesionalisme. Soal-soalnya pun beragam, jadi kamu harus punya pemahaman yang komprehensif.
Yuk, kita bedah beberapa contoh soal yang sering muncul. Soal-soal ini terinspirasi dari topik-topik umum yang kerap diujikan. Jangan khawatir, kita juga akan bahas tips dan trik menjawabnya!
Bagian I: Soal Pedagogik dan Asesmen¶
-
Pada pembelajaran pendidikan Pancasila, guru akan mengajarkan materi tentang Keragaman Suku di Indonesia. Langkah awal yang dilakukan guru tersebut adalah menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Langkah selanjutnya yang bisa diterapkan guru dalam rangka mengimplementasi pembelajaran dengan prinsip Understanding by Design (UbD) adalah…
Pembahasan: Dalam kerangka Understanding by Design (UbD), setelah menetapkan tujuan pembelajaran (Desired Results), langkah berikutnya adalah menentukan bukti atau asesmen yang dapat diterima (Determine Acceptable Evidence). Ini berarti guru harus merancang bagaimana peserta didik akan menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi. Misalnya, bisa dengan membuat proyek, presentasi, atau tes yang mengukur pemahaman keragaman suku.
Jawaban yang Tepat: Merancang asesmen formatif dan sumatif yang relevan untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang keragaman suku, seperti proyek pembuatan peta suku atau presentasi budaya.
-
Pak Reno seorang guru di SD Sukarya, di sekolah tersebut telah menerapkan kurikulum merdeka dalam kegiatan pembelajaran. Pak Reno selalu melakukan asesmen awal. Tujuan melakukan asesmen awal dalam pembelajaran adalah…
Pembahasan: Asesmen awal, atau asesmen diagnostik, adalah praktik penting dalam Kurikulum Merdeka. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan awal, kebutuhan belajar, karakteristik, serta gaya belajar setiap peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Dengan begitu, guru bisa menyesuaikan materi dan metode pengajaran agar lebih efektif dan relevan bagi semua siswa.
Jawaban yang Tepat: Untuk memetakan kebutuhan belajar, karakteristik, dan kompetensi awal setiap peserta didik agar pembelajaran dapat disesuaikan dan berdiferensiasi.
-
Pak Rico seorang guru kelas IV di SD Cut Nyak Dien. Dalam pembelajaran yang dilakukan, Pak Rico berusaha agar peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran. Pak Rico melakukan asesmen dengan memberi tugas esai pada peserta didik agar peserta didik dapat mengembangkan argumentasi dan mencari sumber-sumber yang terpercaya untuk mendukung argumen yang dimilikinya.
Pembahasan: Tindakan Pak Rico menunjukkan penerapan asesmen otentik yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis dan riset. Asesmen esai yang mengharuskan peserta didik berargumentasi dan mencari sumber terpercaya adalah cara efektif untuk mendorong keterlibatan aktif dan pembelajaran mendalam. Ini bukan sekadar menguji hafalan, melainkan kemampuan analisis dan sintesis.
Jawaban yang Tepat: Asesmen yang dilakukan Pak Rico adalah bentuk asesmen otentik yang mendorong kemampuan berpikir kritis, analisis, dan kemampuan mencari serta menyaring informasi dari sumber terpercaya.
-
Guru sedang membelajarkan tentang upaya melestarikan kebudayaan. Untuk menentukan apakah peserta didik sudah memahami cara melestarikan kebudayaan, maka guru akan melakukan asesmen dengan teknik tes tertulis bentuknya uraian. Pertanyaan yang tepat dibuat oleh guru yakni…
Pembahasan: Pertanyaan uraian yang tepat harus bersifat terbuka dan mendorong peserta didik untuk menjelaskan, menganalisis, atau memberikan contoh konkret. Ini berbeda dengan pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban ya/tidak atau definisi singkat. Guru perlu merancang pertanyaan yang mengukur pemahaman mendalam tentang ‘bagaimana’ melestarikan, bukan hanya ‘apa’ itu pelestarian.
Jawaban yang Tepat: “Jelaskanlah tiga upaya konkret yang dapat kamu lakukan untuk melestarikan kebudayaan daerahmu di era digital ini, serta mengapa upaya tersebut penting?” atau “Bagaimana peran generasi muda dalam melestarikan kebudayaan dan berikan contoh nyatanya?”
-
Seorang guru sedang membacakan sebuah cerita untuk peserta didik kelas VI. Dari pembelajaran tersebut, peserta didik diharapkan mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam teks sastra. Asesmen yang sesuai untuk kegiatan pembelajaran tersebut adalah....
Pembahasan: Untuk mengidentifikasi nilai-nilai dalam teks sastra, asesmen harus memungkinkan peserta didik untuk menafsirkan dan mengekspresikan pemahaman mereka. Asesmen bisa berupa diskusi kelompok, jurnal reflektif, atau proyek kreatif. Guru juga bisa meminta mereka membuat peta pikiran atau diagram yang menghubungkan karakter, peristiwa, dan nilai moral.
Jawaban yang Tepat: Asesmen diskusi kelompok diikuti dengan presentasi tentang nilai-nilai yang ditemukan, penulisan jurnal reflektif tentang pelajaran moral dari cerita, atau proyek membuat poster ilustrasi nilai-nilai cerita.
-
Bu Ani, guru SD Nusantara yang memiliki peserta didik yang sangat beragam. Metode asesmen yang paling sesuai yang bisa diterapkan Ibu Ani untuk mengevaluasi pemahaman konsep peserta didik secara individual dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik adalah…
Pembahasan: Dengan keragaman peserta didik, Bu Ani perlu asesmen yang fleksibel dan personal. Metode seperti portofolio (kumpulan karya siswa), wawancara individual, observasi terstruktur dengan rubrik, atau kuis adaptif dapat mengakomodasi gaya belajar dan kecepatan yang berbeda. Tujuan utamanya adalah melihat progres setiap anak secara mandiri.
Jawaban yang Tepat: Penggunaan portofolio untuk mengumpulkan hasil karya dan refleksi individu, wawancara personal untuk menggali pemahaman, atau observasi terstruktur dengan catatan anekdot.
-
Tujuan pembelajaran yang dibuat oleh guru adalah peserta didik “Mampu menyebutkan contoh-contoh kearifan lokal di sekitar tempat tinggal”. Untuk mengukur apakah tujuan pembelajaran tersebut tercapai atau tidak tercapai, maka asesmen yang tepat yakni menggunakan tes dan pertanyaan…
Pembahasan: Jika tujuannya adalah “mampu menyebutkan contoh,” maka asesmennya harus langsung menguji kemampuan tersebut. Tes lisan atau tertulis dengan pertanyaan terbuka yang meminta peserta didik untuk menyebutkan, mendeskripsikan, atau memberikan contoh spesifik kearifan lokal adalah yang paling tepat. Guru juga bisa meminta mereka membuat daftar.
Jawaban yang Tepat: Tes lisan atau tertulis dengan pertanyaan seperti “Sebutkan lima contoh kearifan lokal yang ada di lingkungan tempat tinggalmu dan jelaskan singkat masing-masing!” atau “Deskripsikan salah satu kearifan lokal yang paling kamu banggakan dari daerahmu!”
-
Selama pembelajaran berlangsung guru juga menilai partisipasi peserta didik di kelas. Teknik asesmen yang tepat untuk mengetahui peserta didik berpartisipasi atau tidak yakni…
Pembahasan: Penilaian partisipasi memerlukan observasi langsung dan sistematis. Guru bisa menggunakan rubrik partisipasi, daftar cek, atau catatan anekdot selama diskusi, kerja kelompok, atau sesi tanya jawab. Penilaian sejawat (peer assessment) atau penilaian diri (self-assessment) juga bisa jadi pelengkap untuk mendapatkan gambaran komprehensif.
Jawaban yang Tepat: Menggunakan lembar observasi partisipasi dengan indikator yang jelas (misalnya: aktif bertanya, menjawab, berkontribusi dalam diskusi kelompok), serta dapat dilengkapi dengan penilaian diri dan sejawat.
Bagian II: Soal Manajemen Kelas dan Profesionalisme Guru¶
-
Anda adalah seorang guru di Sekolah X. Salah satu siswa di kelas sering menyela Anda saat menjelaskan materi dan menunjukkan sikap kurang sopan. Setelah beberapa kali diperingatkan, siswa tersebut masih belum menunjukkan perubahan perilaku. Apa yang akan Anda lakukan?
Pembahasan: Menghadapi perilaku siswa yang tidak sopan dan mengganggu membutuhkan pendekatan yang terukur dan empatik. Peringatan saja seringkali tidak cukup. Penting untuk mencari tahu akar masalah perilaku tersebut. Mungkin ada masalah di rumah, kesulitan belajar, atau kebutuhan perhatian.
Jawaban yang Tepat: Melakukan pendekatan personal dengan siswa tersebut di luar jam pelajaran untuk memahami alasan di balik perilakunya, membuat kesepakatan perilaku bersama, berkoordinasi dengan guru BK atau orang tua jika diperlukan, serta konsisten dalam menerapkan konsekuensi yang sudah disepakati.
-
Anda dan peserta didik telah membuat kesepakatan kelas bersama bahwa pengurangan nilai akan diberikan jika terlambat mengumpulkan tugas. Namun, salah satu peserta didik Anda terus-menerus terlambat mengumpulkan tugas dan tampak menyepelekan aturan tersebut. Langkah yang sebaiknya Anda lakukan adalah:
Pembahasan: Ketika kesepakatan kelas diabaikan, penting untuk tidak hanya menerapkan sanksi, tetapi juga memahami mengapa siswa tersebut menyepelekan aturan. Ini bisa jadi tanda adanya masalah manajemen waktu, kurangnya motivasi, atau beban tugas yang berlebihan.
Jawaban yang Tepat: Melakukan diskusi pribadi dengan peserta didik tersebut untuk memahami alasan di balik keterlambatannya yang berulang, mengingatkan kembali konsekuensi yang sudah disepakati bersama, dan menawarkan bantuan atau strategi pengelolaan waktu jika diperlukan, serta mengkomunikasikan hal ini kepada orang tua.
-
Berdasarkan kesepakatan belajar yang dibuat bersama, ketika ada peserta didik yang terlambat mengumpulkan tugas akan dikenai pengurangan nilai. Pada suatu waktu terdapat peserta didik yang terlambat mengumpulkan tugas karena alasan sakit. Langkah yang sebaiknya Anda ambil dalam menerapkan pengelolaan kelas berpusat pada peserta didik?
Pembahasan: Pengelolaan kelas yang berpusat pada peserta didik menekankan pada empati, fleksibilitas (dalam batas wajar), dan keadilan. Meskipun ada kesepakatan, kondisi luar biasa seperti sakit perlu dipertimbangkan secara manusiawi.
Jawaban yang Tepat: Menunjukkan empati terhadap kondisi peserta didik, memvalidasi alasan sakitnya, dan memberikan perpanjangan waktu yang wajar untuk mengumpulkan tugas tanpa pengurangan nilai, sambil mengingatkan pentingnya komunikasi jika ada kendala di masa depan. Ini sejalan dengan prinsip fleksibilitas dan pemahaman terhadap kondisi individu.
Bagian III: Soal Strategi Pembelajaran dan Inovasi¶
-
Anda merencanakan pembelajaran dengan kunjungan ke lingkungan sekitar sekolah. Peserta didik akan Anda ajak mengamati tanaman di halaman sekolah yang dalam kondisi layu. Strategi yang Anda pilih untuk melatih kemampuan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis pada peserta didik adalah .....
Pembahasan: Situasi tanaman layu adalah masalah nyata yang bisa dipecahkan. Strategi yang paling efektif untuk melatih pemecahan masalah dan berpikir kritis dalam konteks ini adalah pembelajaran berbasis proyek (PBL) atau inkuiri. Peserta didik akan diajak untuk mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, menganalisis penyebab, dan merumuskan solusi.
Jawaban yang Tepat: Menerapkan strategi pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) atau inkuiri, di mana peserta didik diminta untuk mengidentifikasi penyebab tanaman layu, melakukan observasi, mencari informasi, merumuskan hipotesis, dan mengusulkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
-
Anda adalah guru bahasa Indonesia. Anda ingin mengetahui kemampuan peserta didik dalam menanggapi informasi penting dari teks yang dibaca. Desain asesmen yang akan Anda buat adalah…
Pembahasan: Untuk mengukur kemampuan menanggapi informasi penting, asesmen harus mendorong peserta didik untuk mengolah dan merefleksikan isi teks, bukan sekadar meringkas. Ini bisa melibatkan analisis mendalam, penarikan kesimpulan, atau menghubungkan informasi dengan konteks lain.
Jawaban yang Tepat: Membuat asesmen berupa pertanyaan analisis terbuka yang meminta peserta didik untuk mengidentifikasi ide pokok, menarik kesimpulan, membandingkan informasi, atau mengaitkan isi teks dengan kehidupan nyata, atau meminta mereka membuat peta konsep dari teks tersebut.
-
Setelah membelajarkan peserta didik, Anda ingin mengetahui apakah materi yang dipelajari selama dua jam pelajaran sudah dipahami atau belum. Asesmen paling objektif yang Anda pilih untuk mengetahui pemahaman peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung adalah…
Pembahasan: Untuk mengecek pemahaman secara cepat dan objektif di akhir sesi, asesmen formatif singkat adalah kuncinya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan feedback instan agar guru bisa menyesuaikan pengajaran selanjutnya jika ada kesalahpahaman.
Jawaban yang Tepat: Memberikan kuis singkat (misalnya 3-5 soal pilihan ganda atau isian singkat) atau menggunakan teknik ‘exit ticket’ di mana peserta didik menuliskan satu hal penting yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih mereka miliki.
-
Dalam menghadapi permasalahan motivasi belajar peserta didik, Anda memutuskan untuk mengintegrasikan permainan tradisional rantai makanan. Tindakan yang Anda lakukan adalah…
Pembahasan: Mengintegrasikan permainan ke dalam pembelajaran adalah strategi ampuh untuk meningkatkan motivasi. Ini adalah bentuk gamifikasi dan pembelajaran aktif yang membuat materi lebih menarik dan relevan bagi peserta didik. Ini menunjukkan guru berinovasi dalam metode pembelajaran.
Jawaban yang Tepat: Menerapkan pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual melalui gamifikasi, yaitu mengubah materi pembelajaran menjadi pengalaman yang lebih interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan peserta didik untuk meningkatkan motivasi intrinsik mereka.
Tonton Video Bermanfaat Ini!¶
Untuk kamu yang masih penasaran dan ingin persiapan lebih lanjut, ada banyak sumber daya yang bisa kamu manfaatkan. Salah satunya adalah video dari YouTube yang membahas soal-soal serupa. Kamu bisa cek video di bawah ini untuk panduan belajar tambahan:
Disclaimer: Video di atas adalah contoh referensi yang relevan untuk persiapan UTBK PPG. Konten video mungkin bervariasi.
Tips Tambahan untuk Lulus UTBK PPG 2025¶
Selain latihan soal, ada beberapa tips penting yang bisa kamu terapkan:
- Pahami Konsep Dasar Pedagogik: Pastikan kamu menguasai teori belajar, perkembangan peserta didik, strategi pembelajaran, dan jenis-jenis asesmen. Kurikulum Merdeka adalah bagian penting yang wajib kamu pahami secara mendalam.
- Perbanyak Latihan Soal Variatif: Jangan hanya terpaku pada satu jenis soal. Cari berbagai variasi soal, termasuk kasus-kasus yang membutuhkan analisis mendalam. Semakin banyak latihan, semakin terbiasa kamu dengan pola soal.
- Manfaatkan Sumber Belajar Online: Banyak platform dan kanal YouTube yang menyediakan materi serta latihan soal UTBK PPG. Ikuti webinar atau try out online jika ada kesempatan.
- Jaga Kesehatan Fisik dan Mental: Persiapan ujian memang melelahkan, tapi jangan sampai mengabaikan istirahat dan nutrisi. Pikiran yang segar akan lebih mudah menyerap informasi.
Siap Hadapi UTBK PPG 2025?¶
Mempersiapkan diri untuk UTBK PPG 2025 memang butuh usaha dan strategi yang tepat. Dengan memahami contoh-contoh soal di atas dan kunci jawabannya, kamu sudah selangkah lebih maju dalam persiapanmu. Ingat, konsistensi dalam belajar dan latihan adalah kunci keberhasilan.
Gimana nih, setelah baca dan memahami soal-soal di atas? Kira-kira, soal nomor berapa yang paling menantang buat kamu? Yuk, share pendapatmu di kolom komentar! Semoga berhasil di UTBK PPG 2025!
Posting Komentar