Latihan Soal TKA Sosiologi SMA/SMK Plus Kunci Jawaban, Yuk!

Table of Contents

Halo teman-teman pejuang TKA 2025! Sebentar lagi kita akan menghadapi salah satu ujian penting yang bisa menentukan langkah selanjutnya, yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025. Banyak dari kita yang mulai sibuk mencari bahan latihan soal, apalagi untuk mata pelajaran pilihan seperti Sosiologi. Pelajaran ini memang seru dan relevan banget dengan berbagai jurusan di perguruan tinggi, lho!

Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMA/SMK/Sederajat sendiri sudah di depan mata, dijadwalkan pada 1-9 November 2025. Sedangkan untuk adik-adik di jenjang SD/MI dan SMP/MTS/Sederajat, ujiannya akan berlangsung pada Maret-April 2026. Persiapan yang matang tentu jadi kunci utama biar kita bisa meraih hasil terbaik.

Latihan Soal TKA Sosiologi SMA/SMK

Semua kerangka asesmen dan jadwal TKA ini sudah diatur resmi dalam Perkaban No. 047/H/AN/2025, jadi ini bukan main-main ya. Yuk, kita mulai persiapkan diri dengan serius dan semangat!

Mengenal Lebih Dekat Tes Kemampuan Akademik (TKA) Sosiologi

TKA ini sebenarnya dirancang untuk mengukur sejauh mana pencapaian akademik kita di berbagai mata pelajaran, baik yang wajib maupun pilihan. Penting banget untuk diingat, TKA ini bukan penentu kelulusan akhir dari sekolah kita. Hasil dari TKA nantinya bakal dipakai sebagai indikator penting untuk seleksi lanjutan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Jadi, kalau kamu bercita-cita masuk jurusan ilmu sosial di universitas impian, nilai TKA Sosiologi-mu bisa jadi salah satu penentu, lho! Materi yang diujikan di TKA Sosiologi ini diambil dari irisan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Artinya, ada beberapa topik inti yang pastinya bakal sering muncul di soal-soal.

Pokok-Pokok Materi TKA Sosiologi yang Wajib Kamu Pahami

Supaya belajarmu lebih terarah, yuk kita intip lagi apa saja sih materi inti Sosiologi yang sering diujikan? Memahami poin-poin ini akan sangat membantu kita menajamkan analisis dan strategi dalam menjawab soal. Ini dia rangkumannya:

  1. Sosiologi sebagai Ilmu: Di sini kita akan belajar tentang apa itu Sosiologi, hakikatnya, konsep-konsep dasarnya, sejarah perkembangannya, berbagai perspektif yang ada, dan ruang lingkupnya. Ini semua adalah fondasi untuk memahami fenomena sosial secara sistematis, jadi harus kuat di bagian ini ya!
  2. Hubungan dan Gejala Sosial: Bagian ini akan membahas faktor-faktor yang memengaruhi interaksi antarindividu, bagaimana identitas sosial terbentuk, berbagai bentuk hubungan sosial, hingga cara kita menganalisis dampak dan peluang dari gejala-gejala sosial yang ada di sekitar kita.
  3. Penelitian Sosial: Kalau kamu suka menganalisis dan mencari tahu, bagian ini pas banget! Kita akan belajar konsep dasar penelitian, prosedur yang benar, teknik pengumpulan data yang efektif, serta berbagai metode penelitian yang relevan dalam Sosiologi.
  4. Kelompok Sosial, Kesetaraan, dan Konflik Sosial: Di materi ini, kita akan mengulas karakteristik kelompok sosial, dinamika yang terjadi di dalamnya, perbedaan-perbedaan yang ada, prinsip kesetaraan, serta potensi-potensi konflik yang bisa muncul di masyarakat.
  5. Perubahan Sosial dan Globalisasi: Ini adalah topik yang sangat relevan dengan kehidupan kita sekarang. Kita akan mengkaji fenomena perubahan sosial yang terus terjadi, serta bagaimana globalisasi memengaruhi berbagai bidang kehidupan masyarakat, dari budaya hingga ekonomi.

Dengan memahami dan menguasai pokok-pokok materi ini, dijamin perspektif analitismu bakal makin tajam dan kamu makin siap menghadapi soal-soal TKA Sosiologi. Jadi, jangan cuma hafalan ya, tapi coba pahami konsepnya secara mendalam!

Kumpulan Contoh Soal Tes Kemampuan Akademik Sosiologi dan Jawabannya

Nah, ini dia bagian yang paling ditunggu-tunggu! Untuk membantumu lebih siap, berikut ini adalah kumpulan soal pilihan ganda TKA Sosiologi yang sudah dilengkapi dengan jawabannya. Soal-soal ini sudah dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan bisa jadi amunisi belajarmu menghadapi ujian nanti. Yuk, kita bedah satu per satu!

Soal 1

Objek kajian sosiologi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan cabang ilmu lainnya. Berdasarkan pernyataan berikut, manakah yang paling tepat menggambarkan objek kajian sosiologi?

a. Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang terjadi di Myanmar dan terasa hingga Thailand pada 28 Maret 2025 sebagai akibat pergeseran lempeng bumi.
b. Kecanduan teknologi di kalangan generasi muda yang mengubah cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
c. Long COVID yang menyebabkan gangguan kesehatan fisik dan mental selama berbulan-bulan pada sebagian besar penyintas COVID-19.
d. Aktivitas vulkanik yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan memaksa masyarakat mengungsi dari daerah rawan bencana.
e. Penyebaran virus baru yang menimbulkan krisis kesehatan global dan berdampak pada sistem imun tubuh manusia.

Jawaban: B

Penjelasan:
Sosiologi adalah ilmu yang fokus mengkaji masyarakat, interaksi sosial, serta gejala-gejala sosial yang muncul di dalamnya. Opsi A, C, D, dan E lebih condong ke kajian ilmu alam atau kedokteran karena membahas fenomena fisik, biologis, atau geologis secara langsung. Misalnya, gempa bumi (geologi), Long COVID (kedokteran), aktivitas vulkanik (geologi), dan penyebaran virus (biologi/kedokteran).

Sementara itu, opsi B tentang “kecanduan teknologi di kalangan generasi muda yang mengubah cara berpikir, berperilaku, dan berinteraksi” adalah contoh klasik dari gejala sosial. Sosiologi tertarik pada bagaimana teknologi memengaruhi pola interaksi, norma sosial, nilai-nilai, dan struktur masyarakat, terutama di kalangan generasi muda. Ini melibatkan perubahan perilaku dan interaksi sosial yang menjadi inti dari kajian sosiologi. Oleh karena itu, jawaban B adalah yang paling tepat.

Soal 2

Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan gejala sosial dalam infografis tersebut? (Asumsikan ada infografis yang relevan tentang penggunaan internet pada anak)

a. Penggunaan internet pada anak perlu diawasi oleh orang tua agar anak tidak mudah terpapar konten negatif.
b. Pola asuh yang terlalu ketat terhadap penggunaan internet dapat memengaruhi pembentukan kepribadian anak.
c. Anak-anak merupakan salah satu kelompok pengguna internet terbesar di Indonesia dan dapat diklasifikasikan berdasarkan jenjang usia.

Jawaban: A

Penjelasan:
Gejala sosial merujuk pada peristiwa atau fenomena yang terjadi di masyarakat yang melibatkan interaksi dan perilaku manusia. Pilihan A secara langsung menyoroti adanya masalah sosial (terpapar konten negatif) yang muncul dari penggunaan internet pada anak dan solusi sosial (pengawasan orang tua). Ini adalah bentuk interaksi sosial (anak-orang tua) dalam menghadapi tantangan sosial (dampak internet).

Pilihan B, meskipun membahas pola asuh dan dampaknya pada kepribadian, lebih mengarah pada psikologi atau perkembangan anak secara individual, bukan interaksi sosial yang lebih luas. Pilihan C adalah data demografi atau klasifikasi, yang merupakan fakta sosial namun tidak secara langsung menggambarkan gejala sosial atau permasalahan yang membutuhkan analisis sosiologis lebih dalam seperti halnya opsi A. Opsi A menunjukkan dinamika sosial dan respons masyarakat terhadap suatu fenomena.

Soal 3

Seorang murid ingin melakukan penelitian sosial sederhana mengenai pengaruh pergaulan sebaya terhadap kelekatan hubungan antar anggota keluarga di kalangan remaja. Ia telah merancang beberapa langkah awal, yaitu:
1. Merumuskan masalah: Apakah terdapat hubungan antara pergaulan sebaya dengan kelekatan hubungan antar anggota keluarga?
2. Menyusun pertanyaan terbuka sebanyak sepuluh butir untuk menggali pengalaman responden.
3. Mengolah jawaban informan menjadi bentuk angka dan menganalisisnya dengan aplikasi statistik.

Berdasarkan langkah-langkah tersebut, manakah pernyataan yang tepat untuk menyempurnakan penelitian tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a. Peneliti perlu memperjelas rumusan masalah agar sesuai dengan pengalaman sosial remaja dalam berinteraksi dengan keluarga dan teman sebaya.
b. Peneliti perlu mengubah jenis pertanyaan menjadi pertanyaan tertutup agar data lebih mudah dianalisis secara statistik.
c. Peneliti perlu menyesuaikan kembali isi penelitian agar tidak terlalu rumit dan tetap sesuai dengan kemampuan.
d. Peneliti perlu menentukan jenis dan jumlah sampel terlebih dahulu sebelum menyusun instrumen pengumpulan data.
e. Peneliti sebaiknya menggunakan metode observasi partisipatif untuk menggantikan instrumen pertanyaan terbuka.

Jawaban: A, B, D

Penjelasan:
Mari kita bedah setiap pilihan:
* A. Peneliti perlu memperjelas rumusan masalah…: Ini sangat benar. Rumusan masalah “Apakah terdapat hubungan…” terlalu umum. Perlu diperjelas mengenai jenis pengaruhnya (positif/negatif, kuat/lemah) dan dimensi kelekatan hubungan serta pergaulan sebaya yang ingin diteliti. Rumusan masalah yang spesifik akan memandu penelitian secara lebih efektif.
* B. Peneliti perlu mengubah jenis pertanyaan menjadi pertanyaan tertutup agar data lebih mudah dianalisis secara statistik. Ini juga tepat. Jika tujuan akhirnya adalah mengolah data menjadi bentuk angka dan menganalisisnya dengan aplikasi statistik (seperti disebutkan di langkah 3), maka pertanyaan terbuka akan sulit diukur secara kuantitatif. Pertanyaan tertutup (skala Likert, pilihan ganda) lebih cocok untuk analisis statistik.
* D. Peneliti perlu menentukan jenis dan jumlah sampel terlebih dahulu sebelum menyusun instrumen pengumpulan data. Ini adalah langkah fundamental dalam metodologi penelitian. Sebelum membuat instrumen (seperti daftar pertanyaan), peneliti harus tahu kepada siapa instrumen itu akan diberikan. Menentukan populasi dan sampel membantu memastikan representativitas data dan validitas hasil penelitian.

Mengapa pilihan lain kurang tepat?
* C. Peneliti perlu menyesuaikan kembali isi penelitian agar tidak terlalu rumit dan tetap sesuai dengan kemampuan. Meskipun ini nasihat yang baik untuk peneliti pemula, ini lebih ke saran umum daripada langkah metodologis spesifik untuk menyempurnakan penelitian yang sudah ada kerangkanya.
* E. Peneliti sebaiknya menggunakan metode observasi partisipatif untuk menggantikan instrumen pertanyaan terbuka. Observasi partisipatif adalah metode yang berbeda dengan kuesioner atau wawancara. Menggantinya sepenuhnya mungkin tidak sesuai dengan tujuan awal penelitian yang ingin “menggali pengalaman responden” dan menganalisisnya secara statistik. Observasi partisipatif lebih cocok untuk penelitian kualitatif mendalam.

Soal 4

Kota Praja merupakan kota multikultural yang memiliki banyak komunitas. Baru-baru ini di kota tersebut terjadi konflik antara penduduk lama dengan pendatang terkait dengan penggunaan ruang publik untuk kegiatan budaya. Penduduk lama merasa tradisi turun-temurun mereka mulai dipinggirkan, sedangkan pendatang mengklaim kebutuhan aktivitas mereka diabaikan. Ketegangan meningkat di media sosial melalui perang tagar dan mulai mengarah pada protes dan ancaman kekerasan. Pemerintah setempat berada di bawah tekanan untuk mengembalikan kedamaian dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

Apa rekomendasi yang dapat diberikan untuk menurunkan tensi konflik berdasarkan kasus tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a. Menegakkan regulasi ketat untuk melarang acara budaya guna menghindari bentrokan antar masyarakat.
b. Membentuk forum yang dipimpin oleh komunitas untuk pengambilan keputusan partisipatif tentang penggunaan ruang publik.
c. Memfasilitasi dialog komunitas yang inklusif dengan melibatkan kedua pihak untuk membangun saling pengertian.
d. Menggunakan mediasi oleh pihak ketiga yang netral dan terlatih tentang kepekaan budaya.
e. Memisahkan kelompok secara permanen ke kawasan yang berbeda untuk mengurangi interaksi.

Jawaban: B, C, D

Penjelasan:
Mari kita analisis setiap pilihan dalam konteks resolusi konflik sosiologis:
* B. Membentuk forum yang dipimpin oleh komunitas untuk pengambilan keputusan partisipatif tentang penggunaan ruang publik. Ini adalah pendekatan yang sangat efektif. Memberdayakan komunitas untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan mengenai isu yang menjadi sumber konflik (penggunaan ruang publik) akan meningkatkan rasa memiliki dan legitimasi solusi yang dihasilkan. Ini mendorong kolaborasi dan mengurangi resistensi.
* C. Memfasilitasi dialog komunitas yang inklusif dengan melibatkan kedua pihak untuk membangun saling pengertian. Dialog adalah inti dari penyelesaian konflik. Dengan mempertemukan kedua belah pihak dalam suasana yang aman dan inklusif, mereka dapat saling menyampaikan keluhan, perspektif, dan harapan masing-masing, yang esensial untuk membangun empati dan pengertian.
* D. Menggunakan mediasi oleh pihak ketiga yang netral dan terlatih tentang kepekaan budaya. Mediator yang netral dan memahami konteks budaya kedua belah pihak dapat membantu memfasilitasi komunikasi, mengidentifikasi akar masalah, dan membimbing kedua belah pihak menuju solusi yang bisa diterima bersama. Kepekaan budaya sangat penting dalam konflik antarkelompok.

Mengapa pilihan lain kurang tepat?
* A. Menegakkan regulasi ketat untuk melarang acara budaya guna menghindari bentrokan antar masyarakat. Pendekatan ini bersifat represif dan cenderung menekan ekspresi budaya, yang justru bisa memperburuk ketegangan dan memicu konflik di bawah permukaan. Solusi jangka panjang membutuhkan resolusi, bukan penekanan.
* E. Memisahkan kelompok secara permanen ke kawasan yang berbeda untuk mengurangi interaksi. Pemisahan adalah solusi ekstrem yang dapat menciptakan segregasi, memperdalam prasangka, dan mencegah integrasi sosial. Ini juga tidak mengatasi akar masalah konflik, melainkan hanya menghindarinya.

Soal 5

Gelombang Korea (Hallyu) telah berkembang dan menyebar pesat satu dekade ini. Musik K-Pop, Drama Korea, mode, makanan dan tren gaya hidup banyak digandrungi anak muda di Indonesia. Pada satu sisi budaya ini memberikan inspirasi budaya baru dan konektivitas global. Di sisi lain, budaya ini juga memengaruhi perilaku remaja, mulai dari konsumerisme berlebih terhadap barang-barang bermerek, pengabaian produk lokal dan standar kecantikan yang tidak realistis. Beberapa kalangan mulai mengungkapkan keprihatinan atas pergeseran nilai dan identitas di kalangan remaja.

Manakah respon kritis yang tepat untuk menanggapi perubahan sosial tersebut?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a. Mengikuti tren tanpa syarat sebagai bagian dari masyarakat global.
b. Mendorong refleksi diri dan literasi media untuk memahami pengaruh budaya.
c. Menyeimbangkan penghargaan terhadap tren Korea dengan dukungan untuk budaya lokal.

Jawaban: B dan C

Penjelasan:
Dalam menghadapi globalisasi dan pengaruh budaya asing, sikap kritis sangat diperlukan.
* B. Mendorong refleksi diri dan literasi media untuk memahami pengaruh budaya. Ini adalah kunci. Refleksi diri membantu individu memahami nilai-nilai dan identitasnya sendiri sebelum menerima atau menolak pengaruh luar. Literasi media membekali individu untuk menyaring informasi, menganalisis pesan di balik tren, dan mengenali potensi dampak negatif, seperti konsumerisme berlebih atau standar kecantikan yang tidak realistis.
* C. Menyeimbangkan penghargaan terhadap tren Korea dengan dukungan untuk budaya lokal. Respon ini menunjukkan adaptasi yang bijak. Kita bisa menikmati dan mengapresiasi budaya asing tanpa harus melupakan atau mengabaikan budaya sendiri. Keseimbangan ini penting untuk menjaga identitas lokal sambil tetap terbuka terhadap dunia global. Ini mendorong pluralisme budaya dan menghindari homogenisasi identitas.

Mengapa pilihan A kurang tepat?
* A. Mengikuti tren tanpa syarat sebagai bagian dari masyarakat global. Sikap ini sangat pasif dan tidak kritis. Mengikuti tren tanpa syarat berarti menerima semua pengaruh, baik positif maupun negatif, tanpa pertimbangan. Ini bisa mengakibatkan hilangnya identitas diri, konsumerisme yang tidak terkontrol, dan pengabaian nilai-nilai lokal seperti yang digambarkan dalam kasus Lina pada soal nomor 9.

Soal 6

Perhatikan kutipan jurnal berikut!

Fitur account switching di media sosial memungkinkan pengguna memiliki lebih dari satu akun. Hal ini melatarbelakangi maraknya penggunaan akun alter di media sosial. Akun alter biasanya dibuat untuk membangun sisi personalitas lain pengguna agar dikenal oleh banyak orang. Akibatnya, banyak akun anonim atau akun palsu yang menampilkan sisi lain dari penggunanya. Penalaran remaja yang belum sempurna dapat membuat mereka kesulitan memanfaatkan akun alter dengan baik.

Hasil penelitian menemukan bahwa ketika menggunakan akun utama remaja cenderung menampilkan diri yang ideal. Mereka menunjukkan identitas asli mereka secara jelas. Sementara itu, pada akun alter, remaja menyusun profil dengan membangun identitas baru yang tidak menampilkan identitas asli mereka secara jelas.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, apakah dampak negatif paling utama dari fenomena identitas multidimensi terhadap individu?

a. Ketergantungan pada respons sosial untuk membentuk rasa percaya diri dalam berinteraksi.
b. Keinginan berlebihan untuk tampil sempurna dalam berbagai platform media sosial yang digunakan.
c. Kesulitan menjalin hubungan pertemanan yang terbuka karena tekanan untuk menjaga citra tertentu.
d. Ketidakmampuan membedakan antara citra diri ideal dan jati diri yang sebenarnya secara konsisten.
e. Kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial karena khawatir tidak sesuai ekspektasi publik.

Jawaban: D

Penjelasan:
Fenomena akun alter pada remaja menunjukkan adanya celah antara identitas yang ditampilkan (citra diri ideal) dan identitas sejati (jati diri). Masalah utamanya adalah remaja, dengan penalaran yang belum sempurna, kesulitan dalam mengelola berbagai identitas ini secara konsisten.

  • D. Ketidakmampuan membedakan antara citra diri ideal dan jati diri yang sebenarnya secara konsisten. Ini adalah dampak paling utama dan mendasar. Ketika seseorang terus-menerus membangun identitas yang berbeda-beda di dunia maya, terutama yang tidak sesuai dengan diri aslinya, hal ini bisa menyebabkan kebingungan identitas. Remaja mungkin mulai kesulitan membedakan mana yang “asli” dan mana yang “buatan,” yang bisa menghambat pembentukan identitas diri yang kokoh dan otentik.

Mengapa pilihan lain kurang tepat?
* A. Ketergantungan pada respons sosial untuk membentuk rasa percaya diri dalam berinteraksi. Meskipun ini bisa menjadi dampak turunan, masalah inti yang dijelaskan adalah ambiguitas identitas, bukan sekadar ketergantungan pada validasi eksternal.
* B. Keinginan berlebihan untuk tampil sempurna dalam berbagai platform media sosial yang digunakan. Ini adalah penyebab atau motivasi di balik pembuatan akun alter, bukan dampak negatif utama dari identitas multidimensi itu sendiri.
* C. Kesulitan menjalin hubungan pertemanan yang terbuka karena tekanan untuk menjaga citra tertentu. Ini juga bisa menjadi dampak, namun lebih spesifik pada hubungan pertemanan. Masalah inti yang lebih luas adalah konflik identitas di dalam diri individu.
* E. Kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial karena khawatir tidak sesuai ekspektasi publik. Ini juga merupakan potensi dampak, tetapi tidak secara langsung menjelaskan masalah inti dari kebingungan identitas yang muncul dari penggunaan akun alter.

Soal 7

Sebuah tim pengabdian masyarakat dari perguruan tinggi mengembangkan model pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga di sebuah kelurahan padat penduduk. Model ini menggabungkan pemilahan sampah rumah tangga, program bank sampah, serta edukasi rutin tentang pengurangan sampah plastik.

Setelah diterapkan selama enam bulan, terjadi penurunan signifikan jumlah sampah dan peningkatan kesadaran warga terhadap lingkungan. Melihat dampak positifnya, model ini mulai diadaptasi oleh beberapa sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kebijakan lingkungan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, jenis penelitian sosial yang sesuai adalah ….

a. Eksploratif – untuk menggambarkan realitas sosial yang belum diketahui secara jelas.
b. Verifikatif – untuk menguji kebenaran suatu teori dalam situasi sosial tertentu.
c. Deskriptif – untuk memetakan tingkat pengelolaan di berbagai sekolah secara statistik.
d. Praktis – untuk memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial yang diteliti.
e. Teoritis – untuk merumuskan konsep-konsep baru dalam memahami perilaku menyimpang.

Jawaban: D

Penjelasan:
Jenis penelitian sosial bisa dikategorikan berdasarkan tujuan utamanya.
* D. Praktis – untuk memberikan solusi nyata terhadap persoalan sosial yang diteliti. Kasus ini jelas menggambarkan penelitian yang bertujuan menciptakan intervensi (model pengelolaan sampah) untuk mengatasi masalah sosial (sampah di kelurahan) dan kemudian mengevaluasi dampak positifnya. Hasil dari penelitian ini dapat langsung diaplikasikan dan diadaptasi oleh pihak lain (sekolah), yang merupakan ciri khas penelitian praktis atau terapan. Tujuannya bukan hanya memahami, tetapi juga memecahkan masalah.

Mengapa pilihan lain kurang tepat?
* A. Eksploratif – untuk menggambarkan realitas sosial yang belum diketahui secara jelas. Penelitian ini sudah memiliki fokus yang jelas (pengelolaan sampah) dan bahkan sudah sampai tahap implementasi solusi, bukan sekadar penjajakan awal.
* B. Verifikatif – untuk menguji kebenaran suatu teori dalam situasi sosial tertentu. Meskipun setiap penelitian bisa saja mengacu pada teori, tujuan utama di sini adalah solusi konkret, bukan pengujian teori secara formal.
* C. Deskriptif – untuk memetakan tingkat pengelolaan di berbagai sekolah secara statistik. Ini bisa menjadi bagian dari evaluasi atau studi lanjutan, tetapi bukan tujuan utama dari pengembangan model pengelolaan sampah yang berorientasi pada solusi.
* E. Teoritis – untuk merumuskan konsep-konsep baru dalam memahami perilaku menyimpang. Penelitian ini fokus pada masalah lingkungan dan partisipasi, bukan perilaku menyimpang atau pengembangan teori baru secara abstrak.

Soal 8

Di sebuah kota besar, terdapat komunitas pemuda bernama “Gerak Kota”. Komunitas ini dibentuk oleh anak-anak muda dari latar belakang sosial yang beragam seperti mahasiswa, buruh, seniman jalanan, dan pengusaha muda. Mereka tidak memiliki hubungan kekerabatan atau kesamaan daerah asal, namun terhubung oleh cita-cita yang sama, yaitu mengadvokasi ruang kota yang inklusif dan mendorong ekspresi budaya. Kegiatan mereka meliputi diskusi rutin, pertunjukan seni, dan kampanye sosial melalui media digital.

Berdasarkan karakteristik tersebut, apakah jenis kelompok sosial komunitas Gerak Kota?

a. Kelompok primer, karena interaksi anggotanya bersifat akrab dan informal.
b. Kelompok okupasional, karena terdiri atas individu dari berbagai latar pekerjaan.
c. Kelompok etnis, karena anggotanya memiliki latar budaya yang sama.
d. Kelompok sekunder, karena terbentuk atas dasar tujuan dan kepentingan bersama.
e. Kerumunan sosial, karena terbentuk secara spontan dari masyarakat sekitar.

Jawaban: D

Penjelasan:
Mari kita bedah karakteristik kelompok sosial ini:
* D. Kelompok sekunder, karena terbentuk atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Komunitas “Gerak Kota” ini jelas memenuhi kriteria kelompok sekunder. Anggotanya beragam (tidak ada ikatan darah atau daerah asal), dibentuk secara sadar untuk mencapai tujuan tertentu (mengadvokasi ruang kota yang inklusif, mendorong ekspresi budaya), dan interaksi awalnya cenderung formal atau terfokus pada tugas. Meskipun bisa berkembang menjadi akrab, dasar pembentukannya adalah tujuan bersama.

Mengapa pilihan lain kurang tepat?
* A. Kelompok primer, karena interaksi anggotanya bersifat akrab dan informal. Kelompok primer dicirikan oleh hubungan yang sangat personal, intim, dan emosional (seperti keluarga atau sahabat dekat). Meskipun anggota “Gerak Kota” bisa menjadi akrab, dasar pembentukannya bukan keakraban awal, melainkan tujuan.
* B. Kelompok okupasional, karena terdiri atas individu dari berbagai latar pekerjaan. Meskipun anggotanya memiliki latar pekerjaan yang berbeda, “okupasional” merujuk pada kelompok yang terbentuk berdasarkan kesamaan profesi atau pekerjaan (misalnya, serikat buruh). Komunitas ini lebih luas dari sekadar pekerjaan.
* C. Kelompok etnis, karena anggotanya memiliki latar budaya yang sama. Deskripsi menyebutkan “latar belakang sosial yang beragam” dan “tidak memiliki kesamaan daerah asal,” yang jelas bertentangan dengan definisi kelompok etnis.
* E. Kerumunan sosial, karena terbentuk secara spontan dari masyarakat sekitar. Kerumunan bersifat sementara, tidak terorganisir, dan tidak memiliki tujuan jangka panjang yang jelas. Komunitas “Gerak Kota” memiliki struktur, tujuan, dan aktivitas yang terencana.

Soal 9

Lina adalah seorang mahasiswa yang aktif menggunakan media digital untuk mengakses berbagai konten gaya hidup dan hiburan dari luar negeri. Ia sering mengikuti influencer global yang menampilkan gaya hidup mewah, tren kecantikan, dan standar hidup serba instan. Tanpa disadari, Lina mulai mengubah penampilan, pola konsumsi, serta cara berbicara agar mirip dengan figur publik tersebut. Ia juga mulai merasa tidak percaya diri dengan kehidupannya sendiri dan jarang terlibat dalam kegiatan sosial di kampus. Teman-temannya khawatir karena Lina semakin menjauh dari interaksi nyata dan lebih banyak meniru budaya luar secara berlebihan tanpa mempertimbangkan nilai-nilai lokal maupun kondisi dirinya.

Apa saja langkah atau sikap kritis yang dapat dilakukan untuk menghindari dampak negatif globalisasi seperti yang dialami Lina?
Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

a. Mengadopsi pengaruh global secara selektif sambil mempertahankan identitas budaya lokal.
b. Sepenuhnya mengisolasi diri dari tren global untuk menghindari dampak negatif yang menyertainya.
c. Mendorong penggunaan media sosial untuk mempromosikan nilai-nilai budaya lokal.
d. Mengembangkan literasi media untuk menyaring konten secara kritis dan bertanggung jawab.
e. Meniru budaya global sepenuhnya agar diterima dalam pergaulan modern sebagai bentuk adaptasi.

Jawapan: A, C, dan D

Penjelasan:
Menanggapi dampak negatif globalisasi membutuhkan pendekatan yang cerdas dan seimbang.
* A. Mengadopsi pengaruh global secara selektif sambil mempertahankan identitas budaya lokal. Ini adalah sikap yang paling bijak. Kita bisa mengambil aspek positif dari budaya global (misalnya inovasi, teknologi) tanpa harus kehilangan akar budaya sendiri. Selektivitas berarti mampu memilah mana yang sesuai dan mana yang tidak.
* C. Mendorong penggunaan media sosial untuk mempromosikan nilai-nilai budaya lokal. Media sosial adalah alat yang ampuh. Daripada hanya menjadi konsumen budaya global, kita bisa memanfaatkannya untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya lokal kita sendiri. Ini adalah bentuk adaptasi proaktif terhadap globalisasi.
* D. Mengembangkan literasi media untuk menyaring konten secara kritis dan bertanggung jawab. Lina mengalami masalah karena kurangnya filter dalam menerima konten media. Literasi media membantu individu menganalisis pesan, memahami tujuan di balik konten, dan mengenali potensi manipulasi atau dampak negatif, sehingga bisa bersikap lebih kritis dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikonsumsi dan ditiru.

Mengapa pilihan lain kurang tepat?
* B. Sepenuhnya mengisolasi diri dari tren global untuk menghindari dampak negatif yang menyertainya. Di era globalisasi ini, isolasi total hampir tidak mungkin dan juga tidak sehat. Globalisasi menawarkan banyak peluang dan kemajuan. Sikap yang ekstrem ini akan membuat kita tertinggal dan kehilangan banyak manfaat.
* E. Meniru budaya global sepenuhnya agar diterima dalam pergaulan modern sebagai bentuk adaptasi. Ini justru merupakan akar masalah yang dialami Lina. Meniru tanpa filter bisa menyebabkan hilangnya identitas, ketidakpercayaan diri, dan penolakan terhadap nilai-nilai lokal. Adaptasi yang baik bukan berarti homogenisasi total.

Soal 10

Tentukan Sesuai atau Tidak Sesuai pada peran ilmu sosiologi untuk menyikapi kasus pada infografis berikut! (Asumsikan infografis mengenai kerusakan lingkungan akibat sampah).

  1. Meneliti dampak kerusakan lingkungan terhadap terjadinya perubahan perilaku sosial masyarakat.
  2. Menganalisis proses peluruhan gas rumah kaca di atmosfer untuk mengurangi pemanasan global.
  3. Mendorong pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan sampah melalui komunitas bank sampah.

Jawaban: A dan C

Penjelasan:
Sosiologi memiliki peran penting dalam memahami dan menyikapi masalah lingkungan, terutama dari sudut pandang interaksi manusia.
* A. Meneliti dampak kerusakan lingkungan terhadap terjadinya perubahan perilaku sosial masyarakat. Ini sangat sesuai dengan kajian sosiologi. Sosiologi akan tertarik pada bagaimana kerusakan lingkungan (misalnya, polusi, banjir) memengaruhi pola hidup, norma sosial, struktur masyarakat, serta respons kolektif masyarakat terhadap krisis lingkungan. Ini adalah ranah sosiologi lingkungan.
* C. Mendorong pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan sampah melalui komunitas bank sampah. Peran sosiologi tidak hanya menganalisis, tetapi juga berpartisipasi dalam mencari solusi praktis melalui intervensi sosial. Pemberdayaan masyarakat dan pembentukan komunitas seperti bank sampah adalah upaya kolektif yang melibatkan interaksi, organisasi sosial, dan perubahan perilaku, yang semuanya menjadi fokus sosiologi terapan.

Mengapa pilihan B Tidak Sesuai?
* B. Menganalisis proses peluruhan gas rumah kaca di atmosfer untuk mengurangi pemanasan global. Ini lebih merupakan ranah ilmu alam, seperti ilmu kimia, fisika atmosfer, atau klimatologi. Sosiologi tidak secara langsung menganalisis proses fisika atau kimiawi ini, melainkan fokus pada dampak sosial dari pemanasan global atau perilaku manusia yang menyebabkannya.

Video Simulasi Mengerjakan Soal Tes Kemampuan Akademik

Selain latihan soal tertulis, kamu juga sangat disarankan untuk mencoba simulasi TKA yang disediakan oleh Kemendikbud. Simulasi ini penting banget untuk membiasakan diri dengan format soal, batasan waktu, dan suasana ujian sebenarnya. Dengan begitu, rasa gugup bisa berkurang dan kamu jadi lebih pede saat hari-H tiba!

Di simulasi soal TKA, ada berbagai pilihan mata pelajaran yang bisa kamu coba, termasuk Sosiologi. Ini kesempatan emas untuk merasakan pengalaman real-time seolah-olah kamu sedang mengerjakan TKA sungguhan. Kamu bisa mengukur kecepatanmu dalam menjawab dan mengidentifikasi area mana yang masih perlu diperbaiki.

Untuk membantumu, berikut adalah contoh video simulasi pengerjaan soal TKA yang mungkin bisa kamu tonton untuk mendapatkan gambaran lebih jelas. Meskipun ini hanya contoh, semoga bisa memberikan inspirasi dalam belajar.

Video Ilustrasi: Cara Mengerjakan Soal TKA Sosiologi


Ingat, persiapan yang matang adalah kunci suksesmu menghadapi TKA Sosiologi. Jangan cuma belajar kumpulan soal ini, ya. Manfaatkan juga simulasi soal resmi supaya kamu makin terbiasa dengan format dan tingkat kesulitannya. Belajar secara konsisten, lakukan evaluasi diri, dan jangan ragu untuk berdiskusi dengan teman atau guru.

Semoga sukses dan semangat terus belajarnya! Jika ada pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, jangan sungkan untuk meninggalkan komentar di bawah ya! Bagikan juga pengalaman belajarmu, siapa tahu bisa menginspirasi teman-teman yang lain.

Posting Komentar